Messe Berlin
Olympus lt-1, Kodak Gold 200

seen from Singapore

seen from United States
seen from Azerbaijan
seen from United Kingdom
seen from China
seen from United States

seen from Spain
seen from Taiwan
seen from Mexico
seen from China
seen from Iraq
seen from Russia

seen from United States
seen from Russia
seen from United Kingdom

seen from France

seen from France

seen from France

seen from France
seen from Türkiye
Messe Berlin
Olympus lt-1, Kodak Gold 200
A spiral curve
Olympus lt-1, Kodak Gold 200
Summer in Berlin, 2022
Shot with Olympus 35 SP and Kodak Ektar 100/Olympus LT1 and Kodak Gold 200
Berlin Hauptbahnhof
Olympus lt-1, Kodak Gold 200
Kotti
Olympus lt-1, Kodak Gold 200
T O R A J A
Setahun lalu, waktu pergi ke Makassar sempet nanya-nanya ke driver sana gimana akses ke Toraja. Pulang dari sana, Toraja masuk ke daftar daerah yang harus didatengin, apalagi waktu ada Rambu Solo’. Beruntungnya, mimpi saya terkabul. I’m a lucky bastard!
Sama kaya Plebon Ubud yang pernah saya lihat, ritual pemakaman mereka jauh dari aura sedih. Mereka malah ketawa ketiwi, becanda, saling ngelempar lumpur. Kesamaan yang lain adalah kebersamaan antar warga dan saling bantu masih kentel.
Beruntungnya lagi, saya datang ke Rambu Solo’ yang mevvah. Karena gak cuma puluhan kerbau dan babi, tapi juga ada rusa, kuda, kambing yang dikorbanin buat ritual ini. Gak tega ngeliatnya, main tebas aja. Tapi bisa kan ya perspektif mikirnya dipindah jadi ‘semua ini pengorbanan untuk mengantarnya ke Puya’.
Tujuh hari di sana, selain ngikutin tahapan ritual Rambu Solo’, saya sempet jalan-jalan di kota Rantepao. Ke pasar itu kewajiban ketika jalan-jalan di suatu daerah. Pasar Bolu namanya. Hari Selasa dan Sabtu merupakan hari pasar, dimana kita bisa liat babi-babi kecil, kerbau-kerbau dijual dari kampung-kampung sekitar.
Toraja ini adem. Masih banyak sawah, dimana-mana bukit. Kalau bisa datang ke sana lagi sih, gak akan ditolak.
Foto: Olympus LT1, Lomo 400, Bersoreria Drama 400