Kita ingin menjadi cerdas? Orang cerdas kerap menjadi sangat kritis dan analitis. Dua sikap ini membuat orang kerap jatuh ke dalam penderitaan batin, dan konflik dengan orang lain. Jadi, cerdas pun tidak bisa dilepas dari penderitaan batin semacam itu. Satu paket.
Kita ingin sukses? Orang sukses kerap harus bekerja lebih keras. Nantinya, ia juga seringkali menjadi begitu melekat dengan kesuksesannya, dan amat kecewa, ketika ia gagal. Kesuksesan dan ketegangan batin semacam ini juga satu paket.
Kita ingin punya pacar cantik, atau ganteng? Punya pacar ganteng atau cantik memang menyenangkan. Namun, ada resiko besar disini, karena anda pasti banyak saingan berat di luar sana yang juga menyukai pacar anda. Punya pacar ganteng dan cantik pun juga diikuti dengan ketegangan serta penderitaan tertentu. Satu paket.
Kita ingin menikah dan berkeluarga? Ini memang terdengar indah. Namun, hidup berkeluarga kerap dipenuhi tuntutan-tuntutan. Ia juga penuh dengan penderitaan.
Kita ingin tidak menikah? Tidak menikah memang enak, karena anda tidak punya banyak tanggung jawab. Namun, kesepian kerap begitu membuat dada sesak, apalagi ketika dibandingkan dengan hidup teman-teman anda yang menikah. Jadi menderita juga bukan?
Jadi, Kita ingin hidup nikmat? Jika ya, maka bersiaplah untuk menanggung penderitaan. Nikmat dan derita itu selalu satu paket dalam hidup. Tidak ada pilihan lain. Sengsara membawa nikmat, dan nikmat membawa sengsara. Begitulah hidup ini.
Setelah beberapa kali line seorang teman dari viva @kiitingg