
#batman#dc comics#dc#dick grayson#batfam#batfamily#dc fanart#tim drake

seen from United States
seen from United States

seen from Pakistan
seen from United States

seen from United States
seen from Canada
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from United States

seen from France
seen from United States
seen from China
seen from Germany
seen from United States
IBU PENCURI BAWANG demi untuk bertahan hidup, Ibu maling duit rakyat, maling demi untuk melampiaskan HEDON
Begitulah negeri ini entah kapan akan benar-benar berpihak pada masyarakat.
"Semua sama di hadapan hukum" (equality before the law) adalah prinsip fundamental dalam negara hukum, yang menyatakan bahwa setiap orang, tanpa memandang status sosial, jabatan, atau kekayaan, harus diperlakukan sama di bawah hukum. Ini berarti hukum berlaku untuk semua orang dan tidak ada pengecualian, termasuk aparat penegak hukum dan pemerintah."
Bahwa semua orang memiliki hak yang sama untuk diperlakukan adil oleh hukum, tanpa adanya diskriminasi.
Catatan Tinggal Bersama saat KKN untuk Berhidup dan Pernikahan
Pernah ada kekhawatiran dengan bagaimana kita hidup bersama setelah menikah dengan orang asing? Aku yakin semua juga pernah. Khawatir tidak bisa saling terima, khawatir diri kita tidak sebaik yang diharapkan, dsb.
Kuliah Kerja Nyata adalah salah satu miniatur tinggal bersama orang asing. Waktunya bisa dari satu hingga dua bulan. Pada masa itu, kita tidak cuma tinggal di satu atap yang sama di kontrakan, tetapi juga harus menghadapi perbedaan pribadi manusia yang ada di dalamnya.
Di catatan ini, aku ingin menuliskan sesuatu yang mengganjal di pikiran aku mengenai hidup bersama orang lain. Karena, ternyata tidak semua manusia punya kepekaan dan tahu common sense yang sama. Sedangkan saat menikah nanti, kita tidak tahu bentuk kebiasaan didikan orang tua seperti apa pada sosok yang kita nikahi–kecuali setelah ijab qabul dan tinggal bersama.
Semoga dengan catatan ini, kita jadi bisa berbenah selama masih sendiri. Jika sudah menikah pun, inilah titik baliknya.
✨ Rumah Bersama, Bersihkan Bersama
Aku sering berpikir, kebersihan dan bagaimana bersih-bersih itu adalah common sense–alias sesuatu yang semua orang sudah tahu. Dididik oleh orang tua yang selalu menganggap aku tidak bisa bersih-bersih mau segimana aku berusaha, tentu aku jadi overthinking bagaimana jika teman satu KKN aku tidak betah hidup bersama?
Tapi ternyata, aku bukan yang terburuk 😁
Menurut aku, seharusnya sebagai manusia kita bisa begini:
Sebelum menaruh piring bekas makan ke wastafel, buang dulu sisa makanannya. Aku cukup kaget dengan kenyataan bahwa teman perempuanku juga masih belum punya kesadaran ini. Padahal tempat sampah dan wastafel itu dekat.
Kita yang bikin kopi–atau energen, kita juga yang simpan bekas gelasnya. Di ruang tengah dekat dispenser itu, sering tertinggal banyak gelas bekas minuman manis. Teman laki-laki yang mampir juga (karena kontrakan perempuan dijadikan base camp utama), sering meninggalkan ‘bekas duduk’ dalam keadaan berantakan. Puntung rokok sana sini. Berkas martabak tidak dibuang. Gelas kotor kopi tidak habis.
Like, kenapa sih susah banget untuk jalan ke dapur doang buat simpan bekas minumnya? Apalagi kalau minum dengan air gelas kemasan. Sering banget ngga habis, tapi masih ambil lagi yang baru karena tidak tahu punya dirinya yang mana. Jadi, sampahnya semakin banyak.
Membuang sampah ke tempatnya. Ini betulan, lho. Kemampuan yang satu ini memang tidak semua orang punya. Padahal di dapur itu, trash bag sebesar gaban. Tapi kalau punya sampah, apalagi bekas jajan di luar, ditaruhnya di samping trash bag, bukan dimasukkan ke dalamnya #capek
Ini belum membicarakan pemisahan sampah dan pengelolaan. Hopeless sekali rasanya untuk bikin dunia sedikit lebih bersih.
