When u boys r crying and u cry with them
seen from China

seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States
seen from Philippines

seen from Belarus
seen from United States
seen from China
seen from Germany

seen from Türkiye
seen from Russia

seen from Türkiye

seen from Türkiye

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from Belarus
When u boys r crying and u cry with them
Nyari Kucing [Bagian 2]
Penulis skenario : Yuuki Yoshino
Waktu : Musim semi
Tempat : Lapangan samping sekolah
Chiaki! Chiaki! Dimana kau berada Chiaki?
Hei, Anzu. Apa cuma perasaanku aja atau memang orang-orang lagi pada ngelihatin terus bisik-bisik ngomongin diriku?
Hm, ternyata nyariin kucing sambil manggil-manggil pakai nama sendiri tuh aneh ya?
Firasatku aja sih bilang begitu.
Kalau kau sadar, harusnya bilang dari tadi sih.
Biarlah. Aku adalah pria yang bertumbuh menjadi lebih kuat dalam situasi sulit.
Tapi, kalau begini kita jadi kehabisan cara untuk mencari kucing itu.
Kalau saja bibi ada di sini, mungkin si kucing tidak akan terlalu waspada dan keluar dari persembunyiannya.
Di sekitarnya hanya ada orang-orang yang tak dikenal. Si kucing pasti merasa kesepian…
Ah, aku paham. Pada dasarnya, Akademi Yumenosaki membatasi orang-orang untuk memasuki wilayahnya.
Mau seberapa keras bibi menjelaskan bahwa kucingnya nyasar ke Akademi Yumenosaki, dia hanya akan diusir pergi.
Dulu pernah ada orang biasa yang berbohong kayak gitu biar bisa nyelonong masuk ke Akademi. Setelah kejadian itu, sepertinya aturan sekolah jadi lebih ketat.
Sekarang ini sekolah hanya dibuka pada acara-acara tertentu saja. Ketika ada tiket dijual, hari itu juga habisnya.
Peraturan tentang barang yang dilelang di pameran juga diatur secara ketat.
Bibi hanya kenalanku. Dia bukan keluargaku. Meskipun aku jelaskan kepada satpam di tempat masuk, tetap saja dia tidak akan diberi izin.
Karena itu aku harus mencari kucingnya. Aku tidak mau melihat bibi menjadi sedih.
Oh, maaf. Aku lupa kau juga bantu nyariin. Kalau berdua, kita pasti bisa menemukannya hari ini juga☆
Hm? Benar juga. Gimana kalau kita nyarinya mencar aja. Biar lebih efisien!
Mari saling menghubungi setiap 30 menit agar kita tidak tumpang tindih dengan tempat yang kita cari.
Kalau begitu, semoga beruntung☆
Tempat : Didepan auditorium
…Udah sore aja. Maaf membuatmu ikutan nyari sampai sore begini.
Kau tidak perlu merasa khawatir. Ini cuma karena rasa cintaku pada si kucing aja yang kurang, makanya dia tidak mau menjawabku…
Mungkin si kucing emang gak mau kalau bukan sama bibi.
Oh, aku malah menjadi tidak seperti diriku yang biasanya!
Gak boleh. Gak boleh. Aku adalah sekutu keadilan!
Seperti mentari yang menyinari dunia, selalu bersinar dengan terang… begitulah aku, Morisawa Chiaki dengan hati yang membara. Fuhahahahaha☆
Kau…menepuk pundakku untuk menghiburku ya? Terima kasih, Anzu!
Yosh. Ayo berjuang sedikit lagi! Dengan segenap perasaan ini, kita pasti akan menggapai si kucing. Fuha-
Akh, sakit!
Tiba-tiba mukul orang pakai kipas kertas gitu gak boleh lho.
Selain itu, kenapa kau memukulku…?
Hm? Semak-semak di sana gerak-gerak? Bisa jadi itu si kucing.
Biar gak kabur, mari kita mendekat dengan diam-diam.
Lah…Nyanko. Eh, Myanko. Eh, apa Chiaki kali ya?
Woah.
Cupcup. Kau pasti merasa takut. Tapi sekarang sudah tidak apa-apa!
Karena aku adalah sekutu keadilan yang menangani kasus ini, maka akan segera ku antar pulang ke tempatnya bibi.
Oh, kau merasa senang ya. Aku juga.
H-Hei, jangan jilat-jilat. Geli tau.
