Keep in Silent ~
even if i there with the same feel and question and then i always asked it to Allah, now is better than last. Last? yes when i met him, him, and him who cares to me and the leave me with a break of all of my love to them.
Ah, that's just bad experience or bad story of love that have been case in my life.
But,, actually i asked to myself. Why when love someone who have choose me as his special person there is just lie, lie and lie?
There are some betrayal which make by them to me. Hoooaaa i really feel so badly. I know i just an ordinary girl who have a lot of love that i give to one person who i love. But, many tears when the betrayal therefore. and i also sucks person, well, i'm so badly, right?
after that story, aku memilih untuk tidak menjalin kisah asmara lagi, saat itu dalam waktu beberapa tahun, hingga tiba seorang pria yg benar-benar Allah tujukan untukku. :)
mungkin tepatnya 4tahun lebih untuk hanya memperhatikan dan mengagumi pria yang mungkin saat itu aku senangi, & aku hanya menunggu sampai ada seorang pria datang sesuai yang aku dambakan, aku tidak ingin berganti lagi, aku bukan tipe orang yang senang bermain dengan pengkhianatan, aku hanya bisa tulus tidak bisa mengkhianati, karena itu sakit.
aku hanya ingin pria yang mau serius denganku, yang berkomitmen dan tidak mengkhianati apa yang talah aku percayakan, aku hanya ingin seorang pria yang datang dan siap menjadi imam dalam setiap solatku kepada-Nya.
Bukan untuk main-main. Aku hanya menanti seorang yang untuk selamanya dalam hidupku dengan ketulusannya menyayangi, mencintai, dan kesetiaannya apapun yang terjadi di antara kita nantinya. Sampai akhir hidup ini, bahkan hingga dalam dekapan kematianpun ketiganya masih tetap terasa pada tubuh ini.
And now, aku telah bersama seorang pria yang datang secara tiba-tiba. yang kini terdapat sesuatu yang berbeda di antara kita.
Ya, satu itu, hanya satu. Kini, beda dengan dulu. Saat ini jauh lebih baik, aku mengerti bahwa pria ini sangat menyayangiku, bahkan sampai takut kehilangan diri ini, jiwa ini, ragaku ini yang bahkan sampai saat ini tidak ada baiknya sama sekali, aku hanya seorang yang menyebalkan dan bawel~
Aku pun demikian, bahkan saat dalam keheningan hati dan pikranku sekalipun walaupun aku tengah berada dalam keramaian, aku masih sempat terbayang akan sebuah harapan yang aku harap ia tau akan ini.
Sometimes i think, mengapa di saat aku kembali menyayangi seorang dengan setulus hatiku, setia padanya dan mencintainya dengan hatiku, namun masih saja ada satu yang menjadi pemisah?
Di manakah adanya kenyataaan itu?
Masih adakah secercah cahaya untukku melengkungkan senyum di wajahku ini?
Seringkali terlintas pertanyaan dibenakku, dalam pelukan hening malam, apakah kau seorang pria yang Allah tujukan untukku?
Akankah semua yang menjadi bayangan dalam doa di setiap sujudku ini terwujud? I hope really true... i don't think so if there's just be an illusion.
yang selalu terlintas adalah itu, kadang saat aku menoleh ke belakang, aku selalu setia dan menyayangi pria yang telah memilihku, tapi yang ada hanya pengkhianatan yang aku terima.
namun, saat ini ketika aku dengannya sudah sama-sama tulus dan setia menjaga apa yang seharusnya dijaga, mengasihi apa yang seharusnya, dsb lainnya, mengapa masih ada yang membedakan?
Apakah aku belum bisa untuk bahagia? Di manakah harapan itu, Yaa Robb-ku?
aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin , iman kita yang berbeda...
Tuhan memang satu, kita yang tak sama
Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi...
keyakinan yang memisahkan kita,
buatku bertanya adilkah ini? salahkah aku atas perasaan ini yang tak mampu menutupi aku masih cinta kamu...
*dua lagu ini sangat menyentuh, bahkan setiap kali terputar, rasanya tak bisa menahan airmata yang ada~
benar memang, Tuhan memang satu, kita yang tak sama...









