Dalam Batas, Kita Bebas Sudah di kepala dua Harus mulai dari mana Ambisiku bergejolak Antusias tak karuan Banyak mimpi-mimpi Yang 'kan kukejar Lika-liku perjalanan Ku terjebak sendirian Tumbuh dari kebaikan Bangkit dari kesalahan Berusaha pendamkan
Tuliskan rencanamu, namun tetap berikan penghapusnya pada sang pencipta. Biarkan Allah yang menentukan mana mana yang baik untukmu. Bukankah jika semua langkah ini semata mata untukNya? Lantas apa yang perlu kau khawatirkan jika semua ini juga bertuju kepadaNya?
Jika dalam perjalanan terlihat lika liku, mungkin ada jalan terindah di waktu yang tepat pula juga bukan? Untuk apa cepat jika tidak tepat. Tidak usah terburu2. Lagi pula untuk apa mendengarkan kata dunia, bergelar panjang namun terasa sia-sia. Bermaslahatlah dengan sederhana dan bermakna.
Jadi teringat, sebuah cerita. Rasanya ingin cukup tinggal di sebuah desa kecil dengan banyak hal yang kamu bisa lakukan untuk orang-orang sekitarmu daripada hidup di sebuah kota besar dengan tuntutan banyak orang yang kamu sendiri tidak menginginkannya. :”)
*bercermin dan bicara pada diri sendiri*