Rupanya kau ingat denganku ya?
Belakangan ini aku sibuk dengan urusan idol, jadi tidak sempat main ke rumah bibi.
Tapi, aku senang kau masih ingat denganku, Myanko☆
Uwah, dia kabur!? Anzu, tolong tangkap kucingnya!
Fyuh, hampir saja. Kalau masih kabur lagi, aku angkat tangan.
Terima kasih sudah membantu mencarinya. Sepertinya kucing itu juga suka padamu!
Dia menyipitkan matanya karena merasa senang. Dia bahkan ndusel di pipimu. Uuh, bikin iri aja!
Ah, Tidak usah. Aku juga pengen gendong sih. Tapi nanti malah kabur kayak tadi.
Kalau nyoba gendong lagi terus kabur lagi mungkin aku bakalan depresi… Gini-gini aku orangnya lemah mental.
Hm, aku boleh mengelus di belakang telinganya dan di sekitar lehernya?
Kau ini sangat tau ya caranya memperlakukan kucing!
Aku pernah dengar bahwa anjing paling ganas di sekolah ini juga berhasil ditaklukan. Apa kau adalah penjinak hewan…?
S-sakit.
Jangan memukulku dengan kipas kertas. Serius ini rasanya sakit banget lho.
Tuh, kucingnya jadi ikut ketakutan kan.
Cupcup. Jangan takut.
Mengelus-ngelus kepala kucing begini membuatku jadi ingin memelihara kucing.
Aku anak tunggal. Aku tidak punya saudara. Apa aku nyoba minta pelihara kucing ke orangtuaku ya?
Oh, selain itu, aku harus mengembalikan kucing ini ke rumahnya.
Ah, gimana kalau kau ikut juga? Soalnya kau sudah membantu mencari kucing ini.
Dan juga, kau anak yang baik. Bibi pasti akan suka padamu.
Yosh. Kalau sudah diputuskan begitu, mari kita berlari menuju rumah bibi!
Jika kau kelelahan di tengah jalan, aku akan menggendongmu. Tidak perlu khawatir!
Selain itu, mungkin tidak sopan berkata begini. Mencari kucing bersamamu terasa menyenangkan.
Gimana ya bilangnya? Aku merasa seperti kembali ke masa kanak-kanak.
Saat bersama Anzu, aku tidak pernah merasa bosan.
Rasanya aku jadi ingin selalu bermain denganmu.
Kau adalah seorang ibu pertiwi. Bagi kami, kau mungkin adalah sosok yang tak tergantikan☆
Nyari Kucing [Bagian 1]
Penulis skenario : Yuuki Yoshino
Waktu : Musim semi
Tempat : Depan air mancur
Hmm, di sini juga tidak ada ya?
Nyari di gedung sekolah juga gak ada. Kalau di sekitar sini juga tidak ada mungkin memang tidak ada di sekolah...
Kalau nyerah, terus gimana? Aku ini siapa?
Aku ini Morisawa Chiaki dengan hati yang membara!
Pahlawan Yumenosaki, dan juga pahlawan bagi tetangga sekitar...☆
Yosh, sekarang aku jadi lebih semangat! Pertajam panca inderamu, tarik nafas... fuu-ah...☆
Hm, di sana ya!
Woah, gesit amat loncatnya.
Hm, ciri-cirinya juga sama persis. Tidak salah lagi itu pasti kucing hilangnya☆
Tunggu, tunggu. Tidak akan ku biarkan kau kabur!
Tempat : Garden Space
Hmm. Hmmmmmm...
Harusnya sih tadi ke sini kaburnya. Hilang kemana lagi tuh kucing...?
Hm? Anzu. Kebetulan banget ketemu di tempat begini☆
Aku?? Aku lagi nyariin kucing. Kayaknya tadi kabur ke semak-semak sini, tapi gak nemu. Aku takut dia kenapa-kenapa.
Ah, bukan kucing peliharaanku. Tapi kucing peliharaannya bibi yang tetanggaan sama sekolah kita.
Belakangan ini kucingnya tidak pernah pulang dan bibi itu jadi murung.
Beberapa tahun yang lalu, dia kehilangan suaminya. Kemudian ia mulai memelihara kucing.
Dia menyayangi kucing itu layaknya anak sendiri. Kucingnya populer lho di kalangan para tetangga☆
Aku juga sering main ke rumah bibi itu. aku diberi makan cemilan dan juga minum teh. Aku jadi merasa berhutang budi padanya..
