Dilan 1990
Baru sempat nonton film Dilan 1990 tadi malam (sabtu, 10 Februari 2018 pukul 19.30 wib) Karena kesibukan masing-masing.
Ya semalam kami berdua (aku dan MR) nonton Dilan 1990 namun ada hal yang membuat kami hanya duduk fokus menonton ke layar lebar depan kami hingga usai. Tanpa sepatah kata pun kami berbicara.
Usai menonton kami pulang, masih pada keadaan saling diam. Berbeda, saat di rumah. Suasana mulai mencair. Ku ambilkan ia minum, makanan, dan kami mulai berbicara. Tak lama, suasa mulai hangat kembali.
=======********=========
Review Film Dilan 1990
Selama menyaksikan filmnya aku mengingat kembali isi novelnya yang sudah terlebih dahulu ku baca sampai sequel ke 3 nya Suara Dilan. (Ada yang berbeda). Yaa ku lebih suka Dilan dan Milea di dalam Novel. Dilan terutama. Panglima tempur yang romantisnya antimeanstream. Re: ada aja isi otaknya ga kepikiran :D
Di dalam film Dilan terlihat agak kaku. (Ya mungkin karena memang aktor baru yang main, hihi but so far, so good dan lucu si lihatnya. Iqbal CJR. Imut2 gitu jadi Dilan (yang identik dengan sangar, gagah, humoris, romantis, kharismatik.. uuuuu 💕). Tapi ku suka. Filmnya.
Tapi yaa itu, ku ga suka pada akhirnya. Bukan ga suka sih, lebih ke ngenes. Karena akhirnya mereka tak bersatu T.T
===***====
Semoga kisah kita tidak ya MR.. happy ending













