Summer with a view #goldenhour #meetmeaftersunset #dusk #mybucharest #vantagepoint #afterlight #rooftopping #allin (at Arcul de Triumf) https://www.instagram.com/p/B0kgYACIgrF/?igshid=1fi7yvb149wal
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Peru

seen from United States
seen from Israel

seen from United States

seen from Singapore
seen from Yemen

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Germany
seen from China

seen from Brazil

seen from United States

seen from Türkiye

seen from France
seen from United States
Summer with a view #goldenhour #meetmeaftersunset #dusk #mybucharest #vantagepoint #afterlight #rooftopping #allin (at Arcul de Triumf) https://www.instagram.com/p/B0kgYACIgrF/?igshid=1fi7yvb149wal
#nocaptionneeded #smilingface #smilebabysmile #laplancha #doublesixbeach #latepost✌ #instalike #instamood #instadaily #morningpost #gutenmorgen #gunaydin #meetmeaftersunset 📷: @isfihaniroikhatul 😘😘 (at Bali, Indonesia)
Review Film Meet Me After Sunset : Dongeng Cinta Remaja yang Tulus dari Hati.
Huuuuuaaaaaa sudah lama syekali rasanya gue nulis review film, ampe lupa film terakhir yang gue bikin review apaan? Sekarang kalo nonton lebih buat dinikmatin sendiri aja gak direview kalopun nulis review cukup singkat di twitter doank. Baiklah kita mulai sajo yaaaa???
Jadi jumat malem kemarin gue menghadiri gala premier film baru dari MNC Picture yaitu “Meet Me After Sunset”. Sebenarnya film ini udah gue tunggu dari tahun lalu sejak gue tahu kalo bakal di buat filmnya. Jadi Meet Me After Sunset ini menceritakan tentang seorang Cewe bernama Gadis yang super aneh karena gak pernah mau keluar rumah di siang hari, gak sekolah sepanjang hidupnya Cuma belajar dirumah sama bapaknya yang seorang guru, dan kerjaannya demen amat keluyuran abis magrib ke atas bukit, semacam vampire yang keluarnya malem hari doank. Lalu bertemulah dia dengan cowok tampan anak baru di ciwidey itu pindahan dari Jakarta dan jadi tetangganya yang justru tertarik dengan gadis karena keunikannya itu, si cowok alias Vino ini emang anaknya ramah dan supel jadi dia pengen banget berteman dengan gadis tapi gadisnya malah menghindar mulu dan si gadis ini punya semacam bodyguard/sahabat cowoknya yang bernama bagas yang protektif banged sama gadis, tapi ternyata diam-diam naksir gadis juga.
So, gue cukup excited menantikan film ini siapakah castnya dan tadaaaaaaaaa……
Kita bahas satu-satu ya castnya,
Chelsea Agatha sebagai Gadis (nih cewe mencuri perhatian gue waktu dia main di film Ada Cinta di SMA)
Secara penampakan (setan kali) muka dedek Chelsea emang pas sih jadi gadis yang emang cantik dan mukanya harus putih pucat karena something (ntar gue dibilang spoiler tapi sesungguhnya gue emang niat spoiler sih tunggu aja) tapi Agatha Chelsea ini kurang sunda beb, mukanya bule pisan dan jomplang sama bapaknya yang diperankan izur muchtar walau dijelaskan dengan sangat kalo Gadis ini mukanya mirip ibunya yang udah meninggal 14 tahun yang lalu. Akting Agatha Chelsea disini cukup baik dengan peran yang diberikan sebagai gadis yang pendiam, aneh, suka menyendiri, kadang jutek, selalu merasa dirinya berbeda dari orang lain sehingga perlu dikasihani sekali. Mukanya Agatha Chelsea itu loh sungguh mulus dan menggemaskan bagaimana vino gak love at the first sight, dan suara Agatha Chelsea yang mengisi soundtracknya sungguh empuk sekali macam cheese cake uncle tetsu.
Teruuuuussss yang bikin gue kesenengan adalah yang jadi Vino nya itu salah satu dari dedek-dedek emesh favorit gue selain Iqbal ramadhan, shawn Adrian dan jefri nichol (oke koleksi dedek2 emesh gue emang banyak) jadi sosok vino disini digambarkan sebagai anak SMA yang ceria, baik, care sama temen, menyenangkan, kocyak, kadang konyol bin bodor, dan diperankan dengan apik oleh ,,,,, BUKAN, BUKAN YUDHA KELING, gue tau Yudha Keling maen juga di film ini sebagai dadang suradang bocah kampung temennya Vino yang obsessed banged pengen mirip sama vino, yang ngomongnya kadang sunda pake kata-kata urang tapi kadang pake kata-kata Gue, gak konsisten si dadang ini (entah dadangnya gak konsisten atau skripnya emang gitu atau sutradaranya gak notice) OKAY KENAPA GUE JADI MALAH BAHAS SI DADANG. Jadi si Vino ini diperankan dengan sangat manis oleh Maxime Bouttier (sejujurnya gue gak bisa spelling nama doi dengan baik dan benar). Akting MAxime sebagai Vino buat gue cukup bagus, ya tidak se menggemaskan DILAN memang karena beda jaman dan BEDA FILM WOOYYY… Maxime disini sungguh emeshin syekali buat gue (sebelum dia pacaran sama prilly) karena sejujurnya Vino menyimpan rahasia yang jauh lebih dalam dari apa yang di rahasiakan si Gadis tentang penyakitnya kenapa doi gak bisa keluar rumah siang-siang. Usaha vino yang super manis buat deket sama gadis selalu dihalangin sahabat gadis si Bagas yang semacam bodyguardnya Gadis diperankan sama Billy Davidson (no comment gue soal billy)
Secara keseluruhan gue suka sama film ini, skripnya yang baik dikerjakan oleh penulis scenario spesialis cinta-cintaan anak muda Haqi Achmad yang tak usah diragukan kemampuan menulis skripnya ya (ada cinta di SMA, Melbourne, Remember When, Refrain, dsb), CGI nya juga cukup rapih buat gue walau gue tau banged itu langit ciwidey bisa sebagus itu dengan penuh bintang sudah pasti pake efek CGI dan animasi dongeng yang disuguhkan dalam film ini juga jadi makin mewarnai film ini, dan secara cerita juga gue suka banget, jarang aja cerita dongeng cinta remaja disajikan dengan sangat manis tanpa harus ada adegan pelukan, pegangan tangan atau ciuman sepanjang film, namun pesan manis dan tulusnya sungguh sangat sampai ke hati karena memang seperti inilah harusnya kisah cinta remaja itu manis dan tulus.
Gue pun terbawa emosi dengan mewek-mewek gak jelas pas udah diakhir-akhir film (apalagi backsoundnyalagu citra scholastika “dulu, kini hingga nanti), betapa lelaki bernama Vino itu sungguh amat sangat manis sekali memberikan kita pelajaran tentang banyak hal. Vino yang selalu berusaha mewujudkan mimpi-mimpi gadis dengan segala usahanya, mulai dari pengen lari pagi, pengen jalan-jalan ke bandung, pengen belajar disekolah beneran, pengen rumah diatas bukit, ah si gadis ini emang banyak pengennya tapi vino selalu berusaha mewujudkan semuanya demi membuat sang pujaan hatinya senang dan bahagia. Adegan Vino yang pada akhirnya berhasil membawa gadis lari pagi keliling kampung dengan pakaian astronot yang dibelikannya itu buat gue sungguh so sweet syekali walau vino agak memaksakan diri dengan keadaannya, atau pada saat dia membuat surprise ulang tahun gadis dan membawakan kue coklat buat gadis yang sama sekali tidak disentuh gadis dan malah memakan kue strawberry dari bagas, Vino sama sekali tidak marah, tidak suudzon, dan berusaha mengerti gadis (Duileeehhh Vino nyari dimana yang begini modelnya tapi tampangnya tetep kayak Maxime Bouttier). Vino membuat gue sadar bahwa hidup terlalu singkat untuk lo isi dengan menggeruti dan mengasihani diri lo sendiri atas apa yang udah terjadi dalam hidup lo, seperti Gadis yang selalu merutuki keadaan dirinya yang merasa berbeda dari anak seusianya, gadis yang selalu merasa dia adalah perempuan paling malang yang harus dikasihani, dan membuat dia menjadi berprasangka buruk dengan orang lain yang baru mengenalnya, padahal sesungguhnya yang harus dikasihani adalah Vino. Namun tidak demikian, vino menjadi sosok pahlawan bagi Gadis yang selalu membuat hari-harinya ceria dan berwarna tanpa pernah gadis bertanya apa yang diinginkan vino, hanya vino yang selalu berusaha mewujudkan apa keinginan gadis (egois ya si gadis ini).
Cara vino yang mencintai gadis dengan apa adanya dan tulus ini lah yang pada akhirnya mebuat gadis yang tadinya menutup diri kini mau menerima kehadiran orang lain dalam hidupnya. Pas adegan vino bilang ke gadis “Jadi gadisku ya, Aku sayang sama kamu dis” itu rasanya pengen gue peluk Maxime nya dan bilang YES I DO VINOOOOOOO…. Sayangnya bukan gue yang diminta jadi gadis dia. Ya seperti yang gue bilang tadi, Meet Me After Sunset ini film dongeng cinta remaja yang gak biasa dan dikemas dengan manis dan tulus dari hati, jadi sampai ke hati juga (setidaknya itu buat gue).
Vino mengajarkan kita bagaimana caranya bersyukur dalam hidup yang mungkin singkat ini, ya dengan cara membahagiakan orang lain, karena dengan membuat orang lain bahagia, kita pun akan ikut merasakan kebahagiaan. Apalagi kalau orang itu adalah orang yang kita cintai. Vino membuat kita yakin bahwa sebenarnya hidup itu hanya perlu disyukuri tanpa perlu dirutuki meski kadang kita merasa bahwa hidup tidak adil kepada kita, dan membuat drama seolah-olah kitalah manusia yang paling malang di dunia yang harus dikasihani orang lain, yang harus mendapatkan perhatian lebih dari orang lain. Vino itu bukti ketulusan cinta yang apa adanya.
Dan pada akhirnya vino membuat gue kembali menitikkan air mata yang setelah nonton film ini, sampai di ojek pulang kerumah gue tetiba inget vino dan nangis lagi ampe ke gep ama abang gojeknya kalo gue nangis diatas motor dia, tengsin. Ya kalo kalian gak nangis pada saat nonton film ini gak papa juga sih, gue emang punya cerita pribadi dan kesan yang dalam sama film ini, dan Vino jugalah yang membuat gue menangis saat gue mengakhiri kalimat ini.
Jadi pesan gue, jangan lupa kalo mau nonton film Meet Me After Sunset : dongeng cinta remaja yang manis ini di bioskop mulai tayang tanggal 22 Februari 2018. Penuhi februari kalian dengan film yang penuh cinta tapi gak bikin eneg. “Meet Me after Sunset : karena Setiap Hati Memilih cahayanya Sendiri”
Sumber foto : Google.com