Ada banyak cara menyakiti hati, salah satunya: mengenangmu. Dengan atau tanpa sengaja. Terlalu banyak hal tentangmu--tentang kita--di masa lalu yang kukira akan luntur dengan sendirinya, namun ternyata justru kian pekat saja. . Dahulu kita berdua sudah terlalu dekat untuk menjadi orang asing. Terlalu nyaman untuk menjadi sekadar teman. Tidak kupungkiri perasaan yang kumiliki terhadapmu, kuyakin dirimu juga menyimpan rasa yang sama. Setidaknya kala itu aku tidak ada rencana untuk menyisihkanmu dari duniaku, meski akhirnya persimpangan itu nyata hadir di antara kita. . Pada akhirnya aku selalu kembali ke tempat semula. Jalan raya, taman kota, trotoar pertokoan, kedai-kedai makan, warung kopi pinggir jalan, bahkan lapak bubur teplek dan jagung bakar yang sudah sama-sama tua, ya, aku masih bisa melihat pantulan diri kita di sana. . Begitu pula dengan bangku taman ini. Tetap sepi namun semakin mati karena ketiadaanmu. Pun aku yang hanya diam termangu, berusaha bicara pada entah apa dan berharap ia bisa menyampaikannya padamu suatu saat nanti. . Bahwa aku berterimakasih. Bahwa aku berhutang kebahagiaan masa lalu padamu. Kepada sosok yang mengembalikan jati diriku, yang membantu dan menemaniku merangkak dari dasar jurang, memberi semangat dan menyakinkan bahwa aku tidak sendiri... Kau membuatku percaya bahwa aku layak dan bisa bahagia. Sama sepertimu yang tidak seharusnya selalu menunggu. Kau tidak semestinya selalu terluka dan menanggung rasa bersalah. . "Bagaimana kalau sampai akhir aku tetap tidak bisa jadi apa-apa?" tanyamu suatu hari. Kutahu kau tidak butuh jawaban apalagi basa-basi penghiburan. Kau hanyalah dewasa muda yang sudah terlalu hebat menghadapi kerasnya dunia. . Senja itu di bangku taman yang sama, kuutarakan keinginan terbesarku, "Jangan khawatir. Jadi atau tidak jadi apapun, kamu tetap akan memilikiku yang mendukungmu." . Setelah semua yang terjadi, pandanganku tentangmu tetap sama. Tidak pernah berubah. Terimakasih sudah singgah dan menjadi bagian dari mimpiku, dulu. Jika kita ditakdirkan untuk kembali bertemu, aku ingin melihatmu lebih bahagia ketimbang saat bersamaku. . #nulisyuk #nulisyukbatch32 #nulisyukbatch32day4 #ricchanmenulis (di Alun Alun Mojokerto Jawa Timur) https://www.instagram.com/p/B0tWc37gxV8/?igshid=1axjlthimzb36
