Kebetulan bibi itu punya cucu yang sama besarnya denganku. Ketika aku main ke rumahnya, aku biasa diberi 'sukonbu' atau 'acar persik'☆
......Yah, terkadang ada juga makanan yang rasanya agak kuat dan aku tidak suka. Tapi aku tidak boleh membiarkan kebaikan si bibi terbuang sia-sia.
Kalau sudah begitu, aku makannya ya sambil tutup hidung.
Gak nyangka juga aku bisa ngabisin makanannya!
Tapi, melihat wajah bibi yang terlihat sedih saat itu, hatiku jadi sakit.
Jadi, aku berusaha memakan apapun yang ia berikan. Kecuali terong... hanya terong saja yang aku tidak sanggup.
Waktu dia menyajikan terong goreng, saat itu aku sudah siap untuk mati...
Melihat terong saja aku langsung merinding! Tapi kalau disajikan sambil senyum gitu gimana mau nolaknya kan?
Pokoknya aku cuma ingat aku makannya sambil tutup mata, terus langsung telan-telan aja.
Uuh...Hanya dengan mengingat saat aku menyuapkannya ke dalam mulutku waktu itu saja rasanya bikin gemetaran.
Gak. Gak boleh! Sebagai sekutu keadilan masa gak bisa ngatasin sesuatu kayak terong!?
Tapi, bentuknya yang lonjong itu, dan rasanya itu. Pokoknya aku tidak bisa menerimanya...!!
Sebagai orang yang menyebut dirinya 'sekutu keadilan', aku ini sangat menyedihkan!
Anzu, pukul aku sekuat tenaga!
Hm? 'Pakai kipas kertas boleh gak?' Iya, pakai apa aja boleh!
Sadarkan diriku yang sedang dihantui oleh terong ini!
...Akh, sakit! Emang sih aku bilang pukul sekuat tenaga. Tapi mukul pakai kipas kertas pun gak ada ampunnya ya.
Tapi, berkatmu aku jadi kembali sadar! Kekuatanku kembali penuh. Fuhahahaha...☆
...Gawat! Gara-gara pukulanmu tadi, aku jadi lupa kita tadi lagi ngomongin apa!?
Hmm, kayaknya kita tadi lagi ngomongin terong dan hubungan sebab-akibat di dunia ini...?
Uuh...Terong...Terong...Uuuuuuuh...
Ha, aku ingat! Aku lagi nyariin kucing.
Kalau begitu, bertemu denganmu-
Benar, kucingnya gimana? Jangan-jangan udah kabur gara-gara kita ribut-ribut tadi?
Maaf, Anzu. Bagaimanapun juga aku harus menemukan kucing itu.
Jika kau melihat seekor kucing yang mengenakan pita merah dilehernya, jangan lupa telepon aku.
Kalau begitu, sampai jumpa Anzu.
Akh, sakit!?
Tiba-tiba dipukul pakai kipas kertas gitu aku kaget loh.
Apa?? Kau mau ikut bantu nyariin kucingnya?
Tentu saja aku merasa berterimakasih kalau kau mau membantu.
Begitu ya. Kau ini anak baik yang berhati mulia. Cupcupcup
Woah, ini bukan saatnya untuk mengelus kepalamu. Nanti aku lanjutin lagi ngelusnya setelah kucingnya ketemu. Sekalian nanti aku peluk juga...☆
Ciri-ciri kucingnya?? Seperti yang ku bilang tadi, dia memakai pita berwarna merah dilehernya. Selain itu bulunya berwarna putih bersih dan imut-imut juga kucingnya.
Namanya Myanko apa Nyanko ya...?
Maaf. Setiap aku main ke rumah bibi itu nama kucingnya gonta-ganti terus. Jadi mana yang benar aku juga gak tau.
Menurut bibi yang melihara, nama yang manapun lucu jadi dia tidak bisa memutuskan.
Akibatnya jadi susah karena si kucing juga gak tau namanya sendiri.
Apa karena pernah dipanggil 'Chiaki' ya?
Dia pernah merespon saat dipanggil pakai namaku.
Hm? Kalau begitu, gimana kalau kita keliling sambil manggil-manggil si kucing pakai namaku?
Ide bagus, tapi namaku dipanggil berulang-ulang olehmu rasanya memalukan...
