Rasa sayang itu bisa berwujud banyak hal. Bisa berupa kata sifat, kata kerja, kata tanya, dan bahkan dalam diam tanpa kata. Sayang itu berbentuk banyak hal, berbeda setiap orang pengungkapanya. Kadang berbentuk harapan yang setiap malam ibu panjatkan untuk anaknya dalam sujud menghadap penciptanya. Bisa juga berbentuk dalam diamnya seorang pemuda menjaga perempuan yang ia kasihi. . Giatnya seorang teman belajar untuk mendapatkan ilmu terbaik, itu juga bisa menjadi bentuk rasa sayang. Bahkan ketika seorang ayah sedang memarahi anaknya yang pulang larut malam, itu juga juga bentuk rasa sayang bukan. . Kadang rasa sayang menjelma menjadi bentuk lain seperti khawatir, marah, sedih, kecewa, senang, semangat, bahagia, dan berbagai sinonim lain. . . Hingga sampai saat inipun saya masih bingung, apakah rasa sayang itu bisa berbentuk dalam sesuatu yang menyakitkan? Bisa berbentuk dalam suatu tindakan yang salah? Mungkin saja bisa. Seperti Allah yang memberikan cobaan karena begitu besar rasa sayang ke hambanya, atau seorang guru yang menjewer kuping muridnya agar si murid tidak berperilaku nakal. Ya, mungkin sayang itu bisa berbentuk apa saja asal muaranya mengarah kepada kebaikan. . Semua hal akan dinilai sayang saat tujuan utamanya adalah untuk menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganya, saat ini itu yang bisa saya simpulkan. Hal ini tidak salah kan, mengingat arti kata sayang berasal dari bahasa umat Hindu “Sa artinya satu dan Hyang yang berarti Tuhan”. Jika dipadukan kedua kata tadi membentuk makna tuhan yang satu. Karena bentuk rasa sayang yang haqiqi adalah kasih sayang Tuhan kepada umatnya. Tentu ini tidak bisa dibantah lagi kan. #panjangkali #sayangsayangan #hi







