5 Cara Mengusir Setan Menurut Iman Kristen Sesuai Alkitab
5 Cara Mengusir Setan Menurut Iman Kristen Sesuai Alkitab
Post author, Review by : Redaksi Tuhan Yesus Org
Ada beberapa cara mengusir setan menurut iman Kristen. Hanya saja sebagian besar orang Kristen kadang kala tidak memiliki keberanian ataupun iman yang cukup besar untuk melakukan hal tersebut. Padahal Alkitab menyatakan bahwa kuasa yang ada dalam diri orang percaya jauh lebih besar dari kuasa jahat di dunia.
Sehingga orang Kristen yang beriman…
Film Rohani Terbaru - Klip Film JANGAN MENCAMPURI URUSANKU(1)
film kristen terbaru - Klip Film JANGAN MENCAMPURI URUSANKU(1)Bagaimana Kita Menyikapi Eastern Lightning Dengan Cara Yang Sesuai Dengan Kehendak Tuhan?
Ketika orang-orang bersaksi bahwa Kilat dari Timur adalah kembalinya Tuhan Yesus, banyak orang percaya merasa bahwa Kilat dari Timur adalah jalan kebenaran, dan mereka harus secara proaktif mencari dan menelusurinya untuk mendengar suara Tuhan.
Pendeta dan penatua agama salah menafsirkan Alkitab, menolak dan menyalahkan Kilat dari Timur. Di bawah janji "melindungi jalan Tuhan, menjaga umat tetap aman, dan bertanggung jawab atas kehidupan orang-orang percaya," mereka mencegah orang-orang percaya dengan segala cara untuk menelusuri jalan yang benar. Apakah Kilat dari Timur benar-benar merupakan kembalinya Tuhan, menjadi nyata dan melakukan pekerjaannya? Bagaimana seharusnya kita menyikapi Kilat dari Timur, sehingga kita bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan?
Rekomendasi:
Siapakah Tuhan di Dalam Hatimu? Perhatikan Film Rohani Kristen Terbaru —— Anda Akan Menemukan Misteri Di Sini
Aku telah mengikuti kepercayaan keluargaku kepada Tuhan sejak aku masih kecil, dan sering membaca Alkitab serta menghadiri pertemuan-pertemuan. Setelah menikah, aku meneruskan injil Tuhan Yesus kepada ibu mertuaku, dan setelah ibu mertuaku mulai percaya kepada Tuhan, dia tidak lagi hilang kesabaran ketika hal-hal terjadi atau bertindak sepenuhnya atas dorongannya sendiri dalam hal-hal yang dilakukannya, dan relasi dalam keluarga kami mulai membaik. Suamiku melihat perubahan dalam diri ibunya, maka dia juga mulai percaya kepada Tuhan pada tahun 2015, dan pergi ke gereja bersamaku setiap minggu. Ketika aku melihat bahwa keluarga terasa damai setelah menerima injil Tuhan, aku menyadari bahwa ini adalah kasih karunia Tuhan, dan aku bersyukur kepada Tuhan dari lubuk hatiku.
Pada suatu hari di bulan Februari 2017, ketika aku sedang bekerja, seorang pelanggan perempuan melihatku dan menjadi sangat senang. Dia menarikku ke samping dan berkata: "Engkau terlihat sangat mirip dengan seorang temanku. Bolehkah aku mengenalkanmu kepadanya? Dia baru saja datang ke Kanada dan tidak kenal siapa-siapa, jadi jika engkau ada waktu, akan bagus jika kalian bisa mengobrol." Aku sangat terkejut mendengar ini, dan berpikir: Mungkinkah hal seperti ini terjadi? Apakah temannya benar-benar mirip denganku? Namun, aku menyadari segala hal membawa maksud baik Tuhan, dan bahwa membantu sesama dengan penuh kasih juga merupakan salah satu ajaran Tuhan, maka aku menyetujui permintaannya. Beberapa hari kemudian, aku bertemu dengan temannya bernama Xiao Han. Xiao Han memang terlihat sangat mirip denganku. Orang yang melihat kami bertanya apakah kami saudari kembar. Aku tidak tahu apakah itu karena kami terlihat begitu mirip atau karena pengaturan Tuhan ada di balik semua ini, tetapi ketika aku melihatnya, aku segera merasa sangat dekat dengannya. Setelah beberapa pertemuan dengannya, kami seperti saudari yang bisa berbicara tentang apa pun. Yang paling mengejutkanku adalah bahwa melalui Xiao Han, aku mendengar injil tentang Tuhan Yesus yang datang kembali pada akhir zaman …
Pada suatu hari, Xiao Han mengajakku ke rumah bibinya, di mana bibinya mengajari kami injil kerajaan Tuhan Yang Mahakuasa. Dia meminta kami membaca firman yang disampaikan oleh Tuhan pada akhir zaman, dan bersekutu dengan kami tentang kehendak Tuhan dalam penciptaan Adam dan Hawa, pemikiran dan maksud Tuhan ketika Dia memanggil Nuh untuk membangun bahtera, bagaimana hati Tuhan sakit ketika Dia menghancurkan manusia pada zaman Nuh, dan seterusnya. Dia mengatakan bahwa misteri-misteri ini semuanya dinyatakan dalam firman Tuhan yang disampaikan pada akhir zaman, dan bahwa tanpa semua itu, tidak seorang pun dapat mengerti misteri-misteri ini. Aku percaya kepadanya, sebab hanya Tuhan sendirilah yang dapat menjelaskan pemikiran-pemikiran di balik tindakan-tindakan-Nya. Seandainya Tuhan tidak datang secara pribadi untuk berfirman dan bekerja, siapa lagi yang dapat dengan gamblang menjelaskan pemikiran dan maksud Tuhan? Aku sangat tertarik pada firman Tuhan, dan memutuskan untuk secara serius menyelidiki pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman. Sementara aku menyelidiki, aku mengajukan banyak pertanyaan yang tidak aku mengerti ketika aku membaca Alkitab, dan bibinya Xiao Han memberiku jawaban berdasarkan firman Tuhan Yang Mahakuasa. Jawaban-jawaban itu sangat menyeluruh, dan jelas serta dapat kumengerti. Semakin banyak aku membaca firman Tuhan, pertanyaan-pertanyaan dan kebingungan di hatiku terjawab sedikit demi sedikit, dan aku mengerti bahwa pekerjaan Tuhan pada akhir zaman adalah pekerjaan penghakiman melalui firman-Nya yang menggenapi nubuat dalam Alkitab bahwa "Penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan" (1 Petrus 4:17)). Tahap pekerjaan Tuhan ini adalah sebuah peningkatan dan pendalaman dari pekerjaan Tuhan Yesus, dan merupakan tahap terakhir dari pekerjaan Tuhan pada akhir zaman untuk menyucikan umat manusia dan menyelamatkan umat manusia. Setelah menyelidiki selama beberapa waktu, aku yakin bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali, aku dengan senang hati menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman, dan mulai menghadiri pertemuan-pertemuan dengan saudara-saudari.
Suatu pagi, sekitar tiga bulan kemudian, aku bertemu dengan saudari-saudariku seperti biasanya, ketika tiba-tiba telepon selulerku mulai berbunyi. Aku membukanya dan melihat sebuah notifikasi bahwa seseorang sedang berusaha menemukan posisiku dengan memakai iPhone-ku. Aku sangat terkejut, dan aku tidak tahu apa yang terjadi, tetapi segera setelah itu, suamiku mengirimkan sebuah pesan WeChat kepadaku menanyakan, "Kau ada di mana?" Sementara aku melihat pesan itu, aku ragu-ragu, sebab aku ingat bahwa suamiku pergi ke sebuah pertemuan gereja lebih dari sebulan lalu dan memberitahukan kepadaku bahwa pastor telah mengatakan banyak hal negatif mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, dan memperingatkan orang-orang percaya untuk waspada dan tidak menjalin kontak apa pun dengan orang-orang yang mengikuti Kilat dari Timur. Pada waktu itu, aku takut bahwa suamiku akan dibingungkan oleh pastor dan para penatua, dan bahwa rumor mereka akan membuat suamiku memusuhi Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Aku ingin menunggu sampai aku lebih memahami tentang kebenaran itu dan dapat dengan lebih baik bersaksi tentang pekerjaan Tuhan pada akhir zaman untuk mengabarkan injil kepada suamiku, sehingga aku tidak pernah berani untuk memberitahukan kepadanya mengenai pertemuan-pertemuanku dengan saudari-saudari dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Sembari berpikir demikian, aku membalas pesannya, "Aku sedang dalam perjalanan ke tempat kerja." Namun, ketika aku memikirkan tentang hal ini lagi, aku merasa bahwa ada sesuatu yang salah, "Dia tidak pernah mengirimiku pesan pada waktu seperti ini. Mengapa dia tiba-tiba mengirimiku pesan hari ini untuk bertanya aku di mana? Apa yang sedang terjadi?"