Bak mandi itu bukan kolam benda mandi. Kamar mandi di kontrakan itu lega. Baknya juga besar. Airnya selalu penuh, alhamdulillah. Tapi, bungkus pewangi dan detergen banyak tertinggal; pasta gigi dan sabun jatuh ke bak dan tidak diambil. Mandinya gimana sih? Barbar banget perasaan :(
✨ Peka dengan Rumah dan Tata Letak Barang
Ngga, ini ngga sedang membicarakan desain interior. Ini membicarakan bagaimana kita memperhatikan rumah agar urusan hidup jadi mudah.
Barang yang kita butuh pasti ada, cari dulu. Benda berguna itu, kalau tidak dicari ya tidak ketemu. Dicari di mana? Di tempat lazimnya sebuah benda ada. Misalnya, kalau di ruang tengah ada bupet, kemungkinan besar kita akan menyimpan benda seperti gunting dan solasi. Kalau di dapur ada lemari, di dalamnya bisa jadi ada mangkuk, gelas, sendok atau bumbu masak.
Sering banget di kontrakan KKN itu ributnya duluan ini di mana, itu di mana. Padahal jawabannya simpel, ada di bupet atas. Tapi entah kenapa badan itu enggan untuk mencari dulu di bupet sebelum ribut 😭Hal ini juga terjadi karena diri yang jarang beres-beres kalau aku lihat. Karena bagi yang membereskan, dia sih tidak akan ribut.
Benahi apa yang tidak pada tempatnya. Salah satu keonaran yang terjadi di awal tinggal adalah tirai lepas dari tempatnya, karena ditarik terlaulu bertenaga. Jadi, kami harus memasangkan tirai ke tempatnya lagi. Aku pikir ya sudah, ini masalah sepele dan satu-satunya kejadian.
Ternyata tidak :’) memang ada satu anak yang tiap buka tirai itu begitu. Sampai tirai kamar juga kejadian di hari terakhir.
Tidak masalah atas lepasnya tirai itu. Tapi kenapa sih, setiap lepas, tidak langsung dipasang lagi tirainya! 😩 Begitu terus. Sampai harus orang lain yang turun tangan.
Rumah adalah ruang privat, di dalamnya ada aurat. Meskipun sesama perempuan, tetap ketuk pintu dulu saat masuk rumah atau kamar. Meskipun itu base camp, biasakan untuk salam dulu dari luar, bukan asal masuk. Sering banget laki-laki itu masuk ke kontrakan tanpa ketuk atau salam. Jadi, aku posisikan rumah bukan ruang privat.
Menurut pandangan aku memang kebiasaan penduduk desa seperti itu. Apakah saking akrabnya atau memang ngga ada pemahaman tentang ruang privat orang lain, yang mana itu bukan rumah si tamu. Dan memang pihak laki-laki pun tidak menghargai keberadaan kamar. Jadi, sering banget–terutama ke kamar depan, langsung melongokan kepala (bahkan saat pintu ditutup juga asal dibuka). Redflag banget sih buatku lawan jenis yang seperti itu :(
✨ Permudah Urusan Bersama dan Finansial
Aku mengambil posisi sebagai bendahara di KKN. Alasannya? Biar jadi orang penting, haha. Soalnya aku introver banget, jadi harus punya daya tarik. Dari ini jugalah aku bisa tahu karakter orang bagaimana.
Inisiatif menolong. Sudah tugas bendahara untuk serah terima uang. Membelikan sesuatu juga okelah–meskipun aku merasa harusnya dibedakan antara mengelola uang dan membelikan sesuatu dari uang. Tapi, jika membandingkan bagaimana orang lain di KKN bersikap padaku soal beginian, aku prefer dimintai uang oleh seseorang dan orang itulah yang beli sesuatu–dibandingkan aku disuruh beli ini dan itu.
Ada dua orang yang aku hindari banget, sampai aku ada di posisi tidak mau bertemu mata dengan orang itu, saking lelahnya dengar kalimat, “Teh, beli ini ya. Beli itu ya. Pakai uang Teteh dulu kalau dikas ngga cukup. Teh, ini habis. Teh, ngeprint ya. Teh beli kertas, ya. Teh, kalau benda itu ngga beli? Teh, bikin mading ya, beli bahannya.” Capek banget.
Uang bersama dan tahu harga. Memiliki sense of belonging terhadap uang bersama itu penting. Aku selalu pengen menangis tiap ada struk Indomart datang. Soalnya, Indomart itu bahkan harga barangnya lebih mahal dari Alfamart :’) Kalau dipikir-pikir, memang latar belakang gaya hidup di keluarga masing-masing juga menjadi faktor kenapa bisa boros uang.
