Tadi ke Puthuk Setumbu niatnya mau liat sunrise. Tapi, apa daya, awan tebal menutup pemandangan. Akhirnya sekitar jam 6 kami turun, kembali pulang.
Dalam perjalanan menuju ke parkiran, menuruni undakan-undakan tangga yang sebagiannya tertutupi tanah, aku melihat sebuah keluarga kecil sedang berjalan berlawanan dengan kami, mereka menaiki tangga, dengan seorang anak berjalan, seorang ayah menggendong seorang anak laki-laki, dan seorang ibu yang menggendong anak perempuan. Bayangkan, medannya menanjak seperti itu dan anaknya masih kecil-kecil. Betapa kuat ayah dan ibunya menggendong anaknya untuk sekedar memberikan kebahagiaan kecil bagi anak-anaknya, sekedar untuk berlibur dan menghabiskan waktu bersama keluarga.
Ada pula keluarga kecil dengan ayah, ibu, dan seorang anak, semuanya bule. Mereka juga sedang berjalan turun, di depan kami. Anaknya lucu sekali, menggemaskan. Sewaktu ada pickup berjalan mundur menaiki tanjakan, ia memperhatikan dengan ekspresi yang lucu sekali, mulutnya ternganga, dan matanya tak berkedip. Kemudian ayahnya menunjuk seekor ayam. Lagi, anak itu memperhatikan ayam yang berlari karena banyak kendaraan berlalu-lalang. Ia mengikuti pergerakan ayam itu dengan matanya. Dengan penuh penasaran ia memperhatikan.
Tak mengapalah, hari ini belum hoki melihat sunrise. Mungkin kapan-kapan saat waktunya tepat, bisa melihat sunrise lagi dengan pemandangan yang bagus, mungkin sebagus yang aku dapatkan di Puncak Suroloyo dulu, atau mungkin lebih bagus lagi dari itu. Tapi, yang jelas hari ini bisa kembali merasakan jadi sunrise hunter lagi, bisa melihat keluarga-keluarga kecil dengan anak-anaknya yang lucu-lucu dan menggemaskan, sudah cukup membuat hati senang.
Semoga akan ada lain waktu.