Kira2 beginilah formasi duduk kami saat kebaktian, konser, bioskop, bahkan nonton netflix di rumah sekalipun. 📺 Aku dan suami selalu pegangan tangan berdampingan, ga boleh ada anak di antara kita 👫 Anak duduknya di samping kami 👨👩👧👧 Ini yang selalu diajarkan oleh para mentor pernikahan kami: Bahwa anak2 akan bersama kita hanya sementara, karena mereka akan punya kehidupannya sendiri masing2 kelak. Sedangkan suami istri, akan selamanya bersama sehidup semati *like literally, tanah kuburan kami berdampingan 😁 Jangan sampai, ketika waktunya tiba anak2 mentas masing2 karena sudah dewasa, pasutri jadi awkward sendiri. Biasanya ada anak di antara mereka, biasanya apa2 menomorsatukan anak, begitu anaknya lepas jadi ga siap 🥹 Yang lebih susah lagi kalau sama2 jadi dua orang asing yang harus belajar mengenali pasangannya lagi 😅 Anak sulung kami tahun depan sudah akan kuliah, adiknya akan menyusul 2 tahun kemudian. Saat hari itu tiba, saya dan suami akan mengalami fase empty nest. Sarang burung kosong karena anak2 sudah terbang ke dunianya masing2. Sejak mereka SD, saya dan suami sudah mempersiapkan diri untuk itu. Sudah merencanakan apa yang akan kami lakukan ketika anak2 dewasa. Kami rutin #pacaranminggu ini like literally setiap minggu, supaya ngga aneh rasanya kalau bener2 tinggal berdua saja tanpa anak lagi. Supaya ngga lupa peran kami bukan hanya sebagai mommy dan daddy, tapi juga sebagai suami dan istri. 👫 📍Kyoto, July 2015 📸 @sweet.escape *Get $10 off using my code: HA5YD #nutsays #nutsfamily #nutslyfe #therealparentinglife #therealmarriagelife https://www.instagram.com/p/CoQ_c1OhoOA/?igshid=NGJjMDIxMWI=










