BUNTUT
Buntut dari kesetiaan adalah kau akan menjadi perindu ulung, salahnya adalah ketika kesetian yang kau ciptakan itu bukan untuk orang yang tepat, orang yang menghargai rindu yang kau bangun dengan sederhana dan orang yang akan datang menjawab untuk apa kesetiaan-kesetiaan itu ada, tetapi justru kau setia pada orang yang perlahan meninggalkanmu, melupakanmu bahkan perlahan tengah menghapus namamu. Lebih panjangnya buntut dari kesetiaan semacam itu adalah luka. Sebenarnya, Kesetiaan itu tidak akan melahirkan luka, kau saja yang menghidupkannya. memilih orang yang tidak memilihmu sama saja mematahkan tulang yang retak, kau tidak akan menemukan apapun pada akhirnya. angan-anganmu untuk hidup bersama pada akhirnya berada pada dua garis sejajar yang tak mungkin dipertemukan. Memang, kita tidak pernah tahu akan takdir, siapa tau sidia akan kembali lagi, siapa tahu sidia akan, sidia akan, sidia akan, dan pada akhirnya bersama lagi. Tetapi Konsekuensinya adalah kau menjadi perindu hebat yang siap terluka kapan saja, dimana saja. Kau siap ?
Masalah hati memang tidak ada yang tidak rumit, sekarang tergantung kau, akan meletakan akal sehat sebagai penasihat atau membiarkan hatimu terbungkus dengan rindu-rindu yang membelenggu -saja.
Memilih menjadi perindu ulung atau berjalan kepuncak gunung untung menemukan cinta yang agung.















