Sudut Pandang
Makin kesini makin banyak yang berubah. Ada problem yang harus didudukkan bersama, mencari titik temu dan solusi.
Ada keunikan tersendiri bagi saya dalam diskusi dan penyelesaian problem dikalangan anak-anak usia remaja ini. Dimana seorang rekan mengajak anak remaja yang bersangkutan memikirkan secara logika. Seperti berusaha membangkitkan akal pikirannya agar bisa berpikir dan mengerti problem yang dihadapi, bukan hanya dari sudut pandang si anak remaja yang bersangkutan tapi juga rekan-rekan sebayanya dan lingkungannya.
Metode ini yang kemudian saya tiru juga untuk mengatasi problem dikalangan anak remaja. Meskipun tidak "ampuh" seluruhnya, tapi bisa membuka diskusi yang open-minded 2 arah.
Oh ya, ternyata metode seperti ini pernah disampaikan juga oleh pakar parenting Abah Ihsan yang membahas tentang kesusahan orang tua dalam mendidik anak yang terus berulang-ulang perlu diingatkan karena kesalahannya.
Dalam penjelasan abah, kebanyakana metode guru/ orang tua dalam menanamkan nilai kepada anak adalah dengan dominan metode memberi tahu/ mengingatkan yang justru bagi remaja ini bisa mendisfungsi daya pikirnya (mematikan akal) dan membuat lamban dalam pendewasaan mental.
Ada diskusi untuk mendayakan akalnya kenapa-kenapa-kenapa anak harus melakukan sesuatu.












