Permainan bola volly(tik) dimulai. Dua regu bertanding yaitu regu P(E)DI(H) dan regu K(E)MP(IS), sedang satu regu lainnya masih menjadi penonton. Set pertama telah usai dengan kemenangan regu P(E)DI(H). Set kedua dimulai. Diawal set kedua, kedua tim bermain seimbang, umpan umpan cantik, smash smash tajam, dan blok blok menawan. Set kedua kini menuju klimaks. Regu P(E)DI(H) masih memimpin dengan 1 point. Pertandingan benar benar memanas. Satu regu yang masih menjadi penontonpun seakan seakan hendak ingin masuk ke lapangan, dan ikut bermain. Relly panjang terjadi di moment krusial. Salah satu pemain dari regu P(E)DI(H) yang menjadi ujung tombak penyerangan melakukan blunder. Kesempatan itu dimanfaatkan dengan baik oleh tim lawan untuk membalikkan keadaan. Tak mau begitu saja melepas set kedua, regu P(E)DI(H) berjuang mati-matian mempertahankan set kedua. Tak ingin hanya menjadi penonton netral yang duduk manis di pinggir lapangan, regu S(EM)B(O)Y(AN) yang melihat pertandingan memanas ikut terpancing. Melihat situasi di mana regu P(E)DI(H) sedikit unggul dari lawannya, maka regu S(EM)B(O)Y(AN) memutuskan untuk menyoraki regu P(E)DI(H). Kini tensi permainan di lapangan menjadi tambah panas, sepanas panasnya. Teriakan teriakan dari regu S(EM)B(O)Y(AN) sedikit banyak berhasil memprovokasi regu P(E)DI(H). Merasakan tim lawan sedikit limbung, justru menjadikan regu K(E)MP(IS) over confiden. Umpan-umpan yang seharusnya tinggal dismash dengan lembut, justru dismash terlalu kencang sampai keluar lapangan. Jika di awal set permainan begitu menarik oleh umpan umpan cantik, smash smash tajam, dan blok blok menawan, tidak begitu dengan akhir set kedua. Banyak sekali kesalahan kesalahan sendiri oleh para pemain. Dan akhirnya skor 24:24, juz terjadi. Time-out sementara. Kini sorotan mengarah kepada sang pengadil lapangan. Dengan keadaan juz, ditambah tensi permainan yang semakin mendidih, kecermatan sang pengadil lapangan sangat menentukan. Bagaimana akhir pertandingan ini? Wait and see 😀 *aku bukan pemain volly(tik), hanya penonton setia.