Kau, tempatku menaruh keluh. Pada setiap sendu, kau ucap bahwa secepatnya akan berlalu.

seen from Australia

seen from Senegal

seen from Australia
seen from Thailand
seen from Germany
seen from United States

seen from Netherlands

seen from United States

seen from Australia

seen from Malaysia

seen from Sweden
seen from Isle of Man
seen from United States
seen from United States

seen from T1
seen from Germany

seen from Japan

seen from Serbia
seen from China
seen from Vietnam
Kau, tempatku menaruh keluh. Pada setiap sendu, kau ucap bahwa secepatnya akan berlalu.
Jangan karena hanya kesalahanmu selalu dimaafkan, kau bisa berbuat sesukanya. Kau harus tau tentang derai air yang tak kunjung berhenti mengalir dari pelupuk matanya. Ku rasa, bila benar kau menyayanginya kau tak akan membiarkannya sekalipun itu dalam keramaian.
Melodi Gadis Hujan on Tumblr
Karena matahariku bukan seperti matahari dipelupuk mata lain. Matahari yang tak redup selagi dibenak bermain-main
Karena matahariku bukan seperti matahari di pelupuk mata lain. Matahari yang tak redup selagi dibenak bermain-main.
Tak terasa hujan menggenang dipelupuk mata. Mengucur deras dan tak terbendung.
Hadiah Untuk Pelupuk
Temaram lampu remang memojokan-ku di sudut dengan penerangan yang seadanya. Tanpa sebuah kursi, aku letakan punggung ini untuk bersender pada dinding. Pintu cafe itu terbuka...
Angin segar yang sedari tadi hanya berbisik, sekarang sudah berani berkata-kata. Wanita sejuk yang selama ini berlentik, saat ini melangkah berani.
"Sial, dia sangat cantik sekali," ujarku dalam hati.
Wanita itu seketika melirik tajam. Ia seperti mendengar ucapanku yang aku utarakan dalam hati. Harusnya, hanya aku yang dapat mendengarnya. Tapi kenapa Ia bisa mengerling ke arahku bila suara ini tidak hinggap di telinganya?
Ternyata Ia tidak melirik ke arahku. Melainkan kepada seorang pria yang duduk di depanku. Lantas, ia mendekat dan mendapati temannya itu ternyata sudah mabuk berbotol. Ia terlihat cemas dan mencari-cari orang lain yang dapat dimintai pertolongan.
Ia sama sekali tidak melihatku yang sangat dekat dengannya dan meminta tolong. Ia tidak menghiraukanku. Akhirnya Ia meminta manajer cafe yang akhirnya membantunya sambil mencari kesempatan. Jelas sekali.
Seraya membopong teman prianya itu ke mobilnya yang terparkir tepat di depan cafe. Wanita itu memberikan nomor teleponnya pada sang manajer. Setelah itu Ia kembali ke kursi supir dan pergi dari sana. Wanita itu menghilang lagi. Udara segar ikut terhalang. Kembali menjadi gerah.
Walau hanya sebentar, aku berterimakasih pada malam dan seluruh awak perusahaannya yang mempersilahkan aku untuk mendapatkan kesempatan itu. Memandang perawakan yang indah dan rupawan. Untuk mengisi dingin yang sedari tadi hati ini rasakan.
Ini adalah hadiah untuk pelupuk.
Dari balik kaca nako cafe itu, aku ucapkan terima kasih.
.
.
Wah, apa itu? Ada sisa sebungkus nasi. Tanganku merogoh dalam kerumunan plastik dan kertas yang semerawut dalam tong itu.
.
.
Aku makan dulu ya.. Selamat malam cantik.
Aku hanya bisa menyimpan senyummu di balik pelupuk mataku.Karena waktu berjalan. Dan manusia berubah.
- N