Re-watching episodes of Mare and becoming and emotional mess was not how I planned to spend my Friday night but here we are!
seen from Malaysia
seen from Italy
seen from India

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Ukraine
seen from France
seen from Singapore
seen from Italy
seen from Ukraine

seen from Ukraine
seen from Japan
seen from Ukraine

seen from Ukraine
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Norway

seen from United States
Re-watching episodes of Mare and becoming and emotional mess was not how I planned to spend my Friday night but here we are!
does anyone know where to watch “Mare” the j drama? it’s kentao and 150+ eps i need to watch it and i can’t find it anywhere 😭
Baper
Tahun lalu, saya sempet nonton asadora Mare pas masih ongoing. Tapi berhenti di episode 30 soalnya males download episodenya banyak. Di episode 30 itu Mare (Tsuchiya Tao) baru berangkat meninggalkan kampung halamannya di Noto untuk mengejar mimpinya menjadi patissier. Bulan kemaren, saya iseng lanjut nonton Mare, tapi di skip ke episode 100 an, dimana Mare udah nikah ama Keita (Yamazaki Kento). Trus aku jadi baper...huehe... Soalnya yang dialami Mare setelah menikah ini juga banyak dialami oleh para perempuan di kehidupan sehari-hari. Jadi Mare disuruh pergi ke Perancis buat belajar pastry sama atasannya. Kalo masih single mah ga akan pikir panjang langsung capcus aja ke Perancis kayaknya. Tapi saat itu Keita lagi menghadapi masalah berat terkait pekerjaannya dan juga kondisi kesehatan kakeknya yang memburuk. Keita sendiri sebenernya tetep mendukung Mare ke Perancis, tapi Mare tetep aja dilema. Masa iya dia tega ninggalin suaminya yang lagi kesusahan demi mengejar impiannya sendiri. Trus aku jadi ikutan baper dong. Ya teringat intinya kalo udah nikah kita ga bisa cuma mikirin diri sendiri. Akhirnya Mare memutuskan berhenti kerja jadi patissier di Yokohama dan ga jadi berangkat ke Perancis terus balik ke Noto untuk mendampingi Keita. Keita jadi terharu...aku juga #eh Mare udah bahagia dengan rumah tangganya di Noto, sampai akhirnya ayah Mare, Toru (Oizumi Yo) pergi meninggalkan keluarganya karena bangkrut. Waktu pergi, ayah Mare meninggalkan business plan untuk toko kue Mare di Noto. Tadinya Mare ga mau buka toko kue, soalnya dia udah bahagia dengan kehidupannya sekarang, lagipula kalo buka toko kue berarti dia harus berhutang untuk modal awalnya, sementara Mare takut punya hutang karena ngeliat kasus ayahnya yang bangkrut. Tapi menurut Keita, ayahnya bikin business plan itu dengan mempertimbangkan kondisi Mare sekarang. Kalo buka toko kue di Noto, Mare bisa tetep jadi patissier tanpa harus meninggalkan keluarganya. Akhirnya, Mare pun memberanikan diri berhutang dan membuka toko kuenya sendiri. Meskipun mengalami permasalahan, pelan-pelan toko kue Mare mulai mengumpulkan pelanggan. Dan kemudian Mare hamil anak kembar. Mare memutuskan untuk menutup toko kuenya sementara. Kemudian anak kembar Mare dan Keita pun lahir, dan diberi nama Takumi dan Ayumi. Setelah 3 bulan, Mare bermaksud membuka toko kuenya lagi. Tapi tentu saja ini tidak mudah karena kedua anaknya masih kecil banget, ditambah lagi ibu mertua Mare yang ga setuju kalo Mare ninggalin anaknya buat kerja. Tapi mau gimana lagi, Mare kan juga harus bayar hutangnya. Terus aku ikutan baper lagi....hohoho.... Teringat para ibu di kantor saya. Gimana galaunya mereka ninggalin anak-anaknya kalo lagi tugas ke luar kota yang seringkali bisa sampai seminggu lebih. Kalo saya sih belum nikah jadi mau tugas juga ga banyak pikiran, orang tua juga ga pernah ngelarang. Yah paling homesick aja kalo kelamaan. Kangen makan cilok ama seblak lol. Bahkan ada temen saya yang anak-anaknya tinggal di luar kota sama neneknya, sementara dia kerja di Bandung. Pastilah dia sering galau, apalagi anak2nya masih kecil. Begitulah dilema wanita kalo mau bekerja...huhuhu.... Apalagi kemaren2 sempet rame topik working mom vs stay at home mom di sosmed. Btw dulu saya sempet berencana kalo udah punya anak kayaknya mau berhenti kerja sementara. Tapi sekarang sih rasanya aku tak yakin sanggup jadi ibu rumah tangga. Kalo ngantor kan ketemu orang banyak, bisa dandan, pake baju bagus, dll. Meskipun kerja capek tapi kan dapet duit #matre. Kalo di rumah kan liatnya itu2 aja. Sebagus-bagusnya baju di rumah tetep aja beda ama dandanan ngantor #anaknya pengen eksis gimana dong. Ya sudahlah ya, sekarang kan belum nikah jadi mikirnya ntar aja #loh Oh iya balik lagi ke Mare. Untunglah Mare mendapat dukungan dari Keita dan orang2 di sekitarnya, jadilah dia akhirnya bisa menyeimbangkan tugasnya sebagai ibu dan pattisier. 