Wawancara Founder Group FB "Kami Kerja Remote" dengan saya
Bisa menceritakan tentang siapa Anda?
Saya mulai bekerja sebagai Web Programmer di salah satu ISP di Medan pada tahun 2005. Di perusahaan ini saya mengembangkan sistem informasi internal dan juga mengerjakan project — project dari luar perusahaan jika ada permintaan (karena bukan fokus dari perusahaan). Di akhir tahun 2006 kami membuat video streming online seperti YouTube dengan nama LayarTancap.com, seperti nasib umumnya konten lokal pada waktu itu, layanan tersebut pun kami tinggalkan pada tahun 2008. Kemudian September 2009, saya keluar dari perusahaan tersebut dan memutuskan untuk full time freelancer.
Apa yang membuat Anda ingin terjun ke dunia kerja remote?
Sejak saya lulus kuliah dan mulai bekerja sebagai Web Programmer di benak saya selalu berfikir bahwa pekerjaan ini bisa dilakukan tanpa harus berangkat ke kantor. Seperti programmer pada umumnya, saya juga mengerjakan side job di rumah. Dan ini semakin menguatkan keyakinan saya bahwa pekerjaan saya ini bisa dilakukan tanpa harus bekerja di kantor.
Bagaimana Anda bisa terjun ke dunia kerja remote?
Di awal — awal tahun 2009 tidak sengaja saya membuka oDesk.com, berawal dari melihat profile salah seorang Senior PHP Programmer di Indonesia yaitu bang Riki Risnandar. Kemudian saya pun mencoba membuat akun di oDesk, dan mencoba aply project. Tak lama setelah membuat akun di oDesk, saya pun mendapatkan project pertama saya dari salah satu perusahaan di Jepang.
Anda mendapatkan kerja Remote Dari Situs Apa Saja?
Selain oDesk, saya juga pernah mendapatkan beberapa job dari LinkedIn. Client menghubungi saya setelah melihat profile saya di LinkedIn
Bagaimana cara Anda mendapatkan kepercayaan client?
Sebenarnya tidak mudah untuk meyakinkan client, namun ada beberapa point yang saya lakukan sehingga mereka percaya dengan saya. Saya lulus beberapa test yang sesuai dengan keahlian saya di oDesk, dan ini membuat client yakin bahwa saya benar — benar qualified. Ini adalah hal yang pertama kali saya lakukan ketika join di oDesk. Kemudian setelah itu barulah saya mendapatkan project dan project lain pun menyusul.
Bagi saya tak cukup dengan test dari oDesk untuk mengakui skill saya sebagai programmer PHP. Kemudian saya pun mencoba Zend PHP5 Certification dari Zend di tahun 2010 dan menyusul kemudian Zend Framework Certification Engineer di tahun 2011. Setelah bekerja beberapa tahun melalui oDesk saya pun mempunyai banyak job history dan working hours. Saat ini saya sudah melewati 120+ projects dan 3700+ hours. Dan ini salah satu point yang data meyakinkan client.
Saya pun selalu berusaha untuk mendapatkan feedback yang baik dari setiap project yang saya selesaikan. Dan hal ini tidak mudah untuk menjaga kepuasan klien. Karena banyak faktor yang menjadi penilaian client, baik itu dari sisi teknikal maupun non teknikal. Dan alhamdulillah saya mempunyai rate 4.65/5 di oDesk.
Saya selalu meminta client saya di oDesk untuk memberikan rekomendasi juga di LinkedIn. Dan alhamdulillah saya mendapatkan beberapa project dari client yang melihat LinkedIn.
Bagaimana rutinitas Anda sehari-hari?
Umumnya para pekerja remote mengikuti jam kerja client. Tapi tidak dengan saya. Saya bekerja pada jam kerja biasa 09.00–18.00. Cuma sebelum bekerja saya biasa mengantar anak ke sekolah, dan tengah hari saya jemput anak dari sekolah. Dan saya juga biasa libur pada hari Sabtu — Minggu. Namun, biasanya saya dan client meeting pada jam kerja mereka, dan saya memilih waktu yang tidak terlalu larut sekitar pukul 23.00
Apa suka duka dari kerja remote?
Seperti pekerjaan lainnya, kerja remote ini juga punya suka dan duka. Biasanya sukanya itu: Saya bisa lebih fleksibel mengatur waktu. Jika saya ada keperluan di siang hari, maka saya ganti waktu kerjanya pada malam hari. Saya tidak perlu pergi ke kantor, gak kena macet, dikejar begal atau banci. Dan dukanya: Repot ketika listrik padam. Biasanya di tempat saya ini padam bisa lebih dari 3 jam. Dan Saya harus ke luar rumah untuk mencari tempat yang tersedia listrik
Karena tidak pergi ke kantor, orang menganggap saya tidak punya pekerjaan. Ada yang curiga, dan ada juga yang iba. Terkadang banyak interupsi yang mengganggu waktu kerja saya, seperti teman yang ngajak jalan, istri yang minta diantar belanja, diminta beli sesuatu ke warung, anak yang mengganggu dan banyak variable lainnya.
Apa aplikasi favorit Anda?
Dalam bekerja biasanya saya menggunakan Zend Studio 9.0 (karena untuk versi ini saja saya punya licensenya), OSX Terminal, Vagrant, MySQL Workbench, Robomongo, OSX Messages, Wunderlist dan Google Chrome
Jika tidak sedang kerja remote apa yang biasanya Anda lakukan?
Saya biasa mengisi waktu dengan membaca buku, untuk menambah ilmu.
Ada tips bagi rekan-rekan yang ingin kerja remote?
Sebenarnya kerja secara remote sama saja seperti bekerja di kantor. Kita harus mengkhususkan waktu untuk bekerja dan jangan berfikir bahwa kerja remote bisa nyambil main sama anak, bantuin istri masak, dan segala pekerjan rumah lainnya. Dan untuk masalah penghasilan, pekerjaan remote biasanya hasilnya lebih besar dari bekerja kantoran di Indonesia. Bagi yang ingin mencoba, bisa mulai dengan membuat akun di situs — situs freelance (freelancer.com, odesk.com, elance.com), atau buat profile di linkedIn dengan sebaik — baiknya, sehingga ketika ada yang melihat dia tertarik untuk memberikan project kepada kita













