Pasar Apung Lok Baitan, Banjarmasin
Sebelum bertolak ke Jakarta dari perjalanan panjang ini, saya mampir ke Pasar Lok Baitan. Saya ingat saat masih kecil dulu sering melihat iklan RCTI menampilkan suasana pasar di atas perahu-perahu kecil. And yes...here I am....
Kita akan naik perahu boat untuk penumpang dulu lalu akan diajak melewati perjalanan kurang lebih 10 menit melewati rumah-rumah diatas sungai. Rumah -rumah yang mulai menua yang mungkin saat ini sudah diturunkan ke generasi di bawahnya.
Saya melihat pemandangan anak kecil yang mencuci muka, seorang ibu yang mandi dengan sarungnya, seorang ibu yang ditemani anaknya mencuci baju dll. Sungguh suasana langka yang bisa ditemui di tengah kota. Tapi mungkin daerah ini sengaja untuk dilestarikan. Ya walaupun mesti ada hal-hal yang diperhatikan seperti mandi atau mencuci mungkin tidak perlu dengan air sungai ini. Air sungainya yang begitu coklat. Ada yang bilang warna coklat ini karena orang sering mendulang pasir.
Saya datang kesini bukan semata-mata untuk wisata tapi memang sengaja mencari oleh-oleh dan oleh-oleh kan bisa sayur-mayur atau buah-buahan lokal. Apalagi kalau di daerah biasanya ada saja sesuatu yag unik dan segar-segar. Seperti kalau kita beli jeruk disini sangat mirip seperti di Medan atau Pontianak yang kulit jeruknya tipis tapi banyak airnya.
Oya akhirnya dengan perahu boat maka sampailah saya ke area yang banyak pedagang-pedagang sayur menggunakan sampan. Kebanyakan adalah ibu-ibu. Mereka langsung menuju ke boat untuk menjajakan dagangan mulai dari sayu-mayur, buah-buhan, sarapan pagi, lauk-pauk, tanaman dan bahkan souvenir khas Dayak. Jangan kaget dengan serbuan ibu -ibu pedagang disana. Mereka sangat agresif menawarkan dagangannya. Cara menawarkannya juga unik, mereka punya banyak pustaka pantun untuk menawarkan dagangannya.
Dan yang perlu digaris bawahi adalah apa yang ditawarkannya adalah hasil bumi yang fresh. Seperti buah jeruk, saya mendapatkan buah jeruk yang ukurannya besar-besar, yang entah jenis jeruk apa tapi rasanya manis dan segar. Ukurannya ada yang 2 kepalan tangan. Dan yang luar biasa harganya pun murah, kurang lebih 2,5 kg hanya dengan harga Rp. 35.000. Masya allah. Kalau saja tidak ingat keterbatasan bagasi, pasti saya akan beli lagi. Saya juga beli bawang, jeruk purut, buah Sambolo, jajanan pasar dll. Ibu saya biasanya sangat senang kalau oleh-olehnya buat dapur.
Bawang hanya Rp. 10.000, jeruk purut hanya Rp. 5.000.
Oya kalau mau kesini menggunakan perahu harganya Rp. 200 ribu, baik untuk orang banyak ataupun sedikit harganya segitu. Kalau kita bersepuluh atau lebih juga sama saja, jadi alangkah senangnya kalau pergi bersama-sama.