Ketika aku pulang dari kerja malam itu, aku melihat suamiku duduk di tempat tidur dan menatapku dengan pandangan marah. Suamiku telah menemukan kitab-kitab firman Tuhan yang kusembunyikan di rumah dan menaruhnya di atas meja. Aku sangat terkejut melihat semuanya ini, tetapi sebelum aku punya waktu untuk berpikir tentang bagaimana harus bereaksi, suamiku menanyaiku, "Sejak kapan kau percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa? Ada banyak berita daring yang negatif tentang Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, tidakkah engkau tahu itu? Engkau berbohong kepadaku hari ini. Engkau tidak sedang dalam perjalanan ke tempat kerja pagi ini. Di mana engkau?" Aku menjawabnya, dengan agak marah, "Jadi kaulah yang membuat teleponku memperingatkanku pagi ini bahwa seseorang sedang berusaha melacakku!" Dia menjawab, "Saat sedang istirahat kerja pagi ini, aku ingin tahu kau ada di mana, maka aku mencari posisimu dan menemukan bahwa kau tidak berada di tempat yang kau katakan." Dia melunakkan nada bicaranya dan melanjutkan, "Pemerintahan Tiongkok mengatakan batas-batas antara laki-laki dan perempuan tidak jelas di antara orang yang percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa, dan ada juga banyak informasi yang lebih negatif. Bisakah engkau tidak berhubungan dengan mereka lagi? Akan jauh lebih baik bila engkau pergi ke pertemuan-pertemuan gereja saja, dan aku dapat pergi bersamamu setiap minggu. Mengapa engkau berhubungan dengan mereka?" Setelah dia selesai, dia membuka internet dan menemukan banyak informasi negatif tentang Gereja Tuhan Yang Mahakuasa untuk kubaca. Setelah membaca rumor-rumor tak berdasar ini, aku sangat marah, dan berkata, "Orang-orang ini sama sekali tidak pernah berhubungan dengan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Mengapa mereka berkomentar tentangnya? Kata-kata ini sepenuhnya tak berdasar, hanya kabar angin. Ini adalah kebohongan dan rumor. Sama sekali tak bisa dipercaya! Dalam beberapa bulan terakhir, aku telah bersama saudara-saudari dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, dan apa yang sudah kulihat adalah bahwa mereka berpakaian dengan cara yang sederhana dan jujur, dan mereka berbicara dan berperilaku dengan cara yang bermartabat. Saudara-saudari mereka menghormati batas-batas dan berprinsip dalam interaksi mereka. Mereka sama sekali tidak seperti rumor yang PKT (Partai Komunis Tiongkok) dan para pastor serta penatua sebarkan. Ketetapan administratif untuk Zaman Kerajaan yang dikeluarkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa dengan jelas menyatakan, 'Manusia memiliki watak yang rusak dan, selain itu, ia memiliki emosi. Oleh karena itu, sangat dilarang bagi dua orang anggota yang berlainan jenis kelamin untuk bekerja bersama-sama ketika melayani Tuhan. Bila ada yang ketahuan melakukannya akan dikeluarkan, tanpa pengecualian—dan tidak seorang pun yang dikecualikan' ("Sepuluh Ketetapan Administratif yang Harus Ditaati Orang Pilihan Tuhan di Zaman Kerajaan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Tuhan itu kudus dan benar, dan tidak ada yang lebih membuatnya jijik kecuali ketika orang terlibat dalam perzinahan. Jadi, Tuhan telah mengeluarkan ketetapan administratif yang ketat bagi umat pilihan-Nya, dan siapa pun yang melanggarnya akan diusir dari gereja. Saudara-saudari dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa sepenuhnya patuh pada ketetapan administratif Tuhan, dan tidak seorang pun berani melanggarnya. Inilah yang secara pribadi kulihat dan kualami. Rumor yang disebarkan oleh PKT dan para pastor dan penatua bahwa batasan antara laki-laki dan perempuan di Gereja Tuhan Yang Mahakuasa tidak jelas, itu tidak lain hanyalah rumor dan fitnah!" Namun, apa pun yang kukatakan, suamiku tidak mendengarkan, dan dia bersikeras agar aku tidak lagi bertemu dengan saudara-saudariku. Aku mulai merasa negatif ketika aku melihat sikap keras kepala suamiku, sebab di sini di luar negeri aku hanya mengenal suamiku dan aku tidak ingin bertengkar dengannya. Di sisi lain, aku takut bahwa dia akan memberi tahu keluargaku di Tiongkok dan pastor, yang akan membuatku berada dalam masalah yang lebih besar. Jadi, ketika dia menegaskan bahwa aku tidak boleh datang ke pertemuan-pertemuan, aku setuju, tetapi aku mengatakan bahwa aku ingin terus membaca firman Tuhan di rumah, dan dia setuju. Dan demikianlah, badai itu mereda untuk saat itu.
Ada banyak hal yang tidak kumengerti ketika aku membaca firman Tuhan di rumah, sehingga aku memakai telepon selulerku untuk menghubungi saudariku ketika suamiku berada di tempat kerja, yang memungkinkanku melanjutkan pertemuan-pertemuanku dengan saudari-saudariku. Aku juga memberi tahu saudariku tentang bagaimana suamiku memintaku untuk tidak lagi pergi ke pertemuan, dan setelah itu saudari itu membacakan sebuah bagian firman Tuhan bagiku, "Dalam setiap tahap pekerjaan yang Tuhan lakukan di dalam diri orang, dari luar pekerjaan itu terlihat seperti interaksi antara orang-orang, seolah-olah lahir karena pengaturan manusia, atau muncul dari campur tangan manusia. Namun, di balik layar, setiap tahap pekerjaan, dan semua yang terjadi, adalah pertaruhan yang Iblis buat di hadapan Tuhan, dan orang-orang harus berdiri teguh dalam kesaksian mereka bagi Tuhan. Misalnya, ketika Ayub diuji: Di balik layar, Iblis bertaruh dengan Tuhan, dan yang terjadi kepada Ayub adalah perbuatan manusia, dan campur tangan manusia. Di balik setiap tahap yang Tuhan lakukan di dalam dirimu, terdapat pertaruhan antara Iblis dengan Tuhan—di balik semua itu ada pertempuran …. Ketika Tuhan dan Iblis bertempur di alam rohani, bagaimanakah seharusnya engkau memuaskan Tuhan, dan bagaimanakah cara agar engkau berdiri teguh dalam kesaksianmu bagi-Nya? Engkau harus tahu bahwa segala sesuatu yang terjadi kepadamu adalah sebuah ujian besar dan merupakan saat ketika Tuhan membutuhkan engkau untuk menjadi kesaksian" ("Hanya Mengasihi Tuhan-lah yang Berarti Sungguh-Sungguh Percaya kepada Tuhan" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Saudariku menjelaskan, "Ketika kita menghadapi lingkungan semacam itu hampir seketika setelah menerima Tuhan Yang Mahakuasa, dari luar hal itu tampaknya bahwa keluarga kita menghentikan kita dan tidak membiarkan kita pergi ke pertemuan-pertemuan, tetapi jika kita melihat masalah itu melalui firman Tuhan, gangguan Iblis ada di balik semua ini, sebab ini adalah sebuah pertempuran rohani. Tuhan ingin menyelamatkan kita, tetapi Iblis tidak ingin membiarkan itu terjadi, maka ia mengikuti di belakang Tuhan untuk mengganggu kita, dan memakai orang-orang di seputar kita untuk menghentikan kita datang ke hadapan Tuhan. Tujuan Iblis adalah menghancurkan relasi normal kita dengan Tuhan, membuat kita merasa negatif dan lemah sehingga kita meninggalkan dan mengkhianati Tuhan, dan akhirnya kembali berada dalam kekuasaannya dan kehilangan kesempatan untuk diselamatkan oleh Tuhan. Jadi, kita harus belajar membedakan, melihat hal-hal menurut firman Tuhan, memahami tipu muslihat Iblis, lebih banyak berdoa dan mengandalkan Tuhan, memiliki iman yang sejati kepada Tuhan, dan melihat tindakan-tindakan Tuhan melalui iman kita!" Setelah mendengar firman Tuhan dan persekutuan saudariku, aku tiba-tiba menyadari, "Suamiku memintaku berhenti untuk percaya kepada Tuhan dan mengikuti Tuhan karena Iblis memakai dirinya untuk menggangguku dan membuatku mengkhianati Tuhan, yang merupakan ujian yang sama yang dialami oleh Ayub. Iblis mencoba segala cara yang diketahuinya untuk mencobai Ayub. Iblis membuatnya kehilangan kekayaannya yang amat besar dan kawanan ternak dan dombanya, membuat sekujur tubuhnya dipenuhi bisul busuk, lalu juga memakai teman-teman Ayub untuk mengganggu dan menyerangnya, dan bahkan memakai istrinya untuk mencobai Ayub agar meninggalkan Tuhan dan mati. Dengan congkak Iblis mencoba untuk menghancurkan iman Ayub kepada Tuhan dan membuatnya mengingkari dan menolak Tuhan. Iblis benar-benar jahat dan keji!" Ketika aku berpikir tentang hal ini, hatiku penuh dengan kebencian terhadap Iblis, tetapi kemudian aku berpikir, "Walaupun Iblis secara membabi-buta berusaha untuk menghancurkan Ayub, ia tidak akan pernah membahayakan Ayub kecuali Tuhan mengizinkannya melakukan hal itu, maka tidakkah itu berarti bahwa yang sedang kualami juga ada dalam tangan Tuhan? Asalkan aku benar-benar mengikuti Tuhan dan mengandalkan Tuhan, Tuhan pasti akan menuntunku untuk mengatasi godaan-godaan Iblis." Pemikiran itu memberiku iman yang lebih besar pada Tuhan, dan aku jadi bertekad kuat untuk tetap berhubungan dengan para saudariku dan meneruskan pertemuan-pertemuanku dan persekutuan melalui telepon selulerku.
