#penarinas #UntaianKataKita #SecarikRasa
seen from United States
seen from Hong Kong SAR China

seen from United States
seen from Canada
seen from China
seen from Malaysia
seen from Italy
seen from Maldives
seen from Russia
seen from China
seen from Brazil

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from T1
seen from Germany
seen from Germany
seen from China
seen from Germany

seen from Brazil
#penarinas #UntaianKataKita #SecarikRasa
~ Manis Itu Manis ~ Pagi ini hujan turun mengetuk jendela. Tanganku masih lemas menyingkap tabir, gelap. Mentari pun enggan menunjukkan wajahnya. Tanganku kembali menarik selimut, bersembunyi sambil menikmati tarian air yang bersenandung riang. Memecah kesepian di kamar ini, juga di hatiku. . Aku ingin terlelap, tapi mata tak sepakat untuk memejam. Hujan bahkan lebih berani menggedor jendela, mengancam ingin memecahkan kacanya. Oh, tidak! . Dengan berat aku berdiri dan melangkah, membuka bingkai kaca yang menghiasi kamar penuh kenangan. Terpaan angin kencang menyapu wajahku dengan titik-titik air yang dibawanya. Sebelum aku sempat menyapa, hujan dan angin sangat ramah tersenyum padaku. Dingin. Tapi aku suka dan sangat menikmatinya. . Tanpa kusadari pertunjukan alam sudah berakhir. Hujan entah pergi ke mana, angin pun tak permisi meninggalkanku yang masih terpaku. Sepi, aku baru tahu hanya kesepian yang masih setia menemani. Tak ingin menjauh. . Baiklah, biar aku berteman dengan kesepian ini. Kuberi nama agar bisa akrab memanggilnya, Rindu. Itu nama yang manis, semanis gubahan yang tertulis di lembaran jantungku. Hanya ada satu nama yang terukir indah di setiap helaan napas, dan aku merindukan pemilik nama itu. . Manis itu manis. Rindu, gelisah, berkecamuk, redam dan kembali berkecamuk, semua itu manis. Setangkup rindu dalam genggaman, kutitipkan pada setangkup tangan yang juga menggenggam rindu. . Tapi tangan itu tak dapat lagi menggenggam. Dingin, pasi dan kaku. Aku tergugu-gugu melepaskan tangan itu dari genggamanku. Kenangan manis kita tiba-tiba hambar dan berserakan. Siraman air mata tak kalah deras membanjiri, bersamaan dengan hujan di pagi itu. Pagi paling dingin yang pernah kurasakan. . Kini, setiap kali hujan turun, aku selalu mengingatmu. Seakan kamu datang dan menyapaku dengan rindu. Manis itu manis. Apa pun yang kuingat tentang dirimu, teraduk manis di cawan kerinduan yang tak pernah kosong. Aku merindukanmu. Sangat merindu. . Rina’s #penarinas #UntaianKataKita #SebaitSaja
#penarinas #UntaianKataKita #SebaitSaja
Malu bertanya, terjerat rindu menyiksa. ❣️❣️❣️ #penarinas #UntaianKataKita #SebaitSaja
#penarinas #UntaianKataKita #PuisiKita
#penarinas #UntaianKataKita #SebaitSaja
~ Ajaib! ~ Menulis telah membuka mataku bukan hanya bisa membaca, tapi juga mendengar. Menulis mengajarkan cara terbaik untuk bercerita tanpa suara. Hanya melepas kata demi kata, menguntai rasa di dalam kalimat-kalimatnya. Menulis juga membawaku terbang tinggi, menyaksikan dunia hanya cukup membalikkan lembaran demi lembaran di udara yang bebas polusi. Menari di kaki langit, berhiaskan pelangi yang beraneka warna, dan mewarnai dunia. . Aku pernah sangat kecewa, mengimpit dada dan tidak menyisakan ruang untuk tertawa. Tapi ketika aku menulis rasa kecewa itu dan berulang kali pula membacanya, semakin berkurang derai air mata. . Aku pernah jatuh cinta, berbunga-bunga serasa dunia milik berdua. Dan aku mengabadikan keindahan itu di dalam tulisan, ketika berulang kali aku membacanya, semakin bertambah kebahagiaan. . Bahkan aku pernah marah. Menulis semua gejolak yang menghunjam, biarkan aku melepas penat lewat kata yang memelesat. Setelah itu, aku merasa lebih baik dan kemarahan pun menguap entah ke mana. Hasilnya aku hanya membaca sebuah karya sastra yang sudah tergores di atas lembaran. . Ajaib! Itu satu kata untuk menyatakan indahnya menulis. Bahwa menulis mampu mengobati rasa kecewa, mengabadikan bahagia dan melenyapkan kemarahan. Menulis adalah cara terbaik untuk menyelesaikan apa pun yang belum tuntas. Itu yang mulai kupahami. . Jika menulis memang seindah itu ... Akankah aku berhenti menulis? . Lanjut bacanya di sini yuuuk 👉www.penarinas.com #penarinas #UntaianKataKita
#penarinas #UntaianKataKita #SebaitSaja