MALU AKU YAA ALLAAH 🥲
Perkenalkan Chen Shu-chu dari Taiwan. Kerjaannya "cuma" penjual sayur di pasar tradisional. Hidupnya sangat hemat, bahkan cenderung pelit pada diri sendiri. Dia makan nasi kecap tahu setiap hari dan tidur di lantai.
Tapi dunia gempar ketika tahu kemana larinya uang hasil jualan sayurnya. Selama hidupnya, nenek ini telah menyumbangkan Rp 3,2 Miliar untuk membangun perpustakaan sekolah dan Rp 4,5 Miliar untuk panti asuhan dan rumah sakit. Total hampir Rp 7,7 Miliar!
Uang sebanyak itu bukan dari warisan, tapi dikumpulkan receh demi receh dari keuntungan menjual kangkung dan bayam selama 50 tahun. Dia bekerja 18 jam sehari tanpa libur.
Ketika ditanya kenapa tidak menikmati uangnya untuk jalan-jalan atau beli rumah bagus, jawabannya menohok: "Uang itu hanya berguna jika digunakan untuk membantu orang yang membutuhkannya. Kalau cuma ditumpuk, dia cuma kertas."
Majalah Time menobatkannya sebagai salah satu dari "100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia", mengalahkan artis dan presiden.