Biarlah! Jika dengan itu kita bisa menemukan kucingnya, aku akan menutup mata pada rasa malu yang tidak seberapa ini!
Yosh. Mari lantangkan suara kita! Fuhahahaha☆
Night Watch
Penulis skenario : Akira-sensei
Waktu : Musim semi
Tempat : Dapurnya Garden Terrace
Fuhahaha! Sekutu Keadilan, tiba dengan mempesona·····☆
Adakah anak yang sedang merasa ketakutan di malam hari ini! Adakah anak yang sedang membasahi bantalnya dengan air mata saat ini!
Selama ada Morisawa Chiaki dengan hati yang membara ini, tak perlu lagi merasa takut akan mimpi buruk!
Aku datang untuk menyelamatkan kalian!
Akademi Yumenosaki akan ku lindungi·····☆
Fuhaha! Fuhahaha! Fuhahahahahaha!
Serem! Ternyata suasana sekolah di malam hari lebih menyeramkan dari yang aku bayangkan!
Aku mencoba berisik biar lebih berani, tapi suara tawaku yang menggema malah jadi bikin takut! Siapa saja tolong aku!
Oke, tenang. Jadilah cool Morisawa Chiaki!
Berkepala dingin dan semangat yang membara adalah sifatku sebagai sekutu keadilan.
……Hwaaaaah!? Bi-bikin kaget aja. Siapa itu? Ada orang ya di situ!?
A-a-a-aku gak takut lho! Maju sini, aku akan melawanmu!
Aku?? Aku adalah Morisawa Chiaki dengan hati yang membara, sang pelindung Akademi Yumenosaki, seorang 'sekutu keadilan'! Wahahahaha☆
……Ah, maaf. Nampaknya aku malah membuatmu jadi takut.
Setelah dilihat-lihat, ternyata murid pindahan ya?
Selamat malam. Kebetulan banget. Lagi ngapain di tempat begini?
Kirain hantu tadi yang muncul. Aku sampai merinding lho!
Dasar iseng.
Eh? Mau ngambil barang yang ketinggalan?
Begitu ya. Kalau sendiri saja rasanya sepi kan! Tapi tenang saja, Morisawa Chiaki ini akan melindungimu☆
Tapi, di tempat begini barang apa yang ketinggalan?
Di sini dapurnya garden terrace lho. Setauku, bahkan siswa biasa tidak boleh mendekati tempat ini.
Belakangan ini kau sering memasak ya. Apa kau membuatkan sesuatu untuk anak-anak Trickstar?
Aku merasa kagum. Karena ada pahlawan tanpa tanda jasa sepertimu lah yang membuat idol jadi bersinar☆
Ngomong-ngomong, aku merasa lapar☆
Aku akan mencarikan barangmu yang ketinggalan itu.
Selagi itu, aku akan merasa senang jika kau membuatku sesuatu. Yang sederhana juga gak apa.
Enak ya bisa masak. Memang cewek banget·····♪
Hm? Aku??
Aku sedang bertugas sebagai 'sekutu keadilan'! Kami Ryuseitai membuat kotak surat kami sendiri! Kemudian menyelesaikan berbagai permasalahan yang dikirimkan ke situ!
Menyelesaikan permasalahan fans kami yang anak-anak, secara drastis meningkatkan rasa suka orang-orang terhadap kami!
Contohnya saja 'pojok konsultasi masalah' yang dipublikasikan di media sosial sekolah, itu cukup populer lho♪
Ini adalah bagian dari kegiatanku sebagai idol. Aku juga menjelaskannya pada member yang lain!
Jika orang lain tersenyum, aku pun ikut merasa bahagia☆
Karena kegiatan ini berdasarkan pada hobiku sendiri, jadi member Ryuseitai yang lain tidak terlalu mau membantu…?
Kali ini, aku sedang menyelidiki kasus tentang bayangan misterius yang sering terlihat di dapur garden terrace pada saat malam hari.
Murid-murid jadi merasa ketakutan, makanya aku harus menyelesaikan kasus ini segera!
Menurutku sih bukan hantu! Kalau misalnya orang yang mencurigakan bisa jadi masalah nanti.
Keamanan di Akademi Yumenosaki sangat ketat. Dan sepertinya aku tidak perlu khawatir akan hal itu…
Wah, malah jadi ngobrol panjang.
Maaf, maaf. Karena kalau sendirian aja rasanya sepi, jadi kebablasan. Syukurlah ada murid pindahan di sini.
Walaupun cuma bikin cemilan malam, tapi kita perlu bahan-bahan. Mari kita ambil saja apa yang ada di kulkas ini. Hehe.
……Hm? Jangan bergerak, murid pindahan! Jangan bersuara juga! Ada suara seperti seseorang sedang berjalan menuju kemari!
Ada yang datang! Bersembunyilah di belakangku. Aku akan melindungimu!
Siapa!
Sebutkan namamu!
Wahai penjahat!
Aku akan menjadi lawanmu!
Sagami Jin : Woah, bikin kaget aja.
Sagami Jin : Lah, Morisawa, kau ngapain di tempat begini?
Chiaki : Hm, Pak Sagami! jadi wujud asli dibalik bayangan misterius yang sering muncul di dapur malam-malam itu Pak Guru?
Sagami Jin : Hah? Lagi-lagi kau bermain jadi 'sekutu keadilan' ya? Kau ini sudah SMA. Segeralah lulus dari kelakuanmu yang begitu.
Sagami Jin : Kalau dilihat dari sisi pengkhayal, seperti idol sih.
Sagami Jin : Ada, ada. Bir yang aku sembunyikan diam-diam. Cuma bisa menjilati alkohol untuk desinfektan itu menyedihkan. Jadi aku menyimpan ini untuk diminum saat bekerja di malam hari.
Chiaki : Sake itu gak baik buat kesehatan loh, Pak Sagami…
Chiaki : Selain itu, jadi begitu ya kebenarannya. Wujud asli dari hantu sebenarnya hanyalah rumput yang bergoyang. Hasil akhir yang membosankan.
Chiaki : Tapi, syukurlah bukan hantu. Hari ini pun kasus terselesaikan dengan baik☆
Sagami Jin : Iya, iya. Kerja bagus. Kau ini juga idol. Jangan keliaran gak jelas malam-malam begini. Hati-hati pulangnya.
Chiaki : Baik! Setelah mengantarkan murid pindahan sampai ke rumah dengan selamat, aku akan langsung pulang! Fuhaha. Sepertinya aku akan mimpi indah malam ini.
Sagami Jin : Hm? Murid pindahan? Apa yang kau bicarakan? Mana murid pindahannya?
Sagami Jin : Sejak awal, tidak ada siapapun di sini selain dirimu.
Chiaki : E-eh? Tapi di belakangku! Tadi dia bilang mau ngambil barangnya yang ketinggalan…?
Chiaki : G-Gak ada! Dimana kau, murid pindahan? Jangan bercanda yang gak lucu gini ya!
Chiaki : Sa-sampai tadi, ada di sebelahku lho! Aku lihat kok orangnya, Pak Sagami!
Chiaki : J-Jadi, aku ini sebenarnya dari tadi ngobrol sama siapa…?
Chiaki : Hi-Hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiieeeeeee.
Morisawa Chiaki [Sub Story 3]
Penulis skenario : Yuuki Yoshino
Waktu : Musim semi
Tempat : Lapangan Akademi Yumenosaki
Kau yang mengalihkan pandangan ketika melihatku!
Um, benar. Kalau tidak salah... kau teman sekelasnya Akehoshi kan?
Aku adalah Morisawa Chiaki! Leader-nya Ryuseitai dan juga Morisawa Chiaki si kapten klub basket!
Aku sudah pernah menyebut diriku begitu? Karena ini hal penting, jadi aku menyebutkan tentang diriku 2 kali.
Dengan ini, aku telah meninggalkan kesan agar kau tidak melupakanku!
...Um, pertanyaan bagus!
Kenapa aku pagi-pagi begini pakai baju buat ngidol? Karena setelah ini klub basket ada latihan pagi!
Tapi, aku tidak menyukai pagi hari. Bahkan hatiku yang membara ini jadi lemah lesu.
Tapi tidak boleh begitu! Aku tidak boleh menghindarinya hanya karena tidak suka. Karena itu aku mengenakan baju ini!
Dari wajahmu, sepertinya kau tidak paham.
Walaupun sudah menunjukkan semangat membara seperti ini, tapi tetap tidak dipahami, artinya aku masih belum seberapa ya
Kalau begitu, biar aku jelaskan! Kostum ini warnanya apa?
...Merah. Benar, merah membara! Terus kalau ngomongin leader pahlawan sentai, biasa warnanya apa?