Pada suatu malam, aku meletakkan teleponku di atas meja, dan aku tidak membayangkan bahwa suamiku akan mengambilnya dan memeriksa catatan pembicaraanku dengan saudariku. Dengan amat marah, dia berkata kepadaku, "Engkau masih berhubungan dengan mereka, dan pembicaraan kalian berlangsung selama dua jam." Kemudian, dia menunjukkan kepadaku lebih banyak informasi negatif dari internet. Dia juga menggunakan berbagai cara untuk mengawasiku dan mencegahku agar tidak berhubungan dengan saudariku di teleponku. Aku kehilangan kehidupan gerejaku lagi, dan tidak dapat memperoleh bantuan dari saudariku. Setelah itu, suamiku terus mengirimiku rumor-rumor yang ditemukannya di internet, dan mengganggu serta menghalangiku untuk menjalin hubungan apa pun dengan saudara-saudariku. Pembatasan dan gangguan suamiku membuatku sedih, dan secara tak sadar aku kembali mulai merasa lemah, "Mengapa suamiku sangat menentang kepercayaanku kepada Tuhan? Aku hanya ingin percaya kepada Tuhan, mengapa ini begitu sulit? Kapan aku dapat percaya kepada Tuhan tanpa begitu banyak gangguan? Apakah ini akan menjadi kehidupanku mulai dari sekarang?" Ketika berpikir tentang hal itu, aku berusaha untuk menghentikan jatuhnya air mataku, tetapi aku tak dapat, dan aku merasa sangat kesepian dan tak berdaya. Aku tidak tahu bagaimana aku bisa bertahan, dan tak terhitung lagi berapa kali aku menangis karena perasaan itu. Dalam kepedihanku, satu-satunya yang bisa kulakukan adalah berdoa kepada Tuhan, "Tuhan! Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan menghadapi pembatasan suamiku, aku tidak tahu bagaimana harus menjalani ini, tetapi aku percaya bahwa seperti apa pun keadaannya, Engkau memiliki maksud baik-Mu. Aku memohon bimbingan-Mu dan iman untuk menjalani ini."
Secara ajaib, tepat saat aku berdoa, aku menerima dua bagian firman Tuhan dari saudariku, "Iblis sedang berperang dengan Tuhan dan selalu mengikuti di belakang Dia. Tujuannya adalah untuk menghancurkan semua pekerjaan yang Tuhan ingin lakukan, untuk merasuki dan mengendalikan orang-orang yang Tuhan inginkan, untuk sepenuhnya memusnahkan orang-orang yang Tuhan inginkan. Jika mereka tidak dimusnahkan, mereka dikuasai Iblis untuk digunakan olehnya—inilah tujuannya" ("Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik IV" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). "Engkau harus memiliki keberanian-Ku di dalam dirimu dan mempunyai prinsip ketika menghadapi kerabat yang tidak percaya. Tetapi demi Aku, engkau juga tidak boleh menyerah pada kekuatan gelap apa pun. Andalkan hikmat-Ku untuk berjalan dengan cara yang sempurna; jangan biarkan konspirasi Iblis menguasai. Kerahkan segala usahamu untuk menempatkan hatimu di hadapan-Ku, maka Aku akan menghiburmu dan memberimu kedamaian dan kebahagiaan di hatimu" ("Bab 10, Perkataan Kristus pada Awal Mulanya" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Melalui firman Tuhan, aku beroleh beberapa pemahaman mengenai niat jahat Iblis. Tuhan bekerja untuk menyelamatkan manusia, sedangkan Iblis berusaha menghancurkan pekerjaan Tuhan dan bersaing dengan Tuhan untuk mendapatkan manusia, sehingga ia menyebarkan beragam rumor di Internet untuk membingungkan dan menipu manusia, dan juga memakai keluarga kita untuk mencegah dan mengganggu kita dan membuat kita tidak mungkin untuk datang ke hadapan Tuhan dan diselamatkan. Suamiku dibutakan oleh rumor yang disebarkan oleh Iblis sebab dia tidak tahu kebenaran, dan itulah sebabnya dia berusaha mencegahku agar tidak percaya kepada Tuhan, dan Iblis juga memanfaatkan kelemahanku untuk membelenggu dan membahayakan diriku. Iblis tahu kelemahan fatalku yang adalah kasih sayang romantis, sehingga dia menyerangku melalui kasih sayangku kepada suamiku, membuatku memilih untuk mempertahankan kedamaian keluargaku oleh karena perhatianku pada perasaan-perasaan kedaginganku dan menyerah untuk mengikuti Tuhan, dan karenanya membuatku meninggalkan jalan yang benar dan kehilangan kesempatanku untuk diselamatkan oleh Tuhan. Iblis benar-benar keji! Pada waktu yang sama, aku merasa Tuhan menghiburku dengan firman-Nya, mendorongku untuk tidak menyerah pada kekuatan gelap si Iblis, dan menunjukkan kepadaku jalan penerapannya. Tuhan berfirman, "Andalkan hikmat-Ku untuk berjalan dengan cara yang sempurna." Dalam keadaanku saat itu, bagaimana aku dapat memakai kebijaksanaan ekstra yang Tuhan berikan untuk menghadiri pertemuan? Aku ingat bahwa terakhir suamiku memakai teleponku untuk melacakku, sehingga aku tidak dapat pergi ke rumah saudariku lagi, dan aku tidak dapat memakai teleponku untuk melakukan pertemuan dengannya tetapi aku dapat pergi ke pujasera yang dikunjungi saudariku di mal. Jika suamiku bertanya lagi, aku bisa mengatakan bahwa aku sedang berbelanja di mal. Maka, dengan bimbingan Tuhan, aku bisa bertemu dengan saudariku lagi. Setelah itu, begitu saudariku mengerti kesulitan-kesulitanku, dia membagikan firman Tuhan kepadaku, dan menghibur serta menguatkanku. Begitu aku memahami kebenaran, sikap negatifku dengan segera terselesaikan.
Suatu hari, sepulang kerja, aku ingin membaca lebih banyak firman Tuhan, tetapi ketika aku mencari di laci dan almari di mana aku telah meletakkan kitab-kitabku yang berisi firman Tuhan, aku tidak dapat menemukannya. Aku sangat cemas, dan berpikir, "Oh tidak, suamiku pasti telah membuang kitab-kitabku. Dia orang yang sangat berhati-hati, maka dia pasti tidak akan membuangnya ke tempat sampah di mana aku dapat menemukannya. Jika dia membawanya ke kantor untuk membuangnya, maka aku benar-benar tidak akan menemukannya." Pemikiran itu membuatku sedih, dan aku tidak tahu apa yang harus kulakukan.
