Antara Ayah dan Kopiah
Bel sekolah berbunyi, hari itu aku pulang lebih sore dari biasanya, lapar dan haus mulai terasa mengingat uang jajan yang tidak kuterima, di sekolah aku berusaha hemat dan bahkan aku tidak jajan sama sekali, sudah berulang kali aku tidak diberi uang jajan karena kepiting yang didapat ayah hanya sedikit, Uang hasil jualan kepiting hanya cukup untuk makan bahkan terkadang kurang, perasaan kesal sering datang, hubunganku dengan orangtua sedikit merenggang karena masalah uang jajanku ini.
Aku terus berjalan melewati jalan biasa aku pulang, sesampainya di persimpangan ku lihat ada seorang pria yang bersiap akan menyeberang, usianya terlihat sebaya dengan ayahku, dengan pakaian kusut sambil memegangi sepedah ontel, dia berjalan dengan tersaruk-saruk, terlihat pria itu keletihan setelah bekerja, pria itu menarik perhatianku, mataku terus mengikuti kemana pria itu pergi. Ku lihat dia sedang mengeluarkan uang dari sakunya sambil berjalan menuju seorang pedagang kopiah.
Setelah lama menunggu akhirnya tiba waktuku untuk menyeberang dan akupun masuk ke gang tempat aku menitipkan sepedahku, aku terkejut ternyata pria itu sudah ada di depanku, dia sedang memperbaiki rantai sepedahnya yang lepas dan ku lihat sebuah kopiah dalam plastik di genggamnya, sebenarnya aku tidak ingin menyapanya tapi pria itu yang menyapaku lebih dahulu, “Baru pulang dek ?” ,“Iya pak ada bimbingan belajar, sepedah bapak nggak apa-apa kan ?”sahutku. “Nggak apa-apa kok”sambil tersenyum. “ Beli kopiah buat siapa pak,kok kecil?”tanyaku sambil berjalan. “Buat anak bapak, udah lama kopiahnya kekecilan, tapi baru ada uang sekarang”.
Setelah pembicaraan singkat itu sosok ayah langsung muncul di pikiranku, mengingat kedekatan yang selalu terjalin di masa kecil yang kini semakin renggang hanya karena uang jajan, aku merasa bersalah karena sikapku ini, sekarang aku sadar sesulit apapun keadaan, orangtua selalu berusaha memberikan yang terbaik pada anaknya, harusnya aku tetap bersyukur, walaupun ekonomi keluargaku sedang susah kita masih tetap bisa hidup bersama.