7 tahun berlalu dan anak kembar Mare udah mau masuk SD. Suatu saat Mare cerita sama Takumi dan Ayumi kalo impiannya adalah menjadi patissier terbaik di dunia. Trus Ayumi nanya, kapan ibu akan mewujudkannya? Kan ibu udah dewasa? Edan si Ayumi dapet petunjuk dari mana ngomong gitu (ya dari sutradaranya lah, menurut lo?). Tapi ini menohok sekali. Saya sendiri seringkali punya keinginan, impian, harapan, dan cita-cita dan berpikir suatu saat akan mewujudkannya, sekarang mah hadapi dulu yang di depan mata. Tapi mau sampai kapan? Seringkali impian2 tersebut terlupakan, teralihkan oleh rutinitas harian yang menyita waktu, pikiran, dan tenaga, hingga saya sadar waktu pun terus berlalu. Tapi tidak ada kata terlambat yes, untuk membangun kembali impian dan cita-cita yang sempat terlupakan. Semoga bisa tercapai dalam waktu dekat. Aamiin. Kemudian diceritakan juga Mare ketemu lagi sama rekannya waktu di Yokohama dulu, Toko-san yang udah jadi patissier hebat sekarang. Toko-san sendiri kecewa sama Mare karena skill Mare ga banyak berkembang selama 8 tahun ini. Tapi rasanya itu bukan hal buruk sih, itu kan pilihan Mare buat berkeluarga. Lagian Mare juga bahagia sama keluarga dan toko kuenya di Noto. Kalopun skill nya ga banyak berkembang, toh suami sama anaknya terurus dengan baik. Kalopun Toko-san ke Perancis demi mengasah skill nya sampe jadi patissier hebat, itu juga pilihan dia. Mungkin dalam hidup kita ga bisa mendapatkan semua yang diinginkan, tapi bukan berarti kita ga bisa bahagia juga kan. Btw ini nonton dorama bapernya melebar kemana2 yah? Hahaha....biarin lah ya. Yang penting Mare happy ending ama Keita, Takumi, dan Ayumi. Dorama ini cukup bagus, heartwarming dan banyak tokoh-tokoh yang unik. Tapi paling cetar tetep Fumi-san (Tanaka Yuko) sama Ganji-san (Tanaka Min). Ibunya Mare, Aiko (Tokiwa Takako) cantik banget disini, padahal dandanannya sederhana banget. Kemaren liat doramanya yang jadul di Waku Waku tapi dia cantikan sekarang...hohoho.... Saya suka liat kekompakan penduduk Noto, mereka saling peduli satu sama lain. Rasanya kekeluargaan antar tetangga seperti itu sudah jarang ditemui sekarang, apalagi di kota besar. Saya jadi penasaran ama episode yang saya skip...hahaha... Terus lucu liat Kento jadi bapak-bapak, biasanya kan jadi anak SMA :) Sekian dulu deh bapernya :)
Mare まれ | Last Episode
“A ‘dream’ isn’t a special thing, it’s that tomorrow I want to make a delicious miso soup for my family to eat, and to make cakes that are a little more delicious than the ones I made today. It’s thinking such tiny yet happy things every day that becomes a big dream. If it’s for such a dream, even if it takes until I become a Grandma, then I feel I want to wait for it as long as it takes.
“I... LOVE dreams!”
Mare まれ | Final Episode
I’ve finished watching all 156 episodes of Mare! The last episode actually brought me to tears omg LOOK HOW FAR MARE HAS GONE IN HER LIFE. Initially I didn’t want to because of the number of episodes (I don’t do well with longggg dramas), but then I realised it’s just 15 minutes per episode ^^ Mare really brings you through the life of Mare (Tsuchiya Tao) from her childhood to when she finally has children on her own ;) It’s as if she’s growing up right before my eyes hahaha.
This is the first asadora I’ve watched, and I think if you like slice of life stories with lots of interesting characters (or if you like Yamazaki Kento and Tsuchiya Tao in general), I’d recommend watching this!
Mare まれ Episode 154
Mare まれ Episode 127
Mare まれ | Episode 89