Beberapa hari kemudian, ketika aku pergi dengan suamiku untuk mengikuti ujian surat izin mengemudinya, aku bertemu dengan salah seorang saudariku. Dengan diam-diam, aku memberitahukan kepadanya bahwa kitab-kitab firman Tuhanku telah hilang. Dia memintaku untuk lebih banyak berdoa, mengandalkan Tuhan, dan dengan cermat mencarinya lagi. Tuhan menguasai dan mengatur segala hal, katanya padaku, sehingga apakah suamiku telah membuang kitab-kitab itu atau tidak, itu berada di tangan Tuhan, dan aku tidak boleh membiarkan imajinasiku membuatku terburu-buru menghakimi. Ketika tiba di rumah, aku mengirim pesan kepada seorang saudari lain, yang mengatakan hal yang sama kepadaku. Dengan persekutuan semacam itu dari keduanya, aku percaya bahwa maksud Tuhan yang baik pasti ada di balik ini. Apakah Tuhan sedang memakai saudari-saudariku untuk mengingatkanku? Kemudian, aku ingat satu bagian firman Tuhan, "Tuhan yang Mahakuasa menguasai segala hal dan peristiwa! Selama hati kita memandang kepada-Nya sepanjang waktu dan kita masuk ke dalam roh dan bergaul dengan-Nya, Dia akan menunjukkan kepada kita semua hal yang kita cari dan kehendak-Nya pasti akan diungkapkan kepada kita; hati kita akan memiliki sukacita dan kedamaian, tetap teguh dengan kejelasan yang sempurna" ("Bab 7, Perkataan Kristus pada Awal Mulanya" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Dari firman Tuhan, aku memahami bahwa Tuhan selalu ada bagi manusia yang mengandalkan dan membutuhkan bantuan-Nya. Ketika manusia berada dalam masalah dan tidak punya jalan keluar, asalkan kita dengan tulus berseru kepada Tuhan, Tuhan akan memberi pencerahan dan membimbing kita, dan membantu kita melewati kesulitan-kesulitan kita. Berkat pencerahan dan bimbingan firman Tuhan, imanku kepada Tuhan kembali dikuatkan, dan aku menemukan jalan untuk kulalui. Aku juga mengerti bahwa dalam masalah kehilangan kitab firman Tuhan milikku, aku tidak akan pernah menemukannya jika aku hanya mengandalkan usahaku sendiri. Tuhan itu mahakuasa, dan asalkan aku mengandalkan dan mencari pertolongan Tuhan, dan kemudian mencari kitab-kitab itu secara praktis, aku percaya bahwa Tuhan akan membimbing dan membantuku. Jadi, aku menghadap Tuhan dan dengan tulus berdoa, "Tuhan! Aku tidak dapat menemukan kitab-kitab firman-Mu. Pada awalnya, aku mengandalkan gagasan dan imajinasiku sendiri untuk mengira-ngira di mana kitab-kitab itu berada, aku bertindak berdasar pikiranku sendiri, aku tidak menempatkan-Mu di atas segalanya, dan aku tidak menyadari bahwa segala sesuatu ada di bawah kendali-Mu. Kini, aku ingin mencari-Mu dan memercayakan masalah ini kepada-Mu, dan kemudian bekerja sama dengan mencarinya lagi. Apakah aku akan menemukan kitab-kitab itu atau tidak, itu adalah seizin-Mu. Aku mohon bimbingan-Mu."
Setelah berdoa, aku tiba-tiba merasakan keinginan untuk pergi ke gudang untuk mencari sepasang sepatu. Saat aku berlutut di gudang untuk mengambil sepatu itu, secara tak terduga-duga aku melihat sebuah tas putih, dan sebuah gagasan yang sangat jelas tiba-tiba muncul di benakku: Kitab-kitab firman Tuhan ada dalam tas itu. Saat aku mengambil tas itu dan mengeceknya, ternyata benar! Aku terkejut dan gembira, dan tidak kuasa untuk tidak berseru, "Syukur kepada Tuhan! Syukur kepada Tuhan!" Aku menyadari bahwa aku dituntun kepada kitab-kitab itu oleh Tuhan. Aku benar-benar menyadari bahwa segala sesuatu berada di bawah kendali Tuhan, Tuhan telah mengatur pemikiran dan gagasan di hati manusia, dan bahwa ketika kita mengandalkan Tuhan dan meminta kepada Tuhan, tidak ada yang terlalu sulit. Setelah itu, aku dengan segera membawa kitab-kitab tersebut ke kamar tidur dan menaruhnya di laciku. Malam itu, ketika suamiku kembali, dia mendapati bahwa aku telah menemukan kitab-kitab yang disembunyikannya di gudang dan mendesakku untuk menyerahkannya kepadanya. Kali ini, dengan sungguh-sungguh aku mengandalkan Tuhan dan memohon kepada-Nya untuk memberiku keyakinan dan kekuatan, dan aku menolak untuk berkompromi lebih jauh dengannya. Ketika dia melihat tekadku, dia tidak mendesak lebih jauh.
Kemudian, untuk memudahkanku menghadiri pertemuan dan melatihkan devosi rohani, saudariku memberiku sebuah telepon khusus untuk mendengarkan khotbah, dan dia juga mengunduhkan beberapa kitab firman Tuhan di sana. Suatu kali, ketika aku mengganti tas punggungku, secara ceroboh aku meninggalkannya di rumah, dan suamiku menjadi tahu bahwa aku datang ke pertemuan-pertemuan lagi. Dia mengirim pesan untuk menanyaiku, "Mengapa kau masih berhubungan dengan mereka? Mengapa dengan diam-diam engkau datang ke pertemuan?" Aku marah dan cemas ketika aku melihat pesan itu, tetapi aku ingat pengalamanku di waktu sebelumnya, bagaimana setiap kali suamiku berusaha untuk mengganggu atau menindasku, aku selalu berkompromi, mundur, atau merasa negatif dan lemah, dan bahwa yang sangat kurang dariku adalah mengandalkan Tuhan dan bersaksi bagi Tuhan. Kali ini, aku tidak dapat mengalah pada Iblis. Aku ingin mengandalkan Tuhan, mencari Tuhan, mengalahkan Iblis dengan iman, dan menjadi kesaksian bagi Tuhan. Aku teringat akan firman Tuhan, "Tidak peduli di mana atau kapan, atau seberapa buruk lingkungannya, Aku akan menunjukkannya kepadamu dengan jelas dan hati-Ku akan diungkapkan kepadamu jika engkau memandang-Ku dengan hatimu. Dengan cara ini engkau akan menempuh jalan ke depan dan tidak pernah kehilangan arah" ("Bab 13, Perkataan Kristus pada Awal Mulanya" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Maka, aku berdoa kepada Tuhan, "Tuhan! Hari ini, Engkau telah memilihku dan membuatku mengikuti jejak langkah-Mu. Jika aku tidak mengejar dengan segenap kekuatanku, jika aku berkompromi dengan Iblis, aku akan kehilangan kesempatanku untuk diselamatkan. Tuhan! Aku ingin memercayakan kesulitan-kesulitanku saat ini kepada-Mu. Tidak peduli jika suamiku memberi tahu keluargaku atau pastor mengenai kepercayaanku kepada Tuhan Yang Mahakuasa, atau apa pun yang dia lakukan terhadapku, aku akan taat. Kali ini, aku akan mengandalkan-Mu untuk menjadi kesaksian bagi-Mu dan mempermalukan Iblis."
Setelah berdoa, aku merasa jauh lebih tenang. Aku mengambil teleponku dan menjawabnya, "Ya, aku datang ke pertemuan lagi. Besok, ayo kita duduk dan bicarakan soal ini." Begitu aku mengirimkan pesan itu, aku masih merasakan bahwa aku sedang dimurnikan dalam hatiku: Mengapa setiap kali aku ingin secara sungguh-sungguh mengejar kebenaran, aku dihalangi? Kemudian, aku berpikir mengenai pengalaman Ayub yang sudah dipersekutukan denganku berkali-kali oleh saudari-saudariku. AKu pun memikirkan tentang apa yang difirmankan Tuhan, "Dan apa yang Tuhan lakukan ketika Ayub mengalami siksaan ini? Tuhan mengamati, dan menyaksikan, dan menunggu hasilnya. Ketika Tuhan mengamati dan menyaksikan, bagaimana perasaan-Nya? Tentu saja, Dia merasa sangat sedih" ("Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Aku merenungkan firman Tuhan, dan memikirkan pengalaman Ayub itu. Dia menghabiskan hidupnya dengan takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan, tetapi Iblis tidak suka jika Tuhan mendapatkan Ayub, sehingga ia mencobainya berkali-kali. Sementara Iblis mencobai Ayub, Tuhan mengamati dan memperhatikan semuanya, dan Tuhan memberi Iblis sebuah batas yang ketat: Iblis tidak boleh mengambil nyawa Ayub, yang dengan cara demikian Tuhan menjamin keamanan Ayub. Ini menunjukkan bahwa Tuhan sangat menghargai manusia, tidak ingin kita menderita, dan tidak berharap untuk melihat kita jatuh di bawah pengaruh Iblis dan disakiti oleh Iblis. Selain itu, Tuhan memiliki maksud yang baik ketika membiarkan Iblis mencobai Ayub. Tuhan berharap untuk memakai Ayub untuk beroleh kesaksian dan menyempurnakan iman dan ketaatan Ayub kepada Tuhan. Bukankah ini sama dengan situasiku sekarang? Walaupun Iblis mencobaiku berkali-kali, Tuhan tidak pernah meninggalkanku, dan telah membimbingku sampai saat ini. Tuhan telah mengatur keadaan ini dengan harapan bahwa aku akan bertumbuh dalam hidupku, menjadi kesaksian bagi-Nya, dan mempermalukan Iblis, sehingga kali ini aku harus berusaha sebisaku untuk memberi kesaksian bagi Tuhan, dan mempermalukan Iblis. Aku merasakan imanku kepada Tuhan, dan aku bertekad untuk mematuhi pengaturan-pengaturan Tuhan, berdiri dengan Tuhan, dan tidak pernah berkompromi dengan Iblis.
