hei
aku baru ngeh klo trip kali ini sama-sama di tgl 15
kali ini di bulan desember
trip kali ini memang berbeda menurutku
karena trip ini terjadi bukan karna adanya suatu acara atau kejadian, ataupun bukan karna sebuah tantangan
seperti bulan lalu
bukan
tapi trip kali ini karna sebuah ajakan
tepat 1 minggu yang lalu kau tawarkan padaku untuk nge-trip
dan akupun menerima ajakan itu dengan senang hati >
jujur,,,
sebenernya aku meragui kalo sebuah janji atau rencana di h-7 hari itu akan terwujud
tapi
tidak ada yg tidak mngkin,,,
doaku perkuat, supaya nge-trip kali ini di ridhai+
dilancarkan oleh NYA
dan yup..
hamdulillah
DIA memng maha baik dalam mengabulkan keingingan hamba NYA yang lemah, lelah dan butuh refreshing
heheh
Dari yang menyebalkan sampai yang sangat sangat sangat sangat
manis moment itu yang kurasakan
hmm klo yang menyebalkannya salah satunya
setelah kita nyampe di pantai cermin
tetiba aku kebelet dan itu kebangetan (dan ga tahan euy)
ya otomatis aku mencari toilet dong
dan apa yang yang kurasakan
be like ibunya ismail mencari air yang mengarungi bukit safa dan marwa -_-
(dan untungnya aku ga sampai 7 kali bolak balik -___-)
dan sangat melelhkan disertai hujan lokal yang kurasakan (read:sweat)
dan akhirnya yang terjadi juga miris
aku harus ngorbanin 6 kali lipat pengorbann (read:uang) dibanding klo masuk ke toilet umum
(ya robb,, ujianMU begitu berat, )
hal termanis nya ada.. apalagi yang paling manis (hahahah)
dan itu banyak…
salah satu nya apa ya,,,
dia ngasih aku notebokk cantik dengan nama ku tertera di covernya
dan itu hard cover dan didalam nya tanpa ada baris2 saperti buku catatan biasa
senangnya kebangetan lah waktu itu,, sampai salting sebenernya,,
dan untung ajh dia ga nyadar (haha)
dan ada satu lagi..
-sederhana tapi sangat sangat sangat sangat sangat berkesan-
melihat kamu tersenyum dan tertawa dengan sangat ikhlas dihadapanku dan kuharap itu senyum yang membahagiakan hatimu disaat itu
makasi banyak untuk semua moment manisnya yang telah dek torehkan ke memoryku
ku harap adek juga happy seperti yang kurasakan-
satu lagi
makasi udah ngasih ucapan b’daynya lewat radio dan
udah mau bacain surat secara langsung dihadapanku yang kamu buat untk ku
hal ini memng na belum bisa lakuin
tapi suatu hari akan na balas
dan belum tau itu ntah tahun besok atau kapan2-
Saya akan mencoba menerima resiko dari rasa yang terlalu nyaman menuju rasa gelisah yang cukup lama. Saya takut salah langkah, tapi langkah itu penting untuk maju. Disaat saya ragu, saya harus optimis. Daripada saya diam di tempat. Kadang itu yang dipikirkan.
Lalu muncul kembali pemikiran lain,
Kenyamanan yang saya miliki terlalu sayang untuk saya tinggalkan. Mencoba, terus..
Saya takut akan semakin buruk. Tapi hidup adalah pilihan dan saya harus memilih yang seperti apa?
Apakah jalan harapan yang masih abu-abu bagus untuk kita pilih?
Apakah menjaga kenyamanan yang dimiliki namun tahu pasti kita sulit berlari itu lebih baik?
I will try to accept the risk of too comfortable sense to the long enough anxiety. I’m afraid on my step, but it is an important to step forward. When I doubt, I have to be optimistic. Than I was at rest. Sometimes it might be imagined.
Then came another thought,
Comfort sense that I have is too be pitied for me to leave. Tries, continues..
I fear the worse. But life is a choice and I have to choose what kind of life path for my future.
Is the path of hope that still apparent, nice for us to choose?
Do I have to ensuring this comfort when I know for sure is hard to run is the answer?
Ontem tentei buscar no brilho das estrelas algo comparado ao brilho do seu olhar, porem nada consegui achar porque você tem um olhar único,então tentei encontrar na Lua um brilho que pudesse ser comparado a seu sorriso, nada achei também pois sorriso igual o seu só os anjos tem. Procurei em algum lugar o cheiro do seu perfume(...) este eu juro que procurei bastante mais também desisti, pois não há nada comparado com aquele cheiro que eu senti. Resolvi então escrever o que eu sinto, resolvi escrever tudo que está dentro do meu coração, porém lá só tinha era o seu nome.