Benar, merah juga! Dengan mengenakan baju merah maka hatiku juga akan ikut jadi merah membara!
Itulah tujuanku mengenakan kostum ini untuk latihan pagi!
Murid pindahan, kau sudah mengerti ya? Cupcup, anak baik.
Untuk anak baik, boleh salaman denganku.
Eh? Kenapa kau malah menjauh dariku? Apakah kau tidak merasa kagum pada pahlawan sentai?
Aku kagum lho! Tidak ada anak cowok yang tidak kagum melihat pahlawan berhasil mengalahkan lawannya!
Oh ya, kau perempuan. Mau bagaimana lagi kalau memang tidak merasa begitu.
Tapi, tidak ada ruginya juga mengetahui hal ini. Cowok itu mengagumi pahwalan.
Dan juga, jika bisa bersalaman dengan orang yang kita kagumi, maka kita akan merasa menjadi tokoh seperti dia.
Nah, ayo salaman denganku biar bisa merasakan rasanya jadi seorang pahlawan!
…Tidak usah ya?
Kau ini orangnya tidak serakah ya.
Tapi, begitu juga tidak apa-apa.
Sudah jam segini ya?
Aku menyesal harus berpisah, tapi aku harus pergi.
Sampai kita ketemu lagi, sehat-sehat selalu ya murid pindahan!
Morisawa Chiaki [Sub Story 2]
Penulis skenario : Yuuki Yoshino
Waktu : Musim semi
Tempat : Garden Terrace
Ah, murid pindahan ya. Tempat duduk? Hari ini aku makan sendiri, jadi tidak masalah kalau kau mau duduk di situ.
Haaa… Hm? Kau khawatir dengan kesehatanku?
Terima kasih, murid pindahan. Tapi, ini bukan karena aku sedang tidak fit. Malahan aku sangat sehat!
Benar. Andai saja dia tidak ada, aku pasti akan semangat seperti biasanya!
Guh. Ternyata pahlawan pun punya musuh bebuyutan…!
Dari wajahmu, sepertinya kau tidak paham tentang apa yang sedang aku bicarakan, murid pindahan.
Aku bisa saja mengatakan yang sebenarnya, tapi sebelum itu berjanjilah padaku.
Dengarkan ini dan jangan beritahu orang lain.
Tentu saja aku yakin kalau murid pindahan bukan tipe orang yang suka ngomong sana-sini!
Tapi bisa saja bakalan gitu! Makanya, aku peringatkan dulu!
Begitu ya. Kau berjanji tidak akan pernah mengatakan ini pada siapapun!
Cupcup. Kau memang anak baik, murid pindahan.
Maaf, rambutmu malah jadi berantakan gini.
Sini aku rapiin pakai tangan. Eh, tapi murid pindahan kan perempuan ya.
Gara-gara kau punya kesamaan dengan Akehoshi, aku malah menganggapmu sebagai laki-laki, bukannya perempuan.
Hahaha. Maaf ya, murid pindahan!
Mengobrol dengan murid pindahan terasa menyenangkan. Tapi waktu adalah uang! Kembali ke masalah tadi!
……Sebenarnya aku tidak suka terong sampai-sampai tidak sanggup untuk memakannya.
Hal pertama yang tidak aku sukai dari terong adalah penampilannya!
MELIHAT BENTUKNYA YANG LONJONG ITU SAJA BISA MEMBUATKU MERINDING!!!
Duh, padahal lagi ngomongin sesuatu yang rahasia, malah kebawa emosi jadinya ngomongnya teriak.
Penampilannya itu… walaupun memakannya sambil menutup mata, tetap saja rasanya tidak bisa menipu kan?
Tapi, aku ini laki-laki! Walaupun tidak suka, aku tidak boleh terus-terusan melarikan diri dari terong!
Karena itu, aku memesan menu mapo terong ini… Yah, aku benar-benar menyesal…
Tapi, jika aku ganti memesan menu lain, aku akan kesusahan bulan ini!
Mau pesan menu lain tapi aku gak punya uang!
Terus, aku harus gimana? Gak ada pilihan selain menghabiskan mapo terong ini kan!
Aku tidak masalah jika dianggap sebagai pecundang. Aku pahlawan yang payah… Di hadapan musuhku, aku malah tidak sanggup menggerakkan kaki…
Apa??? Kau mau kita tukaran makanan, murid pindahan?
Terima kasih, aku sangat berterimakasih! Aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu ini seumur hidupku, murid pindahan!
Morisawa Chiaki [Sub Story 1]
Penulis skenario : Yuuki Yoshino
Waktu : Musim semi
Tempat : Ruang kelas
OSSU! AKU ADALAH MORISAWA CHIAKI DENGAN HATI YANG MEMBARA! SALAM KENAL☆
Maaf, kaget ya? Tenang saja! Aku bukan orang yang mencurigakan kok!
Malahan aku ini kakak kelas yang 'kuat, dapat diandalkan, dan pemberani'.
Aku ini dikenal sebagai 'nice guy' di kalangan adik kelas!
Menurutku aja sih! Aku percaya itu! Hati yang percaya melahirkan ikatan!
Ngomong-ngomong, ini benar kelasnya Akehoshi kan, ya?
Benar, Akehoshi Subaru! Yang klub basket itu! Dan aku adalah ketua dari klub basket!
Sampai sini paham kan? Paham kan ya, tentang diriku?
Cupcupcup anak baik. Sini aku peluk☆
Oh, maaf. Kau perempuan ya.
Gak boleh main peluk-peluk aja ya?
Hahaha Aku ini sepertinya punya kebiasaan suka meluk-meluk orang sembarangan.
Maaf jika membuatmu terkejut! Tapi aku percaya!
Jika kita berusaha menghubungkan hati yang satu dengan yang lain maka kesalahpahaman pun akan sirna, dan kemudian ikatan pun akan terlahir!
Jadi di sini ya tempat dimana si Akehoshi itu belajar dan juga tempat dimana ia memakan bekalnya.
Aku bisa merasakannya! Aku bisa merasakan Akehoshi dengan sangat! Aroma dirinya dan hawanya yang masih tertinggal, aku bisa merasakannya di dalam dadaku ini!
Haha, aku sekarang menjadi satu dengan Akehoshi...!
Eh? Kenapa kau menatapku seperti sedang melihat orang mesum? Aku disalahpahami lagi ya?
Tenang saja! Aku bukan orang mesum!
Kembali ke topik utama!
Sebenarnya ada barang milik Akehoshi yang ketinggalan di ruang klub, aku kemari untuk mengembalikannya!
Jadi, barang yang ketinggalan ini aku letakkan di atas mejanya saja. Aku minta tolong padamu untuk menyampaikannya ya!
Um, dengan ini urusanku beres!
Tapi tempat ini membuatku terkenang masa lalu. Ruangan kelas dua...
Hari-hari ketika aku sepenuhnya merentangkan gairah masa muda yang membara! Ah, masa mudaku!
Wahai diriku saat kelas dua dulu, apakah kau bisa mendengarnya! Aku sekarang telah tumbuh menjadi pria yang lebih hebat!
Seperti mengembalikan barang milik adik kelas yang ketinggalan, aku bahkan menjadi sosok kakak laki-laki yang hebat!
Hahaha. Bukan saatnya untuk bersenang-senang, Kalau kelamaan nanti malah mengganggu. Kalau begitu aku permisi!
Aku akan keluar bersamaan dengan tepukan tangan!
Selamat tinggal, wahai gadis yang tak ku ketahui namanya! Kita bertemu di sini pasti ada alasannya. Aku harap kau akan mengingatnya! Tentang diriku ini!
Aku adalah Morisawa Chiaki dengan hati yang membara! Jika ada masalah, bergantunglah padaku!
💫💫💫 . . . Umm can’t think of a caption but me and @arashinarukami_ did a chiakao shoot in August!! I actually forgot to post selfies of the day but LOL it was a trip.... our Kanata got horribly ill so it was me and Kaoru trying to nurse the fish back to health, and then she got right back up to take our photos in the super dramatic grassy fields of the beach line akdmdldo it was an insane day WITH CRAZY RESULTS. It’s such a dramatic shoot the air definitely feels different so please enjoy 🙏❤️ it’s also going to be featured in full in the Enstars Rare Pair Zine on Twitter!! Please go check it out! Enjoy our BL cover looking pics 😘 Photographer was our come back to life fish @sepheriah and Kaoru is Khari!! . . #あんさんぶるスターズ #ensemblestars #ensemblestarscosplay #cosplay #cosplayer #crossplay #crossplayer #kaoruhakaze #羽風薫 #hakazekaoru #守沢千秋 #morisawachiaki #chiakimorisawa