Challenge Week 3 - Kampung Komunitas IP Depok
Setelah Challenge of The Week 1, menanam bumbu dapur, lalu Challenge of The Week 2 adalah menanam sayur nah kali ini di Challenge of The Week 3 temanya lebih menantang lagi, yaitu menanam buah.
Sebetulnya di rumah saya sudah ada beberapa tanaman buah, namun tidak semua saya tanam sedari awal. Ada pohon duku, anggur, juga jambu biji. Untuk pohon duku bisa dibilang tanaman warisan alias sudah ditanam oleh kakeknya kakek. jadi pohonnya sudah lumayan besar dan umurnya pun jauh lebih tua daripada saya. hehehe...
Beginilah bentuk dari pohon duku. Bisa dibilang tanaman ini sudah mulai langka, dan jarang sekali ada yang menjual buah duku. Jadi setiap panen, selalu menjadi incaran para tetangga. hehehe. Masa panen duku sendiri tergantung dari perawatannya, karna pohonnya lumayan besar seringkali banyak benalu yang tumbuh. Nah, kalau benalu sering-sering dipangkas bisa dua kali panen dalam satu tahun. Walaupun kelihatannya pohon ini tidak terlalu besar dan rimbun, namun sekali panen bisa sampai lebih dari 3 karung goni besar. Buah duku yang matang adalah yang berwarna kuning keemasan, namun biasanya buah yang dijual di toko buah seringkali masih berwarna kuning atau bahkan kuning kehijauan. Nah saat sudah mulai berbuah pohon duku saya akan tampak berwarna warni dengan gantungan kantong kresek :D Tujuannya mengcovernya buah duku yang sudah tampak kehijauan atau kuning kehijauan dengan kresek yang di bolongi adalah untuk menghindari codot/kelelawar kecil yang suka mampir untuk mencicipi buahnya. Juga agar buahnya matang merata.
Nah kalau sekarang ini, karena sedang musim layangan di Depok maka bukan kantong kresek yang menghiasi pohon duku saya, tapi layangan anak-anak tetangga yang seringkali nyangkut dan susah untuk diambil karena terlalu tinggi. hahhaha.
Selain pohon duku, dirumah saya juga ada pohon anggur. Sebenarnya untuk tanaman anggur ini saya sudah menyerah karena tidak pernah berhasil berbuah. Sepertinya ada yang salah dalam perawatannya. Di bawah ini gambar pohon anggur yang saya miliki.
Jadi awalnya saya punya pohon anggur adalah ada kerabat yang punya pohon anggur, buahnya lumayan lebat. Akhirnya ditanamlah di rumah dan berhasil, namun sepertinya pohon anggur ini adalah jenis pohon yang harus di pakai para-para (semacam bilah bambu untuk wadah rambatannya). Nah masalahnya adalah agak bingung untuk alur perambatannya plus akan banyak ulat bulu dan juga belum ada waktu untuk membuat para-para nya (a.k,a. mager). Akhirnya saya biarkan saja tanaman anggur saya merambat semaunya. Akhirnya pohon anggur ini mulai merambat ke pohon duku saya. Entah ini menjadi benalu atau tidak, selama ini dua tanaman ini kompak saja bersama dan tidak mengganggu panen duku saya. Jadi saya biarkan saja tumbuh seperti itu. Untuk pohon anggur ini sebenarnya sering banget di pangkas, tapi tetap tumbuh terus. Sepertinya dia cinta sama pohon duku saya :D
Jadi alih-alih tanaman buah, tanaman ini beralih fungsi sebagai tanaman hias. Karena merambat dengan natural dan terlihat cantik.
Menanam buah sudah pasti butuh kesabaran lebih ekstra dibandingkan menanam bumbu dapur ataupun sayur yang masa panen nya lebih singkat. DI rumah saya, selain ada pohon duku pernah saya punya pohon salak, namun sudah dipangkas karena tak kunjung berbuah seperti halnya pohon anggur yang ada malah membuat lahan jadi cukup bala (bahasa indonesia yang baiknya apa ya mak untuk bala? :D). Akhirnya saya berganti untuk mencoba tanaman baru, yakni jambu biji. Sudah dua kali gonta ganti bibit jambu biji dan beberapa kali pangkas. Namun seperti halnya anggur, tanaman ini tak bergeming dan tak kunjung berbuah. Sepertinya ini tipe jenis pohon jambu biji yang akan membesar sebesar pohon duku saya baru berbuah lebat. Entahlah. Namun ini tetap saya pertahankan karena daun nya bermanfaat untuk obat.
Saya pernah melihat-lihat di beberapa media sosial bahwa ada beberapa tanaman buah yang kerdil, maksudnya adalah pohonnya tidak terlalu besar namun dapat berbuah. Namun untuk mendapatkan bibitnya lumayan sulit juga, sekalipun ada dijual dengan stok yang tidak banyak.
Nah karena kebetulan di tantang menanam buah, akhirnya saya coba-coba kira-kira tanaman buah apalagi ya yang saya ingin tanam, siapa tau cocok kan. Setelah sempat bingung memutuskan untuk menanam apa kali ini, pilihan saya jatuh pada alpukat. Salah satu buah favorit saya.. sambil berandai-andai. Hmm enak kali ya kalau mau makan alpukat tinggal petik aja ga perlu beli. Ya namanya juga berandai ya mak, siapa tau terwujud. Aamiinn...
Akhirnya berbekal saran dan tips mak-mak di grup maka saya mencoba walaupun entah bagaimana hasilnya. This is it, Alpukat
Jadi yang pertama saya lakukan adalah merendam biji alpukat. BIji alpukat sudah saya rendam sejak Minggu, 28 Juli dengan air yang saya ganti tiap 2 hari sekali. Rencananya akan di rendam selama 5 hari atau sampai biji merekah sesuai tips dari mak yang sudah pernah bertanam alpukat. Berikut ini penampakan dari bibit alpukat berupa biji yang saya rendam. Gambar di bawah ini adalah perendaman hari ketiga, dan bijinya sama sekali belum merekah. Seperti ini penampakannya
Untuk seterusnya akan terus saya update proses tanam biji alpukat ini hingga pindah ke wadah, hmmmm... Harus bersabar dan tetap semangat mak-mak semua. Selamat bertanam buah :) Update: Setelah 2 minggu direndam rendam, akhirnya ada 1 biji alpukat saya yang merekah. Tinggal dipindah ke wadah tanam, semoga tumbuh tanamanku.