LINIMASA CIPTA LARA
Tak lagi mampu berucap. Ataupun mengecap selain memikirkan linimasa indah yang pernah kita ukir bersama. Ahh mungkin detik ini kau tak lagi peduli semua itu. Dengan orang baru pastinya dirinya sekarang lebih ceria menggapai kebahagiaanya. Memang tak semudah itu menghapus realita tatapan mata yg selama ini sudah tersimpan kedalam isi kepala. Selamat bahagia. Selamat tertawa. Biarkan disini aku bergelut dengan linimasa yang tak tau entah sampai kapan akhirnya. Bersama luka mungkin aku bisa belajar untuk menyembuhkanya.













