Doa ialah bukti cinta yang paling nyata, dan rindu ialah bahasa kalbu yang paling laju, melaju diantara syahdu, tiada ragu ia menuju.
Sering kali tentang kita menjadi satu bahasan utama dari sekian percakapan yang kubicarakan dengan Rabb-ku.
Aku meminta pada-Nya bukan lagi soal binar mata biru, tidak juga perihal eloknya perbendaharaan dan luasnya ilmu. Yang aku mohonkan ialah tentang kita yang saling menerima lemah dengan tabah, saling mendekap luka dengan suka, saling bangkitkan pupus dengan tulus.
Sebab, lengkapnya aku ialah dengan kurangmu. Genapnya aku adalah dengan rumpangmu.
Dan setiap kali lisanku berkata, pipiku yang banjir airmata. Cemas, takut, risau menjadi satu debarkan dada, khawatir jika semua harapan dan upaya menjadi sirna sia-sia. Naudzubillah.
Semoga yang sempat terhenti pada hampir, terselesaikan sampai di akhir. Dan segala yang terrencana, dengan baik terlaksana.
Yakinlah, wabah musibah hanya sementara, sedang hikmah selalu ada di setiap peristiwa. Sabar ya Gita ;)
Kota Sejuta Rindu, 20 April 2020
Jazaakallahu Khayr Ka “meremahrindu” atas pemberian tulisan indahnya, MasyaAllah sungguh menenangkan :)