Mengawali maret dengan jogja trip bareng sobat eSDe. Dari dulu ga pernah banget punya trip bareng temen selain study tour, tapi kali ini break the line! 🙌🏻
Pertama kali nya banget karena dulu pernah kepikiran kalau liburan itu cuma buang2 uang dan ga penting sampe rasanya ngasih pressure ke diri sendiri harus produktif. Pernah rasanya bersalah kalau waktu kosong, ga melakukan apapun. Suatu ketika menyadari kalau you’re too hard to yourself. Jadi memutuskan untuk pelan pelan kasih afirmasi ke diri sendiri, gapapa kok bil! You’ve already did goodthings on yourwork. Let’s entertain yourself for a while! 😁
Jadi belajar untuk menghargai diri yang sudah bertahan sejauh ini☺️
Hal yang paling dipelajari lagi dari trip ini adalah have a trip with unlist to go wkwk. Beneran serandom dengan tujuan keliling kotanya berubah dalam hitungan menit! Oh iya, ternyata menjadi seorang yang to do list supaya tidak melewatkan setiap pekerjaan itu bagusss. Tapi, in some case aku pelajari kita harus siap sama hal hal yang tidak terduga dan dadakan. So, buat kali trip nya, ... gokill abis. xixi.
Selepas rehat libur cuti panjang, disambut dengan pasien yang banyak dan kasus yang agak lain. Tapi seru nih! Kenapa coba? Soalnya jadi kerasa patient center nya, alias tiap PPA punya perannya masing2 buat planning pasien. Ga kalah seru kalau udah sharing time bareng PPA lain alasan2 tiap tindakan yang buat aku makin aware sama hal yang ga pernah di perhatiin sebelumnya. Oh iya, kolaborasinya ga cuma sama PPA dalem RS aja, bahkan antar RS, ecieeee uhuy.
Ramadhan tiba, Ramadhan tiba. Marhaban ya Ramadhan, Marhaban ya Ramadhan (ini baca sambil nyanyi gais wkwk). Semenjak sebulan lalu pernah punya masalah lambung, awal ramadhan ini agak sedikit ketarketir, karena penyesuaian pola makan yang baru. Ada aja mual muntah pas sahur, atau menjelang buka kaya nyeri dada :( sampe kayanya penerapan diet yang aku sering jelasin untuk pasien sulit banget dilakuin ke diri sendiri. Hari ke 10 Ramadhan, baru lah menemukan pola makan yang enak dan segala perbaikkan masalah lambung ini. Bahkan sampe pas buka puasa di RS setelah shift siang ga sadar ngabisin 2 mangkok sayur + batagor. Sebuah peningkatan yang signifikan karena biasanya makan kecil udah sendawa ahaha.
Ohiya, perubahan itu sebenernya aku sadari karena ada rutinitas konsumsi vitamin D sama probiotik. Wow ternyata it works to me (ini mungkin akan berbeda untuk sebagian orang yaa, karena masalah lambung tiap orang yang multifaktoral). Jadi setelahnya vitamin D sama probiotic ga boleh kelewat! Jauh lebih bagus konsumsi vitamin tetep dari whole food, in case semisalnya susah terpenuhi boleh pakai suplemen Vitamin D dengan sesuai anjuran yaaa. Ternyata pas dibaca ada di penelitiannya Astrid (2022) bilang kalau Vitamin D itu bisa meregulasi produksi kemokin, melawan inflamasi akibat gastritis, dan menginduksi diferensiasi sel imun yang berperan sebagai self tolerance. Tapi penelitian masih menjelaskan "ada atau tidaknya" hubungan vitamin D dengan sering nya kambuh dari masalah lambungnya belum sampai uji klinisnya. Dan referensi lainnya dari dr. Henry Suhendar (link) bilang kalau vitamin D itu bisa memperbaiki otot lambung. Mari kita sama sama belajar untuk mengenali diri, karena kalau bukan kamu siapa lagi. ihiw.
Jadi pembelajaran juga seharusnya sebelum ramadhan, dilatih juga buat puasa lagii. Biar pas syaban menanam, pas ramadhan memetik, kata istilah gitu lah yaah xixi.
okeyyy, Ramadhan tiba artinya Sweetbliss juga reborn gais! Dengan bantuan teman yang baik banget, mau bantu reborn sweetbliss sih. Semoga kebaikkan selalu menyertai dia juga yah🥺 Ehehehe hasilnya keren juga lagi, ga speechless apa coba?
Sweet Bliss itu ada bukan cuma jadi kerjaan sampingan yang digeluti, tapiii ini adalah tempat belajar aku yang sangat minim tentang bisnis. Kalau kata teh ichi, sesuatu yang pasti dari masa depan adalah ketidakpastian. Di era umur 20-30an adalah masa kita asah skill sebanyak2nya agar di masatua nanti kita bisa lebih singgap dari semua ketidakpastian. Jadi ga cuma perihal untung-rugi, tapi ada learning process.
Intermezzo sedikittt, waktu awal bulan sempet ke kajian, setelah kajian ada yang nanya “Ust gimana caranya ikhlas saat suami saya dipanggil oleh Allah terlebih dahulu? saat anak saya usia 3 bulan” terisak tangis seisi ruangan. Disitu aku makin yakin bahwa ketidakpastian yang akan kita selalu temui.
Bahkan ada yang pernah aku kira dengan pendidikan tinggi orang2 mungkin tidak akan mengalami masalah rumah tangga karena terjaminnya segi ekonomi. Ternyata membangun rumah tangga ga hanya perihal pendidikan tinggi, intektual yang tinggi, tapi ada keterlibatan Allah didalamnya, tidak serta diri dan pasangan yang berperan.
Ohiyaa, bulan ini aku belajar kalau ketulusan hati seseorang itu ga bisa dibayarkan dengan apapun. Hadirnya orang2 ternyata menyadarkan bahwa rezeki itu ga melulu soal harta. Makasih gais udah baca, semoga ada baiknya yang bisa diambill, buruknya di buang. See u!👋🏻