Mini Flight Simulator
Dari awal semester ini, saya sering melakukan posting tentang pembuatan proyek menggunakan arduino. Ya, itu tugas-tugas yang dikerjakan oleh mahasiswa STI ITB di semester 6..:3 Berkat tugas-tugas itu juga saya bisa mengetahui yang namanya tumblr.
Jadi tugas-tugas penggunaan Arduino, dari menyalakan LED, PWM, LED, LCD, sampai 7segment, adalah tugas dari mata kuliah Interaksi Manusia-Komputer dan Antarmuka. Mata kuliah ini memberikan pandangan lebih mendalam bagaimana manusia dapat berinteraksi dengan komputer dengan menyediakan antarmuka yang memudahkan interaksi tersebut.
Kebetulan di semester yang penuh tugas ini, ada mata kuliah lain yang bernama Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi. Sebenarnya dalam kuliah ini kita diminta untuk mengembangkan sebuah sistem dan memahami tahapan-tahapan dalam pembuatan sistem.
Karena kebetulan lagi, kelompok kami menggunakan Arduino pula dalam pengerjaan tugas ini..:) Entah kenapa melakukan eksplorasi tugas menggunakan Arduino menjadi trend tersendiri di semester 6 dan entah kenapa terkesan lucu.
Dalam tugas Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi ini, kami mengembangkan sebuah sistem kendali simulator pesawat terbang. Simulator yang digunakan adalah flight simulator pada Google Earth sementara untuk pengendaliannya menggunakan Wii Nunchuck.
Pada awalnya kami menginginkan kendali menggunakan joystick nunchuck. Naas, anggota kelompok kami, kecuali saya, memiliki hasrat yang tinggi sehingga pada akhirnya memilih menggunakan accelerometer yang terdapat di dalam nunchuck sebagai sistem pengendali.
Tentunya pengerjaan tugas ini berjalan seperti tugas lainnya yang berkaitan dengan hardware, tidak pernah berjalan dengan mulus..T_T Pada hari Rabu, satu hari sebelum deadline pengumpulan tugas, delapan jam kami mencoba menggabungkan nunchuck dengan Arduino.
Seperti yang ditunjukkan oleh gambar di atas (sumber www.robotshop.com), terdapat beberapa port yang dapat digunakan untuk menghubungkan Arduino dengan Nunchuck. Pada awalnya kami menghubungkan port-port tersebut dengan kabel jumper. Setelah empat jam berlalu dan tidak ada kesuksesan dalam menghubungkan Arduino dengan Nunchuck, kami pun menyerah dan akhirnya mencari cara lain yaitu menggunakan Nunchuck Adapter.
Menggunakan adapter tersebut, setidaknya kemungkinan kesalahan hardware telah berkurang. Begitulah pemikiran kami. Setelah adapter dipasang, ternyata kode belum berhasil dijalankan juga..T.T Kami pun mengalihkan perhatian ke Nunchuck dan juga kode, yang setelah berjam-jam akhirnya menghasilkan kesimpulan yang mencengangkan............... Ternyata Nunchuck kami rusak..T.T
Untungnya demo prototype belum dilakukan esok harinya sehingga masih ada waktu untuk mencari nunchuck pengganti..:) Setelah nunchuck digantiiiiiiiiiii, langsung jalan deh tanpa ada ba bi bu..:3
Delapan jam jerih payah yang kami lakukan, sesuai dengan perkataan pak Soni, menjadi pengalaman yang berharga........ Barang KW memang berbeda dengan barang yang original.......:3
Namun proyek ini memang sangat menarik karena di sini kami menggunakan satu IDE lagi yaitu IDE Processing, gunanya adalah agar input dari Nunchuck dapat berinteraksi secara langsung dengan sistem komputer. Berbeda dengan IDE Arduino yang membatasi Arduino dengan Input berinteraksi melalui Serial Monitor..:) Akhir kata, tugas ini menjadi salah satu tugas yang menarik untuk dikerjakan, karena selain memberikan pengalaman lebih, juga memberikan hiburan pula. Mengerjakan tugas bersama-sama seperti ini juga memberikan kesempatan untuk tertawa bersama-sama teman kelompok lainnya..:)
Ini foto sesi trial menggunakan nunchuck untuk melakukan penerbangan dari Australia ke Indonesia..:) Terlihat santai padahal segera setelah foto ini diambil semua jadi histeris liat atap-atap rumah di Jakarta via Google Earth.
Ada dua orang yang posisinya tidak berubah banyak kan dari foto sebelumnya? :D
Terimakasih banyak buat Dinda, Olivia, Vivi, Stella, dan Gumarus selama pengerjaan tugas ini! On to the next challenge!















