Prioritas yang berbeda
Weekend kemaren ketika aku membolehkan diriku untuk 'melihat' instagram -sebuah arena orang-orang untuk membuktikan eksistensi diri dan mendapatkan validasi dari orang lain, aku mendapatkan sebuah insight yang nampaknya bisa aku bagi di sini.
orang-orang memiliki prioritas yang berbeda dalam hidup. dan itu, terlihat dalam unggahan postingannya -terutama di weekend. ada yang isinya nongkrong di cafe-cafe lucu dan menyegarkan, ada yang isinya kumpul di tempat-tempat baru bersama orang-orang terdekat, ada yang (ini paling banyak di temlenku) orang-orang yang update tentang kehidupan dan pencapaian olahraganya, dan ada juga yang isinya aktivitas anak-anaknya (ini aku).
dan kabar baiknya, tidak ada diantara itu semua yang harus diributkan. ya terserah mereka kalau sabtu lalu mereka berhasil lari dengan pace 5, terserah mereka juga kalau minggu ini berhasil duduk di cafe waiting list itu. dan, buat aku gak usah merasa risih ketika ingin memposting kegiatan anak-anak.
gak usah masalah ketika aku ingin memposting percakapan anak-anak yang isinya gini:
her : ibu, apakah kristen dan katolik itu berbeda? - tentu saja kujawab iya, berbeda. Lalu dia melanjutkan pertanyaannya dengan sebuah pertanyaan yang menbuat aku sedikit berpikir:
"ibu, kalau orang kristen mau jadi katolik harus ngapain? diceburin ke air?"
dan, untuk sebuah pertanyaan yang diajukan di pukul setengah 12 malem. itu sungguh berat untuk tidak aku tertawakan.














