Independent woman always be independent woman.
Semangaaaaatt!!!
TVSTRANGERTHINGS
hello vonnie

★

⁂
art blog(derogatory)
Alisa U Zemlji Chuda

No title available

祝日 / Permanent Vacation
occasionally subtle
RMH
wallacepolsom

roma★
Not today Justin
he wasn't even looking at me and he found me
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

JBB: An Artblog!

izzy's playlists!

No title available
Peter Solarz
sheepfilms

seen from Singapore
seen from Netherlands

seen from T1

seen from United States

seen from Türkiye

seen from T1

seen from Singapore

seen from Australia

seen from Argentina

seen from Canada
seen from India
seen from Japan

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Germany
seen from Germany
seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States

seen from Brazil
@siandra
Independent woman always be independent woman.
Semangaaaaatt!!!
Makin lama makin glowing ❎
Makin lama makin rembes ✅
Lucu memang hidup ini, inginnya semakin glowing, tapi kenyataannya malah makin rembes.
Realita tak seindah postingan di sosmed, nak.. Jadi jangan terlena, pun jangan berharap. Jalani aja yang ada di depan mata. Syukuri apa yang ada.
Perjalanan dari Mekah menuju Madinah
Iseng, kepingin nulis lagi. Rasanya udah lama ya aku ninggalin kebiasaan menulis, terakhir kayaknya pas lagi galau-galaunya. Hahaha.
Beberapa hari di Mekah bikin aku jadi punya waktu berpikir. Allah mungkin nggak membalas langsung kebaikan yang kita lakukan. Bisa jadi juga nggak dibalas dengan kebaikan yang serupa. Bisa jadi juga nggak dibalas oleh orang yang menerima kebaikan kita. Tapi Allah selalu membalas kebaikan kita dengan apa yang kita butuhkan di saat kita butuh pertolongan dengan tangan siapa saja yang Ia kehendaki.
Jadi sebenarnya yang perlu kita lakukan adalah melakukan hal baik sebanyak-banyaknya, tanpa harus memikirkan balasannya. Mungkin itu juga kenapa kita diajari ikhlas atau melakukan sesuatu tanpa pamrih. Kita cukup melakukan kebaikan, lalu lupakan.
Semoga kita selalu dilimpahi keberkahan yang tak pernah putus di dunia maupun di akhirat. Aamiin ya Rabbal 'alamiin.
Mecca to Medina,
Saturday, 20.09.2025
I hope I could give them a job to help their livings.
Habis baca komenan seseorang di Instagram:
Kalian tahu kenapa Allah menciptakan akhirat? Karena di dunia nggak ada keadilan.
What a deep words.
Kenapa aku lebih senang berada di tumblr daripada di sosial media lainnya? Karena hanya di tumblr, aku menemukan orang-orang yang walau ga kenal tapi berasa dekat, berasa dipahami, orang-orang yang menasehati tanpa menghakimi (padahal ga kenal), dan orang-orang yang membaca kisah kita tapi bisa diem-diem aja seakan ga pernah tau kisahnya. Hehehe
Wahai diri
Di penghujung tahun ini, jadilah manusia yang mengikhlaskan sedalam-dalamnya terhadap segala proses yang terjadi.
berlapang dadalah terhadap realita yang tidak sesuai dengan ekspetasi, dan belajarlah untuk lebih memperluas lagi kesabaran, karena sesungguhnya Allah senantiasa bersama mereka yang senantiasa bersabar atas takdir-Nya.
Serengan, Surakarta.
Hai. Sudah berapa lama ya aku ga nulis di sini? Rasanya kayak udah lama banget.
Terus hari ini tiba-tiba pengen nulis lagi karena tiba-tiba terpikir, kenapa Allah ngasih rasa kesepian. Bukan supaya kita mencari perhatian manusia, tapi biar kita mencari perhatian-Nya. Biar kita ingat bahwa manusia bisa aja datang dan pergi seenaknya, tapi hanya Allah yang selalu ada buat kita. Biar kita ingat, hanya Allah teman yang paling setia, cuman kitanya aja yang suka hilang-hilangan. Astaghfirullah...
Semoga mulai sekarang kita bisa terus mengingat -Nya, baik dalam suka dan duka, nggak hilang-hilangan lagi, apalagi cuman datang kalau ada maunya hehehe.
Syukuri perasaan apapun yang datang, berpikir positif, dan kembalikan lagi semuanya pada Allah.
Laa hawla walaa quwwata illaa billaah
Teruslah tetap terlihat santai, walaupun pikiranmu sedang dibantai.
Melihat keatas untuk berharap, melihat kebawah untuk bersyukur, melihat sekeliling untuk berbagi Jangan berpikir untuk sempurna, berpikirlah untuk lebih berguna.
Sekarang paham, kenapa belakangan hari ini sempat mencoba apply beberapa project freelance dan nggak keterima atau mau apply tapi nggak jadi tanpa alasan yang jelas, atau tau-tau lupa kalo mau apply. Allah dengan segala kuasaNya yang luar biasa memang pengatur terbaik. Ternyata jadwalku sangat sangat padat mulai minggu depan. Ada 3 tes yang harus aku persiapkan di waktu yang berdekatan.
Bayangkan kalau ternyata keterima di suatu project dan aku juga harus kerja full time di kantor , persiapan tes, dan ngerjakan kerjaan freelance. Betapa hectic dan melelahkannya kan.
MasyaAllah, memang Allah penentu yang terbaik.
Lama ga cuap-cuap di tumblr, setelah menikmati hari-hari penuh kesibukan yang luar biasa, alhamdulillah.
Beberapa lama ini kepikiran, setelah kurang lebih 2 bulan ikut kursus online. 'Kok aku jadi orang yang ga asik gini ya?' Bukannya dulu orang yang asik sih, cuman aku sendiri bahkan bisa ngerasain sekarang aku bukan orang yang asik.
Kadang ngerasa 'kok kayaknya orang-orang ini ga suka sama aku ya?'
Sekarang lebih kayak.... ga pedean kali ya? Meng-underestimate diri sendiri, ngerasa kayak sendirian banget, ga punya teman, terus kalo ngobrol sama orang baru susah nyambungnya, bahkan ngerasa kayak ada penurunan dalam komunikasi, kayak ngomong jadi lebih belibet, kosakata yang semakin berkurang sampai-sampai kalau ngomong tuh bisa lupa gitu, kalo gak ya jadi kebanyakan 'emmm'
Sedih kadang. Aku sedih ngeliat diriku sendiri. Aku yang kayak bukan aku. Aku bukan kayak aku yang kumau.
Emotional Release
Mengapa rasanya sangat melelahkan sekali ? Katamu.
Hubungan dengan manusia, mendengar cerita mereka, energi terserap hingga titik paling terendah.
Mungkin menulis bisa menjadikanmu lebih baik, pikirmu.
Namun ternyata salah, perasaan kompleks yang kamu rasakan, tidak mampu kamu urai sendirian.
Sejatinya kamu butuh Allah.
Bukan orang lain yang menjadikanmu lelah, tapi dirimu sendiri.
Rehatlah, berilah jeda~
Jika merapal doa terlalu berat, barangkali yang kamu butuh hanyalah mendengar; mendengar firman Allah untukmu. Adanya untuk menguatkanmu~
Apa yang mau diratapi kalau memang sesungguhnya kita tidak pernah menjadi pemilik untuk apapun di dunia ini.
Semuanya hanya titipan.
Ya Allah, maaf aku mengeluh
Lelaaaaaaah banget rasanya. Berada di tengah-tengah manusia yang nggak bisa diajak diskusi. Bukan karena komunikasinya, tapi karena nggak punya ilmunya. Kesel? Ya pasti.
Ibaratnya gini, kita ngomongin tentang masak, ke orang yang nggak bisa masak. Kita ngajak diskusi nih, masaknya bagusnya gimana ya supaya rasanya enak. Orang yang kita ajak diskusi sama sekali nggak tau apapun tentang masak. Biar realistis, ya bisa, paling masak air sama rebus mie.
Nah, kalau seperti itu, diskusinya ada hasilnya nggak? Jelas nggak. Jadi, ada masalah ya solusi dicari sendiri. Udah dikasih solusi, malah ngeyel pengen pakai caranya, yang udah nyata-nyata nggak sesuai aturan mainnya.
Kesel nggak? Kesel dong.
Aku tuh butuh orang untuk diajak diskusi. Yang sama-sama punya pengetahuan di bidang yang sama, bahkan lebih bagus lagi kalo pengetahuannya jauh lebih banyak dari aku. Biar apa? Biar banyak yang bisa dipelajari. Aku akan dengan senang hati mendengarkan kalau memang itu bisa menambah wawasan dan bisa memecahkan masalah yang ada.
Ya Allaaaaah, berikan aku tempat terbaik setelah ini.
Postingan yang muncul di tumblrku malam ini, pas banget. Pada bahas tentang kesabaran, yang memang aku butuhkan saat ini untuk memperkuat dan memperbanyak stok sabar yang akhir-akhir ini terkuras. Entah terkuras karena lelah fisik, lelah pikiran, lelah dihujani masalah terus-menerus yang sebenarnya masalah itu sengaja dicari (bukan aku yang cari, tapi orang lain yang membuat aku harus menyelesaikan masalahnya).
Tapi, timbul pertanyaan.
Apakah sabar dalam kondisi yang kita tau salah dan tidak baik untuk dilakukan, akan tetap bernilai pahala?
Gini deh, misalkan, kita terpaksa ngerjain misalkan apa ya, oh, misal nagihin utang rentenir deh. Karena kita butuh uang buat hidup. Kita tau, utang berbunga itu haram karena termasuk riba. Tapi kita ngebantuin si rentenir buat nagihin uangnya ke para peminjam. Si penagih tau kalo ini gak baik untuk dilakukan, tapi mau gak mau harus dilakukan karena kerjaan. Apakah sabarnya dalam (terpaksa) bertahan di kerjaan ini dinilai pahala?
Seperti, kita bersabar dalam rumah tangga dimana suami kita ternyata menyuruh kita biar nggak sholat, nggak usah ngaji, nggak usah pake jilbab, karena kita gak mau rumah tangga kita bubar jalan. Apakah sabar di kondisi seperti itu dinilai pahala?
Atau mungkin lebih tepatnya, pertanyaannya adalah apakah sabar itu sudah ditempatkan di tempat yang tepat? Apakah boleh tidak bersabar dalam kondisi seperti itu?
Jika dalam case 1, kita keluar dari pekerjaan, walaupun kita belum dapat pekerjaan baru, dengan resiko nggak ada uang buat ngasih makan keluarga, apakah sabar menjalani pekerjaan itu adalah hal yang tepat untuk dilakukan?
Jika dalam case 2 kita memilih untuk bercerai walaupun artinya kita melakukan perbuatan yang dibenci Allah, apakah boleh? Mana yang lebih tepat untuk dilakukan? Sabar kah atau membuat suatu keputusan untuk menyudahi kondisi itu?
Hidup tuh cuma bentar, sedangkan akhirat selamanya. Dan selamanya tuh lama banget. Alih alih ikut tren YOLO, sebaiknya kita mikir realistis.
Dengan waktu hidup yang cuma bentar, bisa kebawa bekal apa aja? Sejatinya kita ini lagi berpacu dengan waktu. Dikejar kematian. Bisa malam ini, bisa besok.
Allah tuh beneran Maha Tahu. Tahu banget hambanya banyak yang minimalis, less efforts dalam ngumpulin perbekalan. Makanya dikasih masalah ini itu. Dikasih sedih ini, baper itu, dikasih lapar. Dibuat akrab sama anxiety sama problematika hidup.
Mungkin supaya hambanya dapat ekstra pahala dari sabar ketika amal baiknya pas pasan.
Merenungi hal ini, rasa rasanya hidup tuh emang harus punya kesulitan...
.
.
Meskipun gitu, tolong jangan susah susah amat Tuhan :(
Ternyata ikhlas itu sulit ya.
Nyatanya aku masih sering menyesali jalan hidup ini.
Nyatanya aku masih sering menangis diam-diam ketika harapanku tidak sesuai kenyataan.
Ternyata hidup ini berat ya.
Berat karena semua keinginan rasanya ingin bisa diwujudkan.
Tapi nyatanya tidak bisa.
Ternyata berat ketika ekspektasi berbanding terbalik dengan realita.
Menuju usia 30.
Aku kira aku sudah bisa mapan secara mental dan financial.
Tapi nyatanya aku dihantam habis-habisan.
Diporak porandakan realita yang tidak sesuai keinginan.
Apakah aku menyesal?
Kadang….
Tapi buat apa?
Tapi aku bisa apa?
Aku yang dulu ceria kini lebih banyak diam.
Lebih memilih diam karena ketika kecewa ucapan lebih sering menyakitkan hati orang.
Biar saja kutelan realita hidup ini sendirian.
Dulu ketika gundah bisa kemana saja, pergi kemanapun aku mau.
Tapi kini semua serba terbatas.
Banyak hal yang membatasi.
Di akhir cerita nanti.
Semoga akan aku temui bahagia yang aku ingini.
Saat ini mungkin harus aku jalani dulu seperti ini.
Semoga Tuhan selalu menyertai.
3 September 2024