Hai, di postingan sebelumnya aku sudah cerita kalau aku udah nikah lho! Akad nikah kami tanggal 25 Desember 2015 dan resepsi tanggal 26 Desember 2015. Ada banyak banget yang pingin aku ceritain. Satu-satu lah ya, kali ini diawali dengan invitation alias undangan.
Kita semua tahu bahwa undangan nikah itu berakhir di TEMPAT SAMPAH. Jadi sih terserah masing-masing mau dipol-polin budget dan ide untuk undangan atau sekedar pada umumnya undangan, yang penting informasinya.
Pertama, mau pesan undangan di mana? Referensi seorang teman, pusat undangan di Jakarta yang murah itu di Pasar Tebet. Ada banyak toko yang berbentuk seperti lapak di sana. Setelah browsing, aku pun memutuskan untuk mendatangi Putra Karya karena undangan yang aku pingin pada awalnya adalah tema vintage dan bunga bentuk single board dan banyak orang pesan di sana. Berangkatlah aku dan suami ke sana. Toko di sana kecil-kecil, mengikuti saran blogger, lebih baik ke sana hari Minggu karena mesin cetak undangan pada stop produksi.
Setelah sampai, kami langsung menuju Putra Karya. Di sana kami melihat-lihat contoh undangan-undangan yang ada, memang ada banyak banget macemnya. Bisa bikin bingung milih hehe. Saat itu sudah ada contoh single board yang aku pilih. Warnanya aku suka karena turquoise dan ada bunga-bunganya.
Jenis undangan yang aku pilih (pada awalnya).
Meskipun aku sudah nemuin undangan favoritku tapi suami masih mencari dengan lebih blusukan lagi di rak. Sampai akhirnya nemuin jenis undangan passport. Unik memang tapi karena aku adalah orang yang terbiasa main aman, aku jadi ragu sama undangan bentuk passport karena itu nggak umum dan apa kata orang tua nanti. Sempet berantem sama suami karena dia kekeuh bahwa undangan passport itu unik dan itu adalah ciri khas kami karena memang di bagian depannya ada disain perangko, ya, aku adalah filatelis. Kata dia lagi, undangan single board dengan tema seperti itu sudah umum. Akhirnya ya sudah lah, ngikut ide dia untuk milih undangan passport.
Jenis undangan wedding passport pilihan suami.
Berapa harga untuk kedua undangan di atas? Undangan single board Rp 7.500,00 dan undangan passport Rp 9.500,00! Bentuk passport lebih mahal dibanding single board karena disain kami nantinya lebih banyak embos dan warna. Tahu kalau harga undangan passport mahal banget, aku jadi ragu lagi karena budget undangan jadi lumayan membengkak. Tapi suami meyakinkan lagi bahwa dia ingin menunjukkan bahwa yang nikah ini adalah KAMI dan KAMI itu terwujud dalam jenis undangan passport, nggakpapa undangan lebih mahal dikit karena nikahan hanya untuk sekali (amin Ya Allah). Terlebih lagi, dia ingin mencurahkan effort-nya untuk nikahan kami dengan cara mendisain ulang undangan passport itu.
Seperti apakah hasil undangan kami? Tunggu tulisan selanjutnya di Wedding Ideas: Invitation (Part II).