Sebagai sesama introvert, aku relate banget sama suami yang males maintain friendship. "Capek!", katanya. Harus basa basi, nanya kabar, janjian, ketemuan, ah dahlah mending ngobrol sama istri, gitulah kira2 menurutnya. Ya ngga salah juga, karena naturally seorang introvert memang ngga butuh2 amat interaksi sama orang lain sih. Sebab, mereka mendapatkan energi bukan dari interaksi dengan orang lain, melainkan dari dalam diri mereka sendiri. Baca, dengerin musik, melukis, bengong di pantai, nonton film, apapun itu yang tidak memerlukan interaksi dengan orang lain. Ga heran dan ga kasian sih kalau introverts cenderung memiliki lebih sedikit teman dibandingkan extroverts. Ya males maintainnya, gimana? :)) Masalahnya, kita hidup kan ga bisa sendiri ya? Dan ga selamanya bisa hidup di dalam bubble yang kita ciptakan sendiri juga. Ada kalanya kita harus keluar dari zona nyaman, beradaptasi dengan lingkungan, berkompromi dengan tuntutan keadaan. Jadi kalau seorang introvert memberikan waktunya untukmu, apalagi sampai berinisiatif mengajakmu bertemu, it’s an extra effort from them. Dan kalau mereka belum mau bertemu/ngobrol denganmu, don't take it personally. Mungkin mereka lagi butuh waktu untuk recharge energi ☺️ #nutsays #nutsmbti #nutsfriends #nutslyfe (at JW Marriott Hotel Surabaya) https://www.instagram.com/p/CnQfUOUBP-Z/?igshid=NGJjMDIxMWI=






