Saya yakin, suatu kejadian pasti ada rencana Allah didalamnya. Jam setengah dua siang, saya pulang dari UI ke rumah. Perjalanan UI-Rumah biasanya memakan waktu 30 sampai 40 menit dengan menggunakan ojek. Nah, ketika sampai dirumah, kembaran saya mengajak saya kembali ke daerah Margonda untuk membeli sesuatu barang diskonan (perempuan ya, insting mengejar diskon nya emang selalu kuat). Males banget sih sebenernya kembali ke daerah sana karena macetnya itu lho, Luar biasa. Tetapi, karena diiming-imingi akan ditraktir makan, saya jadi ikut juga (receh banget ya, kalau soal makanan hehe). Akan tetapi ternyata Allah memang merencanakan hal lain untuk saya. Sore ini saya melihat adik-adik SLB Nusantara perform di Margocity. Ya Rabb, dulu saya seringkali kesana untuk bermain bersama mereka. Tetapi, setelah lulus dan bekerja, saya tidak pernah lagi kesana.T.T Di atas panggung saya melihat Salsa, Sandy Sendy, dan beberapa anak lainnya yang memang siswa di sana. Tak ketinggalan, saya juga melihat Pak Jono selaku pemilik SLB tersebut. MasyaAllah, hati ini berkecamuk hebatnya. Perasaan senang Sedih Malu dan lainnya campur aduk menjadi satu. Saya malu menjumpai mereka karena saya sudah lama tidak kesana. Pasti merekapun juga sudah lupa siapa saya. Terlebih lagi bertemu Pak Jono. Seorang Bapak yang mendedikasikan dirinya untuk anak-anak luar biasa ini dengan istiqomahnya. Mungkin, pertemuan ini adalah teguran Allah untuk saya. Apalah artinya kesibukan dipekerjaan Jika hanya saya saja yang menikmati hasilnya. Sedangkan Pak Jono, Beliau sungguh begitu sabar dan istiqomah dalam mendidik anak-anak luarbiasa ini. Serius, mau nangis rasanya tadi saat melihat mereka perform. Membayangkan bahwa mereka sudah tumbuh besar dan beranjak dewasa, bener-bener membuat perasaan saya berkecamuk gak karuan. Saat nonton mereka, Perasaan ini udah gak terkondisikan, Tapi saya malu untuk menangis karena disekeliling saya banyak orang. Ya Rabb. terimakasih atas teguranMu yang indah. Teguran mengenai banyaknya waktu yang terkuras hanya untuk kebahagiaan diri semata. Padahal, Banyak orang diluar sana yang sudah sangat bermanfaat untuk orang lain disekitarnya. Semoga ini menjadi cambukan untuk diri saya agar bisa lebih bermanfaat untuk orang lain disekitar saya.