Keesokan malamnya, ketika aku pulang dari kerja, suamiku sudah ada di sana menungguku. Ketika aku duduk, dia berkata, "Bisakah engkau tak lagi percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa?" Kemudian, dia mulai berbicara tentang semua informasi negatif dari Internet yang telah ditunjukkannya kepadaku mengenai Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Aku menjawab, "Tidak, aku tidak mau. Apa yang benar-benar kau ketahui tentang Gereja Tuhan Yang Mahakuasa? Semua informasi yang sudah kau lihat di Internet adalah rumor yang dikarang oleh PKT untuk memfitnah, mencemarkan nama baik, dan menghancurkan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Tak satu pun darinya benar. PKT adalah sebuah partai politik yang ateis, ia membenci kebenaran dan Tuhan, sehingga ia dengan membabi-buta mengarang dan menyebarkan segala jenis rumor untuk membuat orang bingung. PKT dengan congkak ingin memperdaya manusia agar menentang Tuhan dan membawa sampai mati penentangan seperti itu. Itulah maksud jahat PKT. Dengan percaya kepada Tuhan, aku tidak melakukan sesuatu yang salah, dan aku juga tidak melakukan sesuatu yang perlu kumintakan maaf darimu. Aku melangkah di jalan yang benar dalam kehidupan, dan aku telah memutuskan untuk terus melangkah di jalan ini. Aku telah memikirkannya, dan aku telah memutuskan engkau dapat menghubungi pastor dan para pengkhotbah dan membiarkan mereka menuduhku dalam khotbah-khotbah mereka dan kemudian mengeluarkanku dari gereja. Engkau juga dapat menelepon orangtuaku dan membiarkan mereka mengepung dan menindasku. Namun, apa pun yang engkau lakukan, keputusanku tidak akan berubah. Aku telah menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman, dan dengan membaca firman Tuhan dan mengalami lingkungan yang sudah Tuhan atur, aku telah berketetapan bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali, dan aku akan tetap teguh dalam pilihanku apa pun yang terjadi." Suamiku berkata, "Engkau mengkhianati Tuhan, tahukah engkau itu? Tuhan telah memberimu begitu banyak kasih karunia. Bagaimana mungkin engkau bisa mengkhianati-Nya?" Aku berkata, "Percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa tidak mengkhianati Tuhan, karena itu berarti mengikuti jejak Anak Domba, sebab Tuhan Yang Mahakuasa dan Tuhan Yesus adalah Tuhan yang sama. Justru karena aku telah menikmati begitu banyak kasih karunia Tuhan Yesus maka aku tahu aku harus menyelidiki dan menerima ketika aku mendengar kabar bahwa Tuhan Yesus sudah kembali sekarang ini. Sekarang, Tuhan Yesus telah kembali berinkarnasi untuk menyampaikan firman yang baru dan menjelaskan pekerjaan dan kehendak Tuhan. Aku sudah mendengar suara Tuhan, maka aku harus bekerja untuk mengejarnya, datang ke pertemuan-pertemuan, dan membalas kasih Tuhan kepadaku." Suamiku berkata, "Baik, lupakan itu! Lakukan apa yang kau ingin! Aku sempat terpikir untuk memberitahu pastormu dan memintanya mengeluarkanmu dari gereja, dan menelepon orangtuamu, tetapi aku takut bahwa mereka akan sangat marah sampai-sampai mereka sakit. Percayai apa pun yang kau inginkan mulai dari sekarang, aku tidak akan turut campur."
Ketika aku mendengar suamiku mengatakan dia tidak akan lagi mencoba menghalangiku untuk percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa, aku sangat bahagia. Aku tahu bahwa ini adalah bimbingan Tuhan, dan bahwa hati dan pikiran suamiku juga berada di tangan Tuhan. Bahwa dia dapat mengatakan hal-hal semacam itu menunjukkan bahwa segala sesuatu dikuasai oleh Tuhan. Tuhanlah yang telah membuka jalan bagiku. Aku menyadari melalui pengalamanku bahwa Tuhan menginginkan hatiku, dan ketika aku sungguh-sungguh mengandalkan-Nya, mencari-Nya, dan mempertaruhkan segalanya untuk memuaskan Tuhan, aku dapat melihat pekerjaan Tuhan, dan bahwa Tuhan telah secara diam-diam memimpinku dan membantuku. Aku teringat akan firman Tuhan: "Setiap saat Iblis merusak manusia atau menimbulkan bahaya yang tak terkendali, Tuhan tidak berdiam diri saja, demikian pula Dia tidak mengesampingkan atau menutup mata terhadap orang-orang yang telah dipilih-Nya. Semua yang Iblis lakukan sangat jelas dan dipahami oleh Tuhan. Tidak peduli apa pun yang Iblis lakukan, tidak peduli ia menyebabkan munculnya tren apa, Tuhan tahu semua yang Iblis sedang coba untuk lakukan, dan Tuhan tidak menyerahkan mereka yang telah dipilih-Nya. Sebaliknya, tanpa menarik perhatian, secara tenang dan diam-diam, Tuhan melakukan segala sesuatu yang diperlukan" ("Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VI" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Aku merasa tersentuh ketika aku merenungkan firman Tuhan ini. Aku memikirkan kembali pengalamanku sendiri, dan ingat bagaimana ketika Iblis memakai suamiku untuk mengganggu dan menghalangiku agar tidak menghadiri pertemuan-pertemuan, Tuhan memakai kata-kata dari saudara-saudariku untuk membantuku mengenali tipu daya Iblis dan untuk terlepas dari sikap negatifku; ketika suamiku menyembunyikan kitab-kitab firman Tuhan milikku dan berusaha menghentikanku untuk percaya kepada Tuhan, aku sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan dan mencari Tuhan dan menjadi saksi tentang tindakan-tindakan Tuhan yang ajaib; ketika aku menjadi bertekad untuk memihak Tuhan dan bersedia untuk mempertaruhkan segalanya untuk mengikuti Tuhan, Iblis dipermalukan dan mundur. Melalui pengalamanku, aku menyadari bahwa Tuhan sungguh-sungguh menyertaiku, dan bahwa Dia mengatur lingkungan bagiku berdasarkan tingkat pertumbuhan rohaniku. Tuhan tidak memberiku suatu beban yang tak bisa kutanggung. Aku telah berpikir bagaimana di masa lalu, ketika aku belum benar-benar memberikan hatiku kepada Tuhan, aku selalu khawatir dengan kasih sayang kedagingan, mengandalkan cara-cara manusia untuk menghadapi masalah, dan tidak berani untuk mengkhianati Iblis, yang mengakibatkan Iblis mengambil keuntungan dari kelemahanku dan menyasar titik lemahku berulang kali, dan menyerangku pada setiap kesempatan, dan menyiksaku tanpa akhir. Namun, ketika aku sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan dan mempertaruhkan segalanya, Tuhan membukakan jalan bagiku, dan Iblis tak berdaya, dipermalukan, dan dikalahkan. Setelah mengalami lingkungan seperti ini, aku beroleh pemahaman yang sejati akan kemahakuasaan dan kedaulatan Tuhan dan watakku sendiri yang gemar memberontak, iman dan ketaatanku kepada Tuhan bertumbuh, aku memperoleh pengertian akan rancangan jahat Iblis, aku melihat natur Iblis yang jahat dan keji, dan kebencian yang sejati terhadap Iblis muncul dalam diriku. Aku mampu beroleh pengertian-pengertian ini berkat bimbingan dan pencerahan Tuhan, dan aku sungguh-sungguh bersyukur kepada Tuhan!
Melalui periode mengalami ini, aku beroleh banyak hal. Aku merasa lemah dan negatif selama prosesnya, tetapi bimbingan firman Tuhan dan dukungan serta bantuan dari para saudariku memberiku iman untuk mengatasi berbagai godaan dan serangan Iblis dan aku bertahan sampai hari ini. Melalui pengalaman nyataku, aku menyadari kasih Tuhan, dan bahwa Tuhan telah membimbingku dan berada di sampingku dalam segala perkara. Ketika kita sungguh-sungguh memberikan hati kita kepada Tuhan, mencari Tuhan, dan mengandalkan Tuhan, kita melihat pekerjaan Tuhan yang menakjubkan dan keluar dari penderitaan kita. Di masa yang akan datang, aku berharap mengalami lebih banyak pekerjaan Tuhan dan mengejar pengetahuan yang sejati akan Tuhan.
Siapakah Penghalang di Jalan Menuju Kerajaan Surgawi?
Kesaksian Kristen - Siapakah Penghalang di Jalan Menuju Kerajaan Surgawi?
Pada tahun meninggalnya suamiku, aku sangat putus asa, dan terutama aku mendapatkan beban tambahan membesarkan anak-anakku. Kesulitan tiba-tiba menimpa hidupku, tetapi aku memiliki kasih Tuhan yang menyertaiku selama ini dan, dengan bantuan saudara-saudariku, aku melewati masa sulit ini. Untuk membayar kembali kasih Tuhan, aku terus memberikan sumbangan dan melayani gereja, dan telah melakukannya selama lebih dari tiga puluh tahun. Pada saat ini, aku telah mengalami perkembangan pesat gereja dan melihat peristiwa mulia penyebaran Injil Tuhan Yesus.