Tahu diri. Dalam artian, tahu mana kebutuhan diri dan bersama. Aku sempat sakit dan harus pulang ketika KKN. Karena bendahara cuma seorang, jadi aku titip ke sekretaris. Ternyata, sampai sabun mandi juga dibebankan ke uang kas.
Kemudian juga harus tahu diri soal belanja makanan. Anggaran hanya 25rb perhari untuk masak, tapi sekali belanja sering sampai 70rb ketika aku ngga ada. Itu pun pernah sekali waktu, minyak goreng habis dan ngga ada yang peka beli. Lalu uang 70rb itu buat apa saja seharian ini? :(
✨ Memiliki Sifat Sayang dan Kemampuan Diri Secara Umum
Kalau di dalam bahasa Sunda, disebutnya nyaah (read: nya-ah). Sifat ini akan membuat kita juga jadi mampu mengelola rumah.
Makanlah makanan yang ada. Salah satu masalah besar kita di KKN adalah, seringnya membuang-buang makanan. Baik nasi, lauk, cemilan basah, dst. Ngga ada yang mau makan nasi hasil masak tadi malam, padahal masih enak dan layak. Jadi, masak nasi baru, hhh. Lauk terbuang juga sering banget, padahal hasil masak susah-susah. Jadi, aku lebih sering makan terakhir untuk menghabisi apa yang tersisa.
Bertanggungjawab sebelum pergi. Kita sering kelimpungan karena orang terakhir yang pegang kunci kontrakan tidak menitipkan kunci pada yang ada saat dia pergi.
Kita pernah kelimpungan karena sekretaris yang tidak mengecek lembar pengesahan proposal yang belum ditandatangan, dan surat-menyurat yang belum dibuat dan dicetak–karena dia mendahulukan pergi ke acara sekunder di kampus.
Beberes saja langsung. Ini terjadi menjelang pulang dari KKN kemarin. Apa yang aku lihat, lebih sering kita ribut untuk ayo bersih-bersih, dibandingkan melakukannya. Sampai di titik akhir sebelum benar-benar pergi, aku kesulitan sendiri karena kukira masih akan bersihkan bekas sampah dan lantai dulu.
Aku mau curhat:
Ketidakpekaan akan bersihnya rumah itu sempat bikin aku shock saat: 1) kembali ke kontrakan setelah selesai isolasi mandiri, dan 2) H-1 penarikan karena aku ke Indramayu dulu hari itu, tetapi barang-barang aku sudah kubereskan. Ketika selesan isoman, aku lihat keadaan kontrakan kotor dan berantakannya bukan main, seperti tidak pernah dibersihkan. Sampai aku heran, kok betah. Begitupun saat H-1 pulang, hanya peka pada barang sendiri dan menyisakan rumah masih kotor lalu lebih memilih pergi ke korsel :’) jadi malam itu sendirian aku bereskan semua yang ada. Dan memang betul, kan, besok ngga ada jam bersih-bersih dulu, cuma bacotnya saja. Sampai aku bilang ke orang yang berisik mulu, “mau bersih-bersih? Kalo menurut kamu apa yang harus dibersihkan? Dapur? Yaudah ayo beresin dapur.” Dan tidak terjadi dia beresin dapur. Kan? Berisiknya saja. Kesel 🙃 alhamdulillah, Allah jadikan bersih-bersih kontrakan sebagai cara aku meredakan rasa kesal selama dua hari itu. People always be like, “jadi anak kampus jangan kupu-kupu. aktif organisasi ina inu.” Padahal aku hanya menyeimbangkan dunia, karena anak organisasi tidak otomatis bisa mengorganisir rumah.
Milikilah sifat teliti atau memeriksa dengan baik. Ketika urusan proposal sedang kacau, ada satu orang yang dengan santai ingin ambil proposal yang sudah jadi. Lalu aku tanya, lembar pengesahannya yang itu sudah ada dan ditandatangan belum. Dia bilang, “ngga tahu.” 🙃
Aku bilang, kan, coba periksa dulu. Lalu dia buka proposal, tapi tidak dari halaman pertama (padahal lembar pengesahan ada halaman dua). Dia tanya, “di mana sih lembar pengesahannya?” Aku dengan sangat gemas bilang, “coba kalau buka proposal dari halaman pertama dulu.” Ketemulah itu halaman lembar pengesahan.
Mampu mengambil keputusan sendiri. Masih dengan orang yang sama, yang aku amati dia lebih sering mengatakan tidak tahu dan terserah padahal urusan itu terkait banget dengan kepentingannya dia.
Menurut aku, ini dipengaruhi oleh didikan orang tua yang selalu memilihkan keputusan untuk anaknya. Dari mana aku tahu? Saat lebaran idul adha, mamanya ke sini dan pola itu bisa langsung aku indra ketika dia berada di dekat mamanya dan bagaimana mamanya berkomunikasi dengan dia.
Bayangkan jika menikah tetapi mengambil keputusan sendiri saja tidak mampu? Mau jadi pernikahan seperti apa :’)
—
Buatku, ini mengerikan. Hal-hal yang menjadi catatan itu, soalnya tidak terjadi pada satu orang dan satu waktu saja. Tinggal dalam waktu satu bulan seperti itu saja aku sudah pusing setengah sadar, sampai sering ingin main keluar berdiam di mana–karena kalau tidur tidak mungkin.
Ada catatan tambahan, ini terkait bagaimana laki-laki dan perempuan yang saling peduli berkomunikasi.
Namanya juga KKN, cinta lokasi pasti terjadi. Betul? Ada satu pasangan yang progresnya lancar, yaitu kormanit dan salah satu teman kamar aku–di mana dia selama ini ya ke mana-mana berempat dengan teman kamar lainnya (aku tidak termasuk). Setelah dekat banget, akhirnya teman perempuanku ini lebih sering bersama kormanit. Banyak perubahan terjadi.
Dia jadi lebih sering tidur terlambat karena menemani kormanit. Dia jadi mengurusi barang-barang si laki-laki, ya dititipkan ini dan itu. Baju laki-lakinya disetrika-kan, kalau pengen kopi dibuatkan, saat lelah dipijiti.
Aku yang melihat itu semua sebagai orang lain merasa, kenapa temanku ini jadi lebih lelah justru setelah ada cowok yang mendekati? Dan aku tuh tidak suka the way si cowok selalu kode-kode bikinin itu, buatin ini, dll. Sebelumnya juga dia mampu bikin apa-apa sendiri.
Aku jadi ingat perkataan seseorang tentang menjadi perempuan dan ini bukan dalam konteks feminis ya, lebih ke menghadapi hidup dan trauma dan ini disampaikan oleh laki-laki:
“untuk banyak hal yang terjadi jika berhubungan dengan laki-laki, perempuan lebih sering ada di posisi menerima dan belajar deal with something that happened to her. Sedangkan laki-laki, dia lebih sering ada di posisi lepas dan terbebas dari suatu beban. Ringan. Tidak perlu deal dengan banyak hal.”
Inilah salah satu alasan aku ngga suka kalimat, “seburuk-buruk lelaki, ingin dapat istri yang baik.” Tetapi ketika ada perempuan baik ingin laki-laki baik, dikatakan egois dan tidak menerima perbedaan manusia.
Padahal pernikahan dalam Islam tidak dibangun atas dasar tersebut. Suami itu wajib menjadi penanggungjawab istri.
Justru dialah (suami) yang berperan banyak untuk kebaikan istri–kebaikan rumah, seharusnya.
Karena laki-laki yang mampu memenuhi hak istrinya dan menghormati fitrahnya, akan membuat istri juga mampu melakukan perannya dengan baik. Laki-laki yang mampu menjaga rumahnya, akan membuat istri juga senang bersama-sama mengindahkan rumah. Bukan terbalik :’)
Dengan segala pengalaman itu, aku bersyukur dengan solitude yang aku miliki.
—
05.15, 09/08.
| Keseimbangan dalam hidup
Tak melulu mengerjakan kewajiban yang kadang memberi beban,
Melainkan diselingi dengan sesuatu yang membuat kalian nyaman ketika hal tersebut dilakukan.
Lebih lanjut, lakukan sesuatu yang baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
Berikan ‘kehidupan’ dalam hidup dengan hal-hal yang bijaksana
Tebarkan sapa dan juga tawa, sembuhkan mereka yang tengah terluka, berbagi ilmu yang kita punya.
Sebab, dunia bukan tentang menerima, tetapi tentang apa yang bisa kita berikan.
Kim Kyung Nam, being a dork and suffering.
Kuliah Kerja Nyata
Beberapa tempat, momen, dan orang kadang memiliki arti begitu mendalam. Meskipun waktu yang dihabiskan tak bisa dikatakan lama.
Bagiku entah mengapa kenangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tak mudah tuk kulupa. Dari suasana tempat yang tak biasa, momen yang tercipta, dan warna-warni rasa.
Keelokan alamnya, kultur yang tak kutemui di tanah jawa, rutinitas bermasyarakat, orang-orang dengan beragam karakter dan tingkah lakunya sukses menggoreskan kenangan yang tak mudah dilupa.
Beberapa orang mungkin menganggap ini hanyalah formalitas pendidikan, namun ternyata ini adalah medan menempa diri untukku, menjadi Andani dengan versi yang lebih baik.
Aku belajar begitu banyak dari serangkaian kejadian yang telah berlalu. Mengeja sabar, merajut ikhlas, dan memaafkan.
Jika bisa kembali ke sana, menganggumi lagi keindahan alam-Nya, menyapa warga, membuat momen baru meski sekejab. Mungkin aku ingin, semoga suatu hari nanti.
Dan hari ini 11 Juni 2020 tepat 3 tahun yang lalu, pengabdian kami dimulai di Bumi Antapani.
Dari aku: Perempuan Menyebalkan
Sometimes, just sometimes; Selintas aku kepikiran prihal; Tak rindu kah kau pada jalan seputaran Cendana? Makan bakso di belakang masjid islamic canter? Atau makan nasi goreng enak di dekat gedung DPRD? Tak rindu kah pada jalan tikus revolusi? pada jalan-jalan terjauh yang kita pilih agar tak lekas sampai posko. Juga jalan yang membentang lurus mulus nan rindang-nya MT.Hariyono? Kalo aku, aku paling rindu kau bawakan nasi goreng biawan berbungkus daun pisang :')
Ingat ngga? Waktu di ruang bawah posyandu, aku sibuk pada perlengkapan yang ku simpuni dan kamu sibuk nonton one piece sambil menemani. Kemudian bunyi suara ayunan ngikk..ngikk..ngikk.. lirih tapi jelas terdengar dari ruang bermain tepat di atas kepala kita. Aku menangis ketakutan, kamu takut tapi coba menenangkan.
Seumpama, kamu di sini aku di sana pun sebaliknya, "balik jam berapa?" adalah tanya yang tak pernah tak ada. Misalkan aku bilang urusanku selesai pukul sembilan, tetap saja aku akan kembali lebih awal. Tapi andaikan aku tak kembali sebab larut kemalaman, kau pastikan datang. Kita selalu bersembunyi di balik kalimat "nanti kau sendirian" hehe :')
Satu kalimat ku ucapkan, lalu ku timpal dengan kalimat-kalimat lainnya, ku putar lagi dan lagi terus berulang-ulang. Seketika berhenti saat satu nada kalimat mu lebih tinggi dari biasanya. Kamu selalu tau kemana aku berlari? Sekalipun aku bersembunyi di bawah kolong meja merangkak masuk lalu memeluk kaki sendiri. kamu masih akan datang, mengucap "maaf" mengaku "aku yang salah" padahal disini aku yang mengulang-ulang kamu hanya memintaku berhenti sebentar.
Daripada ruang atas, aku lebih suka menghabiskan waktu di ruang bawah posyandu, tempat biasa ber-jama'ah dua dan empat rakaat denganmu, tempat melepas peluh sehabis membentangkan puzzle evamat abjad dan angka. Juga tempat menenangkan sehabis anak paud lepas dari ruang kelas lantas berhambur dari dekap lengan. Ruang atas itu terlalu riuh terasa penuh juga terlihat redup terisi oleh pikiran-pikiran kita yang itu-itu saja. Misalnya di kepalaku, kau-kau saja isinya. Mumet aku!
2015 - 2019, Sudah empat tahun berlalu, sekarang aku sudah sampai di tepi jalan ini yang tanpa kamu. Sesekali masih terasa lekat eforia ibu kota bergaris senyummu. Kalau kamu baca ini, masihkan kamu ingat senyum empat tahun lalu dari perempuan menyebalkan ini? :') Rand, aku Rindu—
HAMPIR yang USAI (di Wattpad) https://my.w.tt/eE5Idscdf6 aku datang di tengah jeda, dia menepikanku. kau layu, lalu ikut membuangku. bagaimana rasanya ketika tiba-tiba seseorang yang menjalin komitmen denganmu, mendadak kembali pada mantannya? lalu mantannya menjadi ratu, kau tersungkur dibuatnya. lenyap tanpa kata pamit. cerita ini hanya ungkapan hatiku, lembar tiap lembarnya tak pernah te…