Dan sekali lagi ego ku tertampar. Menghakimi orang tanpa sadar, menganggap diri sendiri lebih pintar dan lebih hebat dari orang lain.
Hai diri sendiri, bukankah berulang kali diajarkan melalui pengalaman bagi diri bahwa tidak boleh memandang rendah orang lain, atau malah merasa diri sendiri lebih segalanya dari orang lain.
Hati yang bersimbah air mata memeluk ego yang penuh keringat. Sombong.
Sebagai makhluk pembelajar bukankah paham bahwa semakin banyak yang diketahui semakin merasa kurang dirimu?
Oh Tuhan, bersimpuh aku memohon ampun atas kesombongan hati. Hamba memohon ampun. Hamba memohon diberikan hati yang terbuka untuk memeluk rasa sakit ini.
Bukan dunia yang tidak adil, hanya terkadang hati terlalu egois memahami makna adil.













