👀 Indra: Jendela Pemprosesan Informasi
🍄Halo moms dads, #seninbersamabuku kembali hadir dengan buku "The Secret of Enlightening Parenting: Mengasuh Pribadi Tangguh, Menuju Generasi Gemilang. Kali ini kami akan berbagi tentang bagaimana indra manusia memproses informasi dan kaitannya dengan perilaku sehari-hari.
🍄Indra merupakan instrumen untuk menerima informasi, yang mana berperan penting dalam proses pengajaran untuk mengembangkan potensi diri. Indra tersebut meliputi pendengaran, penglihatan, dan hati. Hati berfungsi untuk mengolah pengalaman berdasarkan pikiran dan perasaan sekaligus.
🍄Penginderaan visual, auditif, maupun kinestetik tidak selalu berupa stimulus nyata yang dilihat, didengar, atau bersentuhan langsung tetapi bisa jadi bersifat imajinatif baik itu berasal dari ingatan akan peristiwa yang telah berlangsung maupun ketika membayangjan sesuatu yang masih dalam perencanaan. Informasi yang kita terima tersebut akan tersaring dalam pikiran dan perasaan berdasarkan fokus perhatian pada saat kejadian, bahasa yang dipahami, nilai-nilai, keyakinan, dan pengalaman masa lalu. Keyakinan atau beliefs memegang peranan paling utama dalam proses penyaringan informasi tersebut. Oleh karena itu, proses penyaringan informasi ini sangatlah penting. Filter yang berupa nilai dan keyakinan terbentuk dari apa yang orang tua tanamkan kepada anak-anak sejak usia dini hingga dewasa. Maka sangat lah penting bagi orang tua menguasai strategi memaksimalkan fungsi pemrosesan informasi.
🍄Sistem penginderaan memiliki parameter yang lebih detail yang disebut submodalities. Nah bagaimana submodalities indra kita mempengaruhi reaksi kita? Berikut ilustrasinya.
🍄Seorang anak berusia 7 tahun takut dengan guru olahraganya karena suara guru tersebut nyaring melengking dan membuatnya tidak nyaman. Ia takut akan suara guru tersebut, bukan karena guru tersebut pernah memukulnya. Lalu bagaimana cara orang tua mengatasi ketakutan anak tersebut? Yang perlu digaris bawahi, submodalities disini berupa volume suara yang keras. Orang tua bisa meminta anak mengingat-ingat suara gurunya lalu minta dia mengubah intonasinya menjadi intonasi suara kartun yang menurutnya paling lucu. Hal ini dapat menurunkan intensitas ketakutan anak terhadap suara gurunya yang nyaring tersebut.
🍄Nah dengan menurunkan intensitas emosinya, fungsi logika akan meningkat sehingga anak bisa lebih mudah diajak berdiskusi dan melakukan evaluasi atas hal-hal yang tidak menyenangkan yang terjadi.
Demikian, semoga bermanfaat. (ay)
📚 Sumber: Fitriani, Okina. (2017). The Secret of Enlightening Parenting: Mencetak Pribadi Tangguh, Menuju Generasi Gemilang. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta
🌷SUPERMOM's NOTE🌷 Edisi #seninbersamabuku 8 Januari 2019
🔖 Email: [email protected] 🔖 Fanpage FB: https://web.facebook.com/supermomwannabefanpage/ 🔖 Twitter: https://twitter.com/supermom_w 🔖 Instagram: https://www.instagram.com/supermom_w/ 🔖 Tumblr: http://supermomwannabee.tumblr.com/ 🔖 WhatsApp: http://bit.ly/supermomwannabe














