Masih
Aku masih mau berjuang. Aku mau. Sampai kita lihat anak cucu kita bahagia. Sampai kita lihat perang dunia entah keberapa. Sampai kita saksikan berapa banyak masa telah terlewati : Tuhan tetap sama.

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Sweden

seen from United States
seen from United States

seen from Israel
seen from T1
seen from Israel
seen from Israel
seen from Sweden
seen from Israel

seen from Israel
seen from Germany

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from Germany

seen from Israel
Masih
Aku masih mau berjuang. Aku mau. Sampai kita lihat anak cucu kita bahagia. Sampai kita lihat perang dunia entah keberapa. Sampai kita saksikan berapa banyak masa telah terlewati : Tuhan tetap sama.
Sewajarnya Manusia
Wajar saja manusia mengingat luka, kita bukan robot yang dapat diatur otomatis menghapus kenangan. Sudah sewajarnya manusia menyakiti dan disakiti, kita bukan Sang Pencipta Maha Sempurna. Ketika kaki lelah melangkah, mungkin karena bisikan tentang cinta lama menyapa, mungkin karena kekecewaan terhadap keadaan, pengkhianatan, mungkin juga karena menepi pun tak tahu harus dimana?
Aku haru karena cinta baru. Aku lemah karena kenangan lalu. Aku hanya manusia dengan luka yang harus kupikul.
Karena masa depan adalah tujuan insan untuk berharap, sehingga masa lalu kehilangan taringnya untuk mendefinisikan sang insan yang sudah sewajarnya punya cacat.
Sebuah refleksi. Ditulis tiga hari menjelang tahun baru 2017.