#penarinas #UntaianKataKita #SecarikRasa

Product Placement
Mike Driver
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
taylor price
$LAYYYTER

oozey mess
noise dept.
tumblr dot com
occasionally subtle
todays bird

No title available

⁂
No title available
cherry valley forever
KIROKAZE

@theartofmadeline

#extradirty
I'd rather be in outer space 🛸

❣ Chile in a Photography ❣
almost home

seen from Spain
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from India

seen from United States
seen from Türkiye

seen from Türkiye

seen from Germany
seen from Brazil

seen from Malaysia
seen from Italy

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@penarinas-blog
#penarinas #UntaianKataKita #SecarikRasa
~ Manis Itu Manis ~ Pagi ini hujan turun mengetuk jendela. Tanganku masih lemas menyingkap tabir, gelap. Mentari pun enggan menunjukkan wajahnya. Tanganku kembali menarik selimut, bersembunyi sambil menikmati tarian air yang bersenandung riang. Memecah kesepian di kamar ini, juga di hatiku. . Aku ingin terlelap, tapi mata tak sepakat untuk memejam. Hujan bahkan lebih berani menggedor jendela, mengancam ingin memecahkan kacanya. Oh, tidak! . Dengan berat aku berdiri dan melangkah, membuka bingkai kaca yang menghiasi kamar penuh kenangan. Terpaan angin kencang menyapu wajahku dengan titik-titik air yang dibawanya. Sebelum aku sempat menyapa, hujan dan angin sangat ramah tersenyum padaku. Dingin. Tapi aku suka dan sangat menikmatinya. . Tanpa kusadari pertunjukan alam sudah berakhir. Hujan entah pergi ke mana, angin pun tak permisi meninggalkanku yang masih terpaku. Sepi, aku baru tahu hanya kesepian yang masih setia menemani. Tak ingin menjauh. . Baiklah, biar aku berteman dengan kesepian ini. Kuberi nama agar bisa akrab memanggilnya, Rindu. Itu nama yang manis, semanis gubahan yang tertulis di lembaran jantungku. Hanya ada satu nama yang terukir indah di setiap helaan napas, dan aku merindukan pemilik nama itu. . Manis itu manis. Rindu, gelisah, berkecamuk, redam dan kembali berkecamuk, semua itu manis. Setangkup rindu dalam genggaman, kutitipkan pada setangkup tangan yang juga menggenggam rindu. . Tapi tangan itu tak dapat lagi menggenggam. Dingin, pasi dan kaku. Aku tergugu-gugu melepaskan tangan itu dari genggamanku. Kenangan manis kita tiba-tiba hambar dan berserakan. Siraman air mata tak kalah deras membanjiri, bersamaan dengan hujan di pagi itu. Pagi paling dingin yang pernah kurasakan. . Kini, setiap kali hujan turun, aku selalu mengingatmu. Seakan kamu datang dan menyapaku dengan rindu. Manis itu manis. Apa pun yang kuingat tentang dirimu, teraduk manis di cawan kerinduan yang tak pernah kosong. Aku merindukanmu. Sangat merindu. . Rina’s #penarinas #UntaianKataKita #SebaitSaja
#penarinas #UntaianKataKita #SebaitSaja
Malu bertanya, terjerat rindu menyiksa. ❣️❣️❣️ #penarinas #UntaianKataKita #SebaitSaja
#penarinas #UntaianKataKita #PuisiKita
#penarinas #UntaianKataKita #SebaitSaja
~ Ajaib! ~ Menulis telah membuka mataku bukan hanya bisa membaca, tapi juga mendengar. Menulis mengajarkan cara terbaik untuk bercerita tanpa suara. Hanya melepas kata demi kata, menguntai rasa di dalam kalimat-kalimatnya. Menulis juga membawaku terbang tinggi, menyaksikan dunia hanya cukup membalikkan lembaran demi lembaran di udara yang bebas polusi. Menari di kaki langit, berhiaskan pelangi yang beraneka warna, dan mewarnai dunia. . Aku pernah sangat kecewa, mengimpit dada dan tidak menyisakan ruang untuk tertawa. Tapi ketika aku menulis rasa kecewa itu dan berulang kali pula membacanya, semakin berkurang derai air mata. . Aku pernah jatuh cinta, berbunga-bunga serasa dunia milik berdua. Dan aku mengabadikan keindahan itu di dalam tulisan, ketika berulang kali aku membacanya, semakin bertambah kebahagiaan. . Bahkan aku pernah marah. Menulis semua gejolak yang menghunjam, biarkan aku melepas penat lewat kata yang memelesat. Setelah itu, aku merasa lebih baik dan kemarahan pun menguap entah ke mana. Hasilnya aku hanya membaca sebuah karya sastra yang sudah tergores di atas lembaran. . Ajaib! Itu satu kata untuk menyatakan indahnya menulis. Bahwa menulis mampu mengobati rasa kecewa, mengabadikan bahagia dan melenyapkan kemarahan. Menulis adalah cara terbaik untuk menyelesaikan apa pun yang belum tuntas. Itu yang mulai kupahami. . Jika menulis memang seindah itu ... Akankah aku berhenti menulis? . Lanjut bacanya di sini yuuuk 👉www.penarinas.com #penarinas #UntaianKataKita
#penarinas #UntaianKataKita #SebaitSaja
~ Sepaket Cinta dan Luka ~ Aku menyukai rinai. Setiap tetesannya adalah cerita, gemercik suaranya memantulkan ketenangan, dan aroma dingin menyusup lembut membuai. Tapi kamu yang kucintai bukan rinai, melainkan titik air yang berlari kencang. Menghambur membasahi seluruh tubuh. Aku kuyup menggigil sembari mendengar bisikan cinta darimu. Ah, aku tertawan di dalam kalimat itu. . Aku memiliki dua mata, tapi tidak bisa melihat dunia. Gelap. Aku tersesat. Lalu kamu datang dengan cahaya yang juga tidak bisa kulihat. Membias di garis senja dan terbenam dalam kegelapan berikutnya. Tapi aku masih bisa berjalan, meniti bersama kedua tanganmu. Meski beberapa kali aku terjatuh, tangan itu selalu menarikku kembali. . Ingin kuucapkan terima kasih, tapi lidahku kelu. Bibir polos tanpa polesan lipstik, membiru dan bertulang. Sekuat tenaga aku ingin berucap, hatiku bersikeras membungkam. Entahlah. Aku tidak mengerti kenapa begitu sulit untuk mengucapkannya. Ternyata aku bisu berujar cinta. . Kedua tanganmu menghapus titik-titik berpola luka. Meski aku buta dan bisu, jantungku masih berdetak. Mencari-cari debaran yang tersemat di jemari itu, masih setia mengusap. Tapi bukan kehangatan yang kucecap di sentuhannya, aku semakin menggigil. . Apakah dunia sedingin ini? Hanya rinai, bukan teriakan hujan yang kudengar, tapi kenapa telingaku berdenging kemudian senyap? Aku tidak bisa mendengar apa pun lagi, setelah tidak bisa melihat dan berbicara. Kesepian menyergap. Menutup semua celah menciptakan sunyi. Bahkan aku tidak bisa mendengar lagi, apakah cintaku masih berdetak? . Satu-satunya yang masih bisa kurasakan adalah sentuhan kedua tanganmu. Menggamit gelap dan sunyi. Dunia ada di antara jemari dingin itu. Aku meronta! Aku terus meronta-ronta. Dengan cara apa aku bisa menyampaikan pesan? Agar sampai ke hatimu ... . Jadilah rinai untukku. Cintai aku perlahan saja, karena aku ingin menikmati setiap tetesannya yang bercerita, membuai dan menenangkan. Aku menyukai rinai. . Rina’s #penarinas #UntaianKataKita
~ Berdiam di Kalimat Cinta-Nya ~ Untuk kekasihku di mana pun kamu berada, meski netra belum menangkap bayangmu di sini, bantu aku untuk bisa berdetak lirih dalam doa-doa yang melangit. Agar debar ini bertemu, menggulung jarak dan mendekap kita dalam pelukan cinta-Nya. Aku hanya belum mengenalmu, tapi aku yakin kamu yang terbaik. Aku mencintaimu karena Allah yang menulis takdir kita untuk bersama. Dan kamu, jangan pernah pergi ke mana pun, selain ke hatiku. Di sini singgasana kita. Kamu yang bertakhta, tiada tandingannya. Kita tidak pernah bercerita tentang cinta yang salah, karena jatuh cinta memang tidak pernah salah. Namun kita perlu belajar untuk tidak mencintai orang yang salah. Agar tidak melukai pemilik lubuk yang seharusnya bukan milik kita. Berdiamlah di kalimat cinta yang sudah ditakdirkan-Nya. Pasti aman dan nyaman. Rina’s #penarinas #UntaianKataKita
#penarinas #UntaianKataKita
~ Di Ujung Pelatuk ~
Terdengar tangisan bayi memanggil nurani. Hhhh, jika memang masih bersemayam dalam diri. Tangisan yang menyayat hati, bercampur bau darah di sekitar. Bukan karena dia baru terlahir. Bukan karena ibunya diberondong pergi menemui Sang Pencipta. Bau darah itu dari muntahan senjata-senjata yang berderap. • Sandiwara apa ini? Apakah dia terlahir untuk menyaksikan dunia yang tak ramah? Dihujani ledakan bom di sana sini. Kekerasan brutal memaksa jiwa-jiwa meninggalkan raga. • Tapi dia masih bertahan. Bersama saudara kembarnya yang juga masih menangis. Tenggelam di tengah raungan pesawat tempur yang menderu. Kembali terdengar ledakan, susul menyusul. Mengepung mereka dalam inkubator bawah tanah. Meninabobokan mereka, agar tak mendengar lagi. Gencatan senjata masih memuntahkan peluru-peluru tak punya tujuan. Membumihanguskan kehidupan tanpa belas kasih. • Ghouta Timur mencatat sejarahnya dengan tetesan darah. Tapi mereka terlahir di negeri itu bukan untuk berakhir. Walau bisa saja kehidupan terpasung, bernapas dalam udara berbaur mesiu. Kehidupan tetaplah berdetak. Memiliki janji, kapan akan pergi dan sampai kapan akan menetap. • Meski rumah mereka tak beratap, ayah berujar agar tidak meratap. Mereka masih meraung-raung ketakutan. Dunia tidak aman. Kematian menciptakan antrean panjang menunggu giliran. Jangan ayah! Tetaplah di sini. Tangisan mereka terdengar bagaikan doa-doa lirih yang lebih panjang dan melangit. • Ini bukan perang, tapi pembantaian. Bukan hanya mencabut nyawa, tapi mematikan kemanusiaan. Bukan hanya membungkam yang terjajah, tapi membisukan dunia. Senyap. Dingin. Di tengah kobaran api yang menyala dan dentuman merajalela. • Membakar tekad untuk terus berkobar. Mengiris-iris kerinduan akan kedamaian. Semua sudah lenyap. Menguap bersama peluh yang mengering. Bahkan luka tak lagi meneteskan darah, pun air mata. • Kehidupan hanya sebuah cerita. Peperangan adalah pilihan berita. Medan pertempuran menjadi tempat bercengkerama. Memainkan senjata di antara gelak sumbing dan keangkuhan. Sebab nurani masih berujar, hanya tidak didengar. Manusia tetaplah manusia dan tidak akan pernah bisa menjadi Tuhan. • Lalu, Pantaskah merampas nyawa sesama manusia di ujung pelatuk? • Rina’s Bumi Cendrawasih, 27.02.2018
#penarinas #UntaianKataKita #PuisiKita
KELAS PUISI dan KELAS NOVEL KMMDK. ( @mediaberkarya ). . Kelas Puisi ___________ Bersama Joko Pinurbo. Bagi yang suka pada ibadah puisi mari kita bersama menunaikan ilmu untuk mendalaminya bersama JOKPIN. Penyair kenamaan ini ada di KMMDK ke-8. . Kelas Novel. ____________ Bersama Stefani Bella. Untuk kamu di sana. Yang ingin menjadi novelis seperti @hujan_mimpi mari menggali ilmunya agar kamu paham di KMMDK Ke-8. . . Kelas menulis ini terbuka untuk umum. Tak memandang berapa pun usiamu. Mari belajar bersama dengan kami. . Ketik: KMMDK08 /NAMA LENGKAP/ KOTA . . KIRIM MELALUI WHATSAPP KE: 0821-7623-0709 (Livia) . . Atau klik link di bio Instagram @liviaoktora #kmmdk #mediaberkarya
#penarinas #UntaianKataKita #SebaitSaja
#penarinas #UntaianKataKita #SebaitSaja