"Sini sini, main sama Om," sapanya ramah. Tapi bocah 3 tahun itu bergeming. Menatap lelaki di depannya sebentar lalu kembali larut dalam dunianya. "Abang sudah pernah liat sulap kayak gini, belum? Nih, Om tunjukin," ujarnya sembari melakukan trik sulap sederhana. Melihat penontonnya tak bereksi, lelaki tersebut tidak menyerah dan terus mengulangi trik sulapnya. Setelah beberapa kali sesi, ia berhasi membuat anak laki-laki itu memberi perhatiannya. Mata bulat Ari berbinar-binar, mulai serius menyaksikan aksi sulap Riko. Lelaki itu--Riko--merasa begitu antusias saat mengetahui Ari mulai membuka diri terhadapnya. Tidak ia sia-siakan kesempatan emas yang belum tentu terjadi setahun sekali itu. Anak laki-laki yang hadirnya tidak pernah ia bayangkan, rupanya sudah sebesar ini. Sebelumnya saat Nyta bilang ia akan menitipkan Ari beberapa selama mereka berada di Surabaya, ia yakin tidak akan merasa sentimentil atau semacamnya, namun ia tahu ketidakmampuannya menahan sesak di dada. Ia menginginkan Ari lebih dari seharian ini. Meski Ari mungkin tidak mengenalinya. Jam menunjukkan pukul 5 sore saat mobil Nyta memasuki studionya. Hati Riko mencelos. Ia tidak siap melepas Ari yang tertidur di pangkuannya sejak beberapa jam lalu. Riko memberi isyarat agar Nyta menunggu. Namun perempuan itu nekat meraih Ari yang lantas terbangun. "Abang, kita pulang ke Ubud sekarang," "Ari masih ngantuk. Kalian bisa menginap dulu semalam," ujar Riko berharap keajaiban. "Pesawat kami terbang jam 7. Aku pergi." Nyta bergegas menggendong Ari. "Um ito... Ta ta..." Ari menoleh sambil tersenyum dan melambai ke arah Riko yang masih terpaku di depan pintu. Tidak dilihatnya airmata yang jatuh di pipi lelaki yang ia sebut 'Om'--panggilan yang terasa sangat menyayat. Riko hanya mampu balas melambai dengan wajah keruh dan rindu yang meluap. Ditatapnya sosok wanita yang dulu pernah menjadi kekasihnya, menggandeng anak laki-laki yang seharusnya menjadi buah hatinya, menghilang ke dalam mobil dan berlalu. Ia menggumam pedih, "Semoga akan tiba saat kamu bisa memanggilku 'Papa', Ari..." #nulisyuk #nulisyukbatch32 #nulisyukbatch32day2 #challengemenulis #ricchanmenulis #latepost https://www.instagram.com/p/B0qKi8Qgg4m/?igshid=n8y5thieomsv











