Rindu
Memang benar kata orang, segala sesuatu akan terasa berharga justru ketika kehilangannya. Banyak hal menyenangkan yang memang sudah seharusnya berlangsung cepat, agar ia tak terlalu lama dan mengendap menjadi kebosanan.
Dua bulan terpisah dengan keluarga, rasanya seperti tak rindu. Karena tujuan manusia rumahan dua-puluh-tahun ini adalah mencoba untuk hidup mandiri. Ada yang bilang ia tak rindu rumah karena sudah dewasa, atau mungkin karena ia memang masih kekanakan, karena orang dewasa mana yang tak rindu rumah dan orangtuanya.
Tapi ketika ia kembali ke rumahnya, justru ia rindu suasana rumah dua bulan. Rindu rutinitasnya, kebersamaannya, dan tentunya adalah orang-orangnya. Walaupun terisi berbagai masalah dan ketidak-sepahaman, tapi lebih dari itu, rumah kecil dua bulan punya kehangatannya sendiri.
Maka dari itu, sekarang saatnya belajar yang rajin. Mempelajari fisika kuantum dan teori relativitas. Menciptakan mesin waktu dan kembali ke masa menyenangkan itu. Ah, Celes! (baca:rindu).