Aku juga telah menyaksikan kegersangan dan ketidakberdayaan di gereja. Aku mengingat kembali ketika Roh Kudus pertama kalinya mulai melakukan pekerjaan besar di gereja, ketika kami mengalami sukacita dan memperoleh banyak hal dari mendengarkan khotbah pendeta. Ada saling cinta di antara saudara-saudari seolah-olah kami semua satu keluarga, dan semua orang bersatu dalam menyebarkan Injil dan memberikan kesaksian kepada Tuhan. Kemudian, tanpa mengetahui apa yang telah terjadi, tidak ada lagi terang dalam apa yang dikhotbahkan oleh pendeta. Seolah-olah semuanya hanyalah cerita lama serupa yang diulang-ulang, dan orang-orang percaya tidak bisa mendapatkan pemeliharaan atau persediaan. Iman dan kasih mereka berangsur-angsur berkurang, dan semakin sedikit orang yang datang menghadiri kebaktian. Kami yang ikut serta dalam pelayanan juga sekadar melakukannya tanpa perasaan. Kami semua bertindak sesuai keinginan orang-orang yang ada dalam pelayanan dan sama sekali tidak bertindak melayani Tuhan, tetapi sebaliknya kami hanya mengupayakan diri kami di depan orang lain dan berusaha untuk menyenangkan mereka. Aku tahu bahwa pelayanan semacam ini tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, dan karenanya sangat menyakitkan bagiku. Aku juga merasa tidak berdaya, tanpa tahu bagaimana melangkah ke depan. Oleh karena itu, aku semakin berharap Tuhan akan datang kembali secepatnya, sehingga semua masalah ini akan terpecahkan.
Tepat ketika aku merasa kebingungan, pada tahun 2016 aku menyelidiki pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman. Aku membaca banyak firman Tuhan Yang Mahakuasa dan mendengarkan apa yang dipersekutukan oleh para saudara-saudari dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa dan apa yang mereka persaksikan, dan akhirnya aku mengerti bahwa Tuhan Yesus telah lama berinkarnasi dan masuk ke dalam dunia untuk mengungkapkan firman-Nya dan melakukan pekerjaan penghakiman akhir zaman yang dimulai di rumah Tuhan, dan Dia melakukan semua ini untuk sepenuhnya menyucikan dan menyelamatkan umat manusia dan membawa umat manusia ke dalam kerajaan surgawi. Firman Tuhan Yang Mahakuasa menjelaskan kepadaku tentang misteri kedatangan kembali Tuhan yang telah aku pikirkan selama bertahun-tahun. Aku mengerti bahwa kedatangan Tuhan terbagi menjadi dua bentuk berupa kedatangan secara rahasia dan kedatangan secara terbuka. Tuhan pertama-tama berinkarnasi sebagai Anak Manusia dalam kedatangan secara rahasia untuk mengungkapkan firman-Nya dan untuk menghakimi dan menyucikan manusia, dan untuk membuat sekelompok pemenang sebelum terjadinya bencana. Saat bencana besar terjadi, Dia akan membalas kebaikan dan menghukum kejahatan, dan Dia akan datang secara terbuka, menampakkan diri kepada semua bangsa dan masyarakat. Pada saat itu, pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi dalam kedatangan secara rahasia sudah akan berakhir, dan semua orang yang menentang dan mengutuk pekerjaan Tuhan pada akhir zaman akan menghadapi bencana dengan banyak tangisan dan kertakan gigi. Saudara-saudari juga bersekutu denganku tentang kebenaran seperti tiga tahap pekerjaan Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia, pentingnya inkarnasi Tuhan, dan bagaimana Tuhan akan melakukan pekerjaan penghakiman pada akhir zaman. Aku kemudian mengerti mengapa sebelumnya, dalam melayani gereja, kami tidak mendapatkan bimbingan Tuhan, dan mengapa tidak ada jalan ke depan bagi kami dalam membaca Kitab Suci, doa, dan pelajaran Alkitab. Aku mengerti mengapa kami tidak merasakan kehadiran Roh Kudus. Tuhan sudah melakukan pekerjaan baru, mengakhiri Zaman Kasih Karunia dan membawakan Zaman Kerajaan. Roh Kudus tidak lagi bekerja di dalam gereja-gereja Zaman Kasih Karunia, sehingga roh orang-orang telah layu dan menjadi gelap, tanpa sukacita atau kepuasan apa pun, dan mereka tidak dapat memperoleh pemeliharaan apa pun dalam kehidupan rohani mereka. Berkat bimbingan dan arahan Tuhan aku dapat mengenali suara Tuhan dalam firman Tuhan Yang Mahakuasa, dan dengan senang hati aku menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman. Setelah itu, saudara-saudari sering membagikan firman Tuhan Yang Mahakuasa denganku di Internet. Melihat film, video tarian paduan suara, dan video musik yang diproduksi oleh Gereja Tuhan Yang Mahakuasa memberikan pemeliharaan yang luar biasa bagiku, dan aku berterima kasih kepada Tuhan dari lubuk hatiku karena telah menuntunku ke hadapan takhta-Nya. Aku menikmati digembalakan dan dipelihara oleh firman Tuhan, dan aku memasuki kehidupan yang penuh kebahagiaan dalam hidup bertatap muka dengan-Nya.
Suatu hari, seorang istri dari salah seorang pendeta di gereja tiba-tiba mengirimiku sebuah pesan, mengatakan, "Mengapa engkau menyukai postingan Kilat dari Timur? Engkau juga mengizinkannya diposting di linimasamu; itu bertentangan dengan kehendak Tuhan. Jika jemaat kita melihat postingan tentang Kilat dari Timur, dan menjadi tertarik pada firman Tuhan Yang Mahakuasa, mereka semua akan membaca tentang Kilat dari Timur, dan kemudian apa yang akan kita lakukan? Engkau tidak boleh berhubungan lagi dengan orang-orang Kilat dari Timur. Engkau harus segera menghapus informasi kontak mereka ...." Aku menjawab: "Film-film, nyanyian pujian, dan video musik injil dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa semuanya cukup bagus, dan aku sudah mendapatkan banyak manfaat darinya. Aku harus menyukainya!" Aku ingin mengirim lebih banyak pesan kepada istri pendeta tersebut, tetapi sebelum aku sempat menyelesaikan pesanku, dia mengatakan banyak hal yang menyerang dan mengutuk Tuhan Yang Mahakuasa, dan memfitnah Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Aku melihat bahwa dia tidak berkeinginan sedikit pun untuk menyelidiki masalah besar tentang kedatangan kembali Tuhan ini, tetapi hanya mengucapkan kata-kata penghakiman dan pengutukan apa pun yang menurutnya tepat. Aku tidak ingin membicarakan hal ini dengannya lagi, jadi aku ganti topik pembicaraannya.
