‘Bawa Perasaan’ yang Didiskreditkan
Ada dua sisi yang tidak bisa kita pungkiri. Positif atau negatifnya tergantung pada bagaimana kita memaknai dan menyikapi.
Ngrasa nggak sih? Kalo banyak dari kita yang seringkali mendiskreditkan istilah ‘baper’. Kemungkinan karena ‘Bawa Perasaan’ seringkali disandingkan dengan perilaku yang cenderung berlebihan.
“Jangan baper dong!”
“Gitu aja kog baper.”
Seolah ‘baper’ dianggap sebagai suatu hal yang negatif.
Padahal, bukankah ‘perasaan’ itu yang membuat kita menjadi seutuhnya manusia?
Bisa bayangkan apa yang akan terjadi jika manusia tak Tuhan berikan ‘perasaan’?
°·Ƒirashofura | 2 Februari 2019 22:33











