To My Future Wife..
Hai, akhirnya kita ketemu juga. Perlu waktu yang cukup lama bagi aku hingga akhirnya menemukan kamu. Jatuh bangun, bertemu dengan yang hampir, kemudian musnah. Berulang seperti itu terus menerus. Dan akhirnya sekarang waktunya. Iya, kamu. Perempuan yang mudah-mudahan akan jadi pendamping seluruh hidup aku kedepannya. Kamu taukan maksudnya ? Ya betul, kamu perempuan yang akan aku nikahi.
Pertama, mungkin aku mau minta maaf karena baru ketemu kamu sekarang. Aku sibuk meningkatkan diri aku sendiri, agar kamu tidak malu memperkenalkan aku ke keluarga kamu, teman - teman kamu ataupun ke khalayak media sosial sesuai zamannya kita sekarang.
Berbicara hal menikah, bagi aku hal yang sedikit menakutkan pada awalnya. Entah mengapa, takut aja rasanya jika aku suatu saat nanti mengecewakan kamu. Menjadi sosok seorang pria yang tidak bisa kamu andalkan. Menjadi pria yang mudah menyerah ketika tagihan-tagihan biaya rumah ataupun kendaraan mulai berdatangan. So bear with me on this. Let’s walk this thing together.
Mungkin kamu bukan wanita pertama yang menjadi inspirasi tulisan aku, tapi sepertinya kamu adalah yang terakhir (di luar putri kita nanti tentu saja). So allow me to write about you. About stupid things that you do, or how your existence disturb my world in a very fucked up and beautiful way.
Challenge me. Argue with me. Travel with me. Let’s have a stupid argument about taste of latte, cappucino and moccacino or what kind of furniture we want to buy for the living room. Let’s fill our house with love, affection and discussion. Let’s grow old together. But the most important thing, let’s stay young together.
***
Bandung, 1 Februari 2018