Beberapa hari setelah kejadian ini, Pendeta Yang datang mencariku untuk mengajak bicara. Setelah berbasa-basi, Pastor Yang bertanya kepadaku, "Apakah engkau telah menyelidiki kelompok agama lain di Internet?" Aku tidak tahu mengapa Pastor Yang mengajukan pertanyaan itu kepadaku, dan aku berkata, "Teman-temanku di Facebook memiliki banyak denominasi berbeda, dan jika aku pikir artikel yang mereka posting benar dan bagus, aku selalu berusaha untuk memahaminya dan melihat apakah ada terang baru di dalamnya. Apakah engkau sedang mengatakan kalau melakukan ini salah?" Pastor Yang bertanya lagi, "Apakah engkau pindah ke Kilat dari Timur dua tahun lalu? Mengapa engkau ingin menyelidiki Kilat dari Timur? Selain itu, apakah engkau sering pergi mencari entah siapa itu (seorang saudari yang telah menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman, yang fotonya telah diposting dan yang telah dikutuk dan ditinggalkan oleh pendeta dari gereja awalnya)? ..." Mendengar rentetan pertanyaan dari Pastor Yang, aku mulai merasa kesal, dan berkata, "Gereja Tuhan Yang Mahakuasa itu bagus, dan di dalamnya ada kebenaran dan pekerjaan Roh Kudus. Aku akan mengikuti di mana pun ada kebenaran dan pekerjaan Roh Kudus, dan ini pantas. Tidak ada terang baru di gereja kita, dan rohku menjadi gelap dan tidak dapat menemukan pemeliharaan apa pun di sana. Aku ingin menemukan sebuah gereja yang memiliki pekerjaan Roh Kudus, di mana hidupku dapat menerima makanan kebenaran. Ajaran Kilat dari Timur menarik bagiku, dan firman Tuhan Yang Mahakuasa adalah kebenaran. Mereka memungkinkanku untuk mendapatkan pemeliharaan. Aku tidak salah untuk menyelidiki Kilat dari Timur, dan aku bebas untuk melakukannya." Pastor Yang berkata, "Apa yang dikhotbahkan oleh orang-orang Kilat dari Timur melangkahi Alkitab, dan tidak ada firman Tuhan selain yang ada dalam Alkitab. Jika apa yang mereka khotbahkan menyimpang dari Alkitab, maka itu salah." Aku berkata, "Aku pernah mendengar seorang pengkhotbah mengatakan hal yang sama, dan aku dulu juga memiliki sudut pandang yang sama. Namun setelah membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, dan mendengarkan apa yang dipersekutukan oleh para saudara-saudari dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, aku akhirnya mengetahui bahwa pandangan ini hanyalah gagasan dan khayalan kita sendiri. Ini sama sekali tidak sejalan dengan kebenaran dan tidak sesuai dengan kenyataan. Tuhan itu mencakup segalanya, dan Tuhan kaya akan hikmat. Bagaimana kita bisa membatasi firman dan pekerjaan Tuhan hanya untuk Alkitab? Alkitab menyatakan: 'Dan ada pula banyak hal lainnya yang Yesus lakukan, yang jika ditulis satu per satu, menurutku seluruh dunia ini pun tidak cukup untuk memuat kitab-kitab yang ditulis itu' (Yohanes 21:25). Kita dapat melihat di sini bahwa firman dan pekerjaan Tuhan yang tercatat dalam Alkitab terlalu terbatas cakupannya. Tidak semua yang dikatakan oleh Tuhan Yesus pada saat itu dituliskan dalam Alkitab, apalagi kata-kata yang diucapkan oleh Tuhan yang datang kembali. Selain itu, pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa dibangun di atas landasan yang diletakkan oleh Tuhan Yesus. Pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa dan Tuhan Yesus adalah pekerjaan dari satu Tuhan ...." Pendeta Yang tidak mendengarkan kata-kata yang aku sampaikan dan tidak tertarik sama sekali dalam mencari dan menyelidiki. Dia terus mengatakan hal-hal yang menentang dan mengutuk Tuhan Yang Mahakuasa dan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, dan dia bertanya kepadaku, "Bagaimana engkau mengetahui tentang situs web Gereja Tuhan Yang Mahakuasa? Apakah engkau punya buku-buku mereka? Sudahkah engkau mengkhotbahkan pekerjaan Tuhan yang Mahakuasa kepada orang lain? Sudahkah engkau mengkhotbahkannya kepada anak-anakmu? Beri aku nama-nama orang-orang di Gereja Tuhan Yang Mahakuasa ...." Dia juga menuntut agar aku jangan pernah lagi menghadiri kebaktian dengan orang-orang dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Jika aku tidak mendengarkannya dan terus berhubungan dengan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, maka dia akan mengusirku dari gereja, dia tidak akan pernah lagi membiarkanku pergi ke gereja mana pun dan benar-benar akan mencemarkan reputasiku. Aku terkejut dengan Pastor Yang yang aku lihat tepat di depanku. Bagaimana bisa Pendeta Yang, yang selalu begitu baik dan rendah hati, dan selalu mengucapkan kata-kata yang sangat lembut, berubah menjadi orang yang biadab dan tidak masuk akal? Aku mengatakan kepadanya, "Menyelidiki kebenaran adalah hakku, dan tidak ada yang berhak untuk mencampuri hal ini. Adapun apakah ajaran Kilat dari Timur adalah cara yang benar atau tidak, engkau pertama-tama tidak boleh menghakimi dan mengutuknya secara membabi buta. Engkau bisa pergi dan menyelidiki sendiri di situs web Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, di sana mereka punya banyak konten. Ada semua jenis buku firman Tuhan. Lihatlah sendiri apakah firman Tuhan Yang Mahakuasa adalah suara Tuhan Yesus yang datang kembali ...." Pastor Yang benar-benar tidak mau mendengarkan apa yang aku katakan, tetapi terus menentang dan mengutuk. Dia mengancamku, dengan mengatakan aku harus meninggalkan Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Semakin berbicara, Pendeta Yang semakin melewati batas. Aku menjadi sangat marah dan berkata kepadanya, "Tuhan Yesus berkata: 'Jangan menghakimi, maka engkau tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang engkau pakai untuk menghakimi, engkau akan dihakimi' (Matius 7:1-2). Jika engkau belum pernah menyelidiki firman dan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa, bagaimana mungkin engkau bisa membuat penghakiman dan pengutukan apa pun yang engkau inginkan? Jika engkau bertindak seperti ini, apakah itu memuja Tuhan?" Pendeta Yang melihat bahwa aku tidak mendengarkannya dan bahwa aku telah membantahnya, jadi dia tidak mengatakan apa-apa lagi.
Pada hari-hari berikutnya, Pendeta Yang mulai mengawasiku. Ini membuatku khawatir, dan aku juga kehilangan kebebasanku dalam beragama. Di gereja, hanya ada satu lorong yang memisahkan kantor Pastor Yang dari kantorku. Dia terus mampir ke kantorku untuk melihat apa yang sedang aku lakukan, dan kadang-kadang dia akan mengatakan dia akan pergi ke toilet dan kemudian mengawasiku dari koridor. Suatu hari, dua saudari dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa datang ke kantorku untuk mengobrol. Setelah para saudari itu pergi, Pastor Yang pergi mencari asistenku. Asistenku kemudian memberi tahuku bahwa Pastor Yang bertanya kepadanya siapa kedua orang ini, dan mengapa mereka datang .... Pastor Yang memperhatikanku sepanjang hari seolah-olah dia mengawasi seorang penjahat. Itu membuatku merasa sangat tertekan dan benar-benar tidak punya kebebasan. Suatu hari, aku tidak pergi ke gereja, dan ikut serta dalam sebuah pertemuan di Internet dengan beberapa saudara-saudari. Saat itulah, ketika aku sedang mencatat catatan pertemuan dengan sungguh-sungguh di ruang tamuku, Pendeta Yang tiba-tiba muncul di belakangku (pintunya sedikit terbuka, dan siapa pun yang datang dapat masuk ke ruangan) dan berkata, "Apa yang engkau lakukan? Apa yang engkau tulis?" Aku melompat ketakutan mendengar suara yang tiba-tiba dan tak terduga tersebut. Dalam hati aku merasa tidak nyaman karena diganggu olehnya sedemikian rupa, dan apa pun yang aku lakukan, aku tidak dapat kembali tenang. Aku sangat membencinya, dan berpikir: "Menyelidiki ajaran yang benar dalam keyakinan seseorang kepada Tuhan adalah hal yang benar dan pantas, dan itu merupakan hak yang seharusnya dimiliki oleh orang Kristen." Roh Kudus tidak lagi bekerja di dalam gereja kami, dan roh para jemaat semuanya negatif, lemah, dan layu. Mereka hidup di lingkungan yang tenggelam ke dalam kegelapan, dan aku mencari sebuah gereja di mana Roh Kudus bekerja. Apa salahnya mencari jejak kaki Tuhan? Mengapa dia ingin mengawasiku? Kenapa dia tidak mau membiarkanku?
Pendeta itu tidak hanya mengawasi dan menggangguku, tetapi seorang penatua bahkan menghubungiku untuk melecehkanku. Dia memberi tahu, "Apa yang dikhotbahkan oleh orang-orang dari Gereja Tuhan Yang Mahakuasa telah melangkahi Alkitab. Jika engkau percaya kepada Tuhan, engkau tidak boleh mengkhianati Tuhan, yang telah memberimu begitu banyak kebaikan. Engkau tidak boleh kehilangan hati nurani ...." Aku berkata ketus, "Tuhan Yang Mahakuasa dan Tuhan Yesus adalah Tuhan yang satu dan sama, dan aku tentu saja tidak mengkhianati Tuhan Yesus dengan percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Aku hanya mengikuti jejak kaki Anak Domba ...." Namun, seperti apa pun aku berusaha menjelaskannya, penatua itu sama seperti pendeta. Selain mengatakan hal-hal yang mengutuk dan menghujat, dan menghalangiku untuk menerima pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman, dia tidak mendengarkan sepatah kata pun dari persekutuan atau nasihatku. Aku tidak ingin berbicara dengannya lagi, jadi aku memikirkan alasan untuk menutup telepon. Namun penatua itu tidak membiarkan aku lolos. Dia terus menghubungi untuk melecehkanku dan mengatakan bahwa, dengan keyakinanku kepada Tuhan Yang Mahakuasa, aku telah melupakan kasih karunia Tuhan dan telah mengkhianati-Nya. Aku ingat apa yang dikatakan dalam Wahyu: "Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba ke mana pun Dia pergi" (Wahyu 14:4). Atas dasar pekerjaan penebusan Tuhan Yesus, Tuhan Yang Mahakuasa sedang melakukan tahap pekerjaan penghakiman dan penyucian orang-orang melalui firman, dan penerimaanku akan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman menunjukkan dengan jelas bahwa aku sedang mengikuti jejak Anak Domba. Bagaimana mungkin ada yang mengatakan aku mengkhianati Tuhan Yesus? Pada mulanya, ketika Tuhan Yesus datang untuk melakukan pekerjaan, orang-orang yang percaya kepada Yahweh meninggalkan hukum Taurat dan mereka menerima Injil kerajaan surga yang sedang diberitakan oleh Tuhan Yesus. Mereka mengikuti Tuhan Yesus, tetapi apakah mereka telah melupakan keselamatan Yahweh? Apakah ini pengkhianatan terhadap Yahweh? Bukankah ini kerancuan? Setelah ini terjadi, pendeta itu sekali lagi mengirimiku beberapa pesan online yang menghujat, menentang, dan mengutuk Tuhan Yang Mahakuasa. Membaca kata-kata mengerikan seperti itu membuatku kembali merasa jijik dan geram. Hanya Iblis yang mampu mengucapkan penghujatan seperti itu, dan dalam kapasitas mereka sebagai pemimpin gereja, bagaimana mungkin mereka tidak takut kepada Tuhan dan berani mengatakan segala macam penghujatan itu? Ini mengingatkanku pada firman Tuhan Yesus: "Tetapi jika ia berkata-kata melawan Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, tidak di dunia ini, ataupun di dunia yang akan datang" (Matius 12:32). Menghujat Tuhan adalah dosa besar dan mengerikan! Aku merasakan ketakutan yang melekat atas nama mereka, tetapi apa pun yang aku katakan, mereka hanya menutup telinga dan menolak mendengarkan apa pun. Mereka hanya terus mengutuk, menentang, dan menghujat. Aku tidak bisa memahaminya saja: Penatua dan pendeta itu sama-sama memiliki pengetahuan tentang Alkitab dan telah mempelajari teologi, dan firman Tuhan Yang Mahakuasa diucapkan dengan sangat jelas, jadi mengapa mereka tidak mencari tahu atau menyelidiki firman-Nya? Mengapa mereka sangat bersikeras mengutuk dan menentang Tuhan Yang Mahakuasa?
Dengan mengingat pertanyaan ini, aku pergi mencari saudara-saudari di Gereja Tuhan Yang Mahakuasa. Saudari Lin bersekutu denganku, dengan mengatakan, "Adapun mengapa penatua dan pendeta itu tidak mencari tahu atau menyelidiki pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman, tetapi sebaliknya mengutuk dan menentang-Nya secara gila-gilaan, Tuhan Yang Mahakuasa sudah lama menjelaskan esensi dan asal dari masalah ini. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman: 'Apakah engkau sekalian ingin tahu apa akar masalahnya mengapa orang Farisi menentang Yesus? Apakah engkau sekalian ingin tahu substansi orang-orang Farisi? Mereka penuh dengan khayalan tentang Mesias. Terlebih lagi, mereka hanya percaya bahwa Mesias akan datang, tetapi mereka tidak mencari kebenaran tentang hidup. Jadi, sampai hari ini mereka masih menunggu Mesias, karena mereka tidak memiliki pengetahuan tentang jalan kehidupan, dan tidak tahu apa itu jalan kebenaran. Menurutmu sekalian, bagaimana orang-orang bodoh, keras kepala, dan bebal bisa mendapatkan berkat Tuhan? Bagaimana mereka bisa melihat Mesias? Mereka menentang Yesus, karena mereka tidak mengetahui arah pekerjaan Roh Kudus, karena mereka tidak mengetahui jalan kebenaran yang diucapkan Yesus, dan terlebih lagi, karena mereka tidak memahami Mesias. Karena mereka tidak pernah melihat Mesias, dan tidak pernah bersama-Nya, mereka membuat kesalahan dengan memberikan penghormatan kosong kepada nama Mesias sambil menentang substansi Mesias dengan segala cara. Orang-orang Farisi ini pada hakikatnya keras kepala, sombong, dan tidak mematuhi kebenaran. Prinsip kepercayaan mereka kepada Tuhan adalah: tidak peduli sedalam apa khotbahmu, tidak peduli setinggi apa otoritasmu, Engkau bukan Kristus kecuali jika Engkau disebut Mesias. Bukankah pandangan ini tidak masuk akal dan konyol?' ("Saat Engkau Melihat Tubuh Rohani Yesus adalah Saat Tuhan Menciptakan Langit dan Bumi yang Baru" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). ‘Lihatlah para pemimpin setiap denominasi. Mereka semua congkak dan merasa benar sendiri, dan mereka menafsirkan Alkitab di luar konteks dan sesuai dengan imajinasi mereka sendiri. Mereka semua bergantung pada karunia dan pengetahuan untuk melakukan pekerjaan mereka. Jika mereka tidak mampu berkhotbah, akankah orang-orang itu mengikuti mereka? Bagaimanapun, mereka memang memiliki suatu pengetahuan dan dapat berbicara sedikit tentang doktrin, atau tahu bagaimana merebut hati orang lain dan bagaimana menggunakan beberapa kelicikan, yang melaluinya mereka telah membawa orang ke hadapan mereka sendiri dan menipu mereka. Secara teori, orang-orang itu percaya kepada Tuhan—tetapi pada kenyataannya mereka mengikuti para pemimpin mereka. Jika mereka bertemu dengan seseorang yang mengkhotbahkan jalan yang benar, sebagian dari mereka akan berkata, "Kita harus berkonsultasi dengan pemimpin kita tentang iman kita." Iman mereka membutuhkan persetujuan manusia; bukankah itu masalah? Kalau begitu, menjadi apakah para pemimpin itu? Tidakkah mereka menjadi orang Farisi, gembala palsu, antikristus, dan batu sandungan bagi penerimaan orang akan jalan yang benar?' ("Hanya Pengejaran Kebenaran merupakan Kepercayaan yang Sejati kepada Tuhan" dalam "Rekaman Pembicaraan Kristus"). Ketika Tuhan Yesus pertama kali datang untuk melakukan pekerjaan-Nya, Dia diserang oleh kutukan dan penentangan gila-gilaan dari para pemimpin Yahudi—para imam kepala, ahli Taurat, dan orang-orang Farisi. Pada akhirnya, mereka menyalibkan Tuhan Yesus. Leluhur orang-orang Farisi percaya kepada Tuhan dan merupakan ahli dalam hukum Taurat. Jadi mengapa mereka menentang dan mengutuk Tuhan Yesus, dan memakukan-Nya pada kayu salib? Kita bisa melihat dari firman Tuhan bahwa ini disebabkan oleh natur iblis mereka yang congkak, sombong, dan tidak tunduk pada kebenaran. Tuhan Yesus mengungkapkan begitu banyak kebenaran, dan mereka tidak mencari tahu atau menyelidikinya, tetapi malah menganut pandangan mereka sendiri. Keyakinan mereka kepada Tuhan hanya mengandalkan gagasan dan khayalan mereka sendiri, dan mereka menafsirkan Alkitab dengan mengambil ayat-ayat di luar konteks. Ini membuat mereka menjadi buta, dan tidak memperoleh pencerahan dari Tuhan. Mereka tidak tahu pekerjaan Roh Kudus, dan tidak memahami kebenaran, juga tidak bisa memahami suara Tuhan. Ini benar-benar membuat firman dalam Alkitab ini menjadi kenyataan: 'Dengan mendengar kamu akan mendengar, tetapi tidak akan mengerti; dan dengan melihat kamu akan melihat, tetapi tidak akan mengetahui: Karena hati bangsa ini menjadi tumpul, telinga mereka menjadi tuli, dan mata mereka telah tertutup' (Matius 13:14-15). Para pendeta dan penatua di lingkungan agama pada akhir zaman sama dengan orang-orang Farisi pada masa itu, karena apa yang mereka anggap penting adalah pengetahuan Alkitab dan teori teologis. Mereka mengandalkan pemikiran dan imajinasi mereka sendiri untuk menafsirkan firman Tuhan, dan untuk membatasi cara Tuhan akan datang kembali. Mereka dengan keras kepala berpegang teguh pada gagasan dan khayalan mereka sendiri dan tidak mencari kebenaran apa pun. Mereka tidak hanya tidak menyelidiki pekerjaan Tuhan pada akhir zaman, tetapi mereka secara membabi buta menentang dan mengutuk-Nya, dengan demikian memperlihatkan sifat keras kepala dan natur Iblis mereka sendiri berupa kecongkakan dan permusuhan terhadap kebenaran. Mereka belajar teologi, memperlengkapi diri mereka dengan pengetahuan Alkitab, tetapi itu tidak berarti bahwa mereka mencintai kebenaran, juga tidak berarti bahwa mereka dapat menerima dan mematuhi kebenaran. Mereka menguraikan pengetahuan Alkitab dan teori teologis, satu-satunya tujuan mereka adalah meningkatkan kemasyhuran dan reputasi mereka sendiri. Mereka melakukannya untuk menjaga status mereka sendiri, dan membuat orang-orang percaya memandang mereka dengan hormat, memuja mereka, dan mengikuti mereka. Mereka melihat bahwa firman yang diungkapkan oleh Tuhan Yang Mahakuasa adalah kebenaran, dan bahwa firman itu mampu menaklukkan dan menyelamatkan orang-orang, dan bahwa banyak orang yang mencintai kebenaran dan yang merindukan penampakan Tuhan telah membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa dan telah beralih kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Mereka percaya bahwa pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa adalah ancaman bagi status dan mata pencaharian mereka, dan karenanya mereka melawan dengan gila-gilaan dan melakukan yang terbaik untuk mengutuk dan menentang Tuhan Yang Mahakuasa. Mereka melakukan cara apa pun yang diperlukan untuk menghalangi dan mengacaukan orang-orang percaya agar tidak kembali kepada Tuhan Yang Mahakuasa dalam sