tadi pagi, aku berhenti di lampu merah perempatan mambo. satu belokan sebelum masuk ke area kantor. aku berhenti presisi, di belakang garis lurus di belakang lampu merah.
aku patuh pada peraturan. karena, apalagi sih yang aku miliki selain kepatuhan ku pada aturan?
itu pun terkadang. kalau ingat.
tapi pagi itu aku ingat. dan mungkin sedang tak terburu-buru juga. apa yang mau aku buru-buru? toh jadwal olahraga pagiku sudah lewat.
aku menunggu lampu berubah menjadi hijau. Lalu tiba2 ada kendaraan menyerobot di depanku. langsung mengisi ruang kosong di depanku. di depan garis lurus pembatas juga. pertama satu kendaraan, lalu di belakangnya berturut turut ada 2 kendaraan lain. total yang 'meneyrobot' jalanku ada 3 mobil. begitu lampu hijau menyala, kubiarkan mereka jalan duluan.
tumben kan. biasanya aku akan -setidaknya, memencet klakson- tapi tadi pagi, tidak. aku hanya diam saja melihat ke mana kendaraan tersebut melewatiku.
ternyata, di persimpangan depan. mereka belok kanan. aku belok kiri. mereka mendahuluiku, tapi belum tentu sampai di tujuan lebih dulu. aku juga gak tahu kan tujuan mereka ke mana. sedangkan aku, aku tahu tujuanku ke mana. gak kupikirkan lagi ke mana mereka yang memotong jalanku.
kenapa, dalam jenjang karir (dan permasalahan yang membuatku demotivasi dalam dunia corporateku lately) aku tidak bisa cuek seperti itu?
toh, jalan mereka yang tadinya di belakangku sekarang sudah di depanku (Dalam karir, well...) gak ada yang tahu. Sangat besar kemungkinan kita berbeda tujuan. yakan? siapa yang menjamin dia atau aku yang sampai di tujuan kita masing-masing lebih dulu. yakan?
yah...namanya juga hidup. who knows?