Bersepakat
Meniti sabar, meluaskan hati.
Banyak hal-hal yang belum kita mengerti atau belum saatnya kita mengerti. Boleh jadi Ia tetapkan demikian agar pundak kita tidak seketika porakporanda.
Waktu dan ruang saling tatap untuk bersepakat. Lalu keduanya menatapku yang tepat berdiri di hadapan keduanya.
Aku tau, bagaimanapun aku bersimpuh waktu takkan mau melambat atau lebih cepat. Punruang, ia akan tetap pada kadarnya. Keduanya sepakat untuk memperlakukan manusia sepertiku sama dengan yang lain.
Mataku terbuka. Aku masih di dunia fana ini ternyata.
Rabu 11 Maret 2020 | 19.31














