Persepsi orang ketika memiliki anggota keluarga yang sudah sarjana: “ enak ya bisa dibantuin nantinya, enak ya nanti kerjanya gampang, terus saja dengan kata sejenisnya “hanya bisa batin” Dan nyatanya tak seenak yang difikirkan Bukan karna memiliki kaka yang sudah sarjana semua dapat bantuan darinya;Yang namanya skripsi pasti sendiri-sendiri,yang namanya rezeki pun sendiri-sendiri; betapa beratnya perjuang mba dulu Dan setiap orang walau dilahirkan dengan rahim yang sama tak semua nasib, takdir, rezeki,karakter, kamampuan yang dimilikinya sama.
Sapaan intropeksi diri;can do it












