tiga kali.
tiga kali, kita bertemu.
pertama, dari kejauhan
kedua, ada dan tiada,
ketiga, aku yakin,
kamu, berbeda.
***
satu kali.
malam itu, ketika aku melihatmu dari kejauhan, di mana kamu berdiri di tepi jalan untuk menjemput seseorang yang diantar bersamaku.
dengan baju tidur yang membuatmu terlihat manja, dan senyum yang terlempar begitu saja,
dan setelan manis, yang selaras dengan rambutmu, yang pasti bisa meluluhkan banyak orang,
seakan dapat membuat semua orang dengan mudah mencapaimu.
saat itu aku tau, lebih baik berdiri jauh dari tepi seberang, dan melihat siluetmu, yang hilang begitu saja
*
dua kali.
siang di pom bensin, aku hanya melihat jalanan longgar, panas, dan penuh debu di kota tercinta ini.
di dalam mobil, mendengarkan lagu dan menikmati semua itu begitu saja, satu hal terbesit.
ingin melihatmu, sebelum kamu pergi jalan - jalan. sebentar saja, untuk meramaikan hari itu.
aku tau kamu ada disana, dan aku tetap terdiam, membiarkan angin ac memelukku erat.
*
tiga kali.
dalam malam, kejutan tiba.
kamu ada di tempat yang tidak kuduga.
dimana asap rokok langsung menari begitu saja dalam mulut dan hidung, saat dia datang dengan senyum nyinyir khas itu sambil bilang,
“katanya mau kenalan?”
dengan suara yang cukup besar untuk membuat kepanikan,
dan kamu, memberikan salam, yang baru sekali kulihat seumur hidup,
salam gestur, yang unik, dan menarik,
dengan suara beraroma smooth jazz.
dimana kemudian mata kita berdua bertemu,
cukup lama, untuk terjatuh.
dan di saat itu aku tau,
kamu menyimpan sesuatu, yang enggan diceritakan pada siapapun,
karena warna matamu, lebih pekat dariku,
kamu, berbeda.
:)
p.s : aku ingin mencapai akhir denganmu, dari bumi yang sudah seperti ini.
menghabiskan waktu hingga kita tidak lagi ada, bersama - sama.















