"Nung pak e mung pesen ae ojo lali anak bpk harus dan harus semangat dan do'a jo lali pesen pak e yo nung Ok.....!!!"
rasanya sudah lama sekali bapak tak memberikan semangaat seperti itu, kalau tidak salah terakhir dulu waktu mau ujian Tugas Akhir.
Bapak memang punya cara sendiri untuk menyalurkan kata sayang, gengsi yang begitu besar membuat beliau jadi rada gimana gitu hehe
Setiap bertemu tidak pernah menyampaikan secara langsung, beruntung sekarang ada whatsapp yang bisa jadi perantara pesan.
Ya malam itu, lagi-lagi kulihat mata bapak berbinar-binar, melihat anaknya terbaring dikasur rumah sakit untuk pertama kalinya.
Beliau terlihat gusar, tak tenang, tapi selalu disembunyikan dan menampakkan dalam sebuah candaan.
Beliau ndak langsung mengucapkan kata-kata semangat, dan lagi-lagi peran whatsapplah yang menyalurkan.
Walauoun begitu aku suka, cara bapak yang gengsi membuatku tersenyum dan tertawa. Ah coba saja bapak sekali kali menyampaikan semangat itu secara langsung, pasti kikuk wkwk tak bisa ku bayangkan hehe
Terimakasih ya pak, aku selalu suka cara bapak untuk menyampaikan perasaan, aku tau dibalik cueknya bapak, bapak itu perhatian, selalu nanya keadaanku walaupun lewat ibu, selalu ingin tau keadaanku walaupun tak secara langsung nanya.
Aku rindu pak, pas waktu kecil setiap kita naik motor dan ada belokan, bapak selalu bilang ;
"motor abur arep belok, awas pegangan wuuuuuungggg"
Kenangan itu yang selalu kurindukan..
Semoga bapak selalu dalam lindungan Allah ya pak, disehatkan, diharamkan api neraka untuk bapak dan ibu yang selama ini udah membesarkan aku, diampuni segala dosa dan perbuatan bapak dan ibu, dilancarkan rejekinya, dan semoga Allah selalu memberikan hidayah dalam keluarga kita Aamiin Ya Rabbal'alamin 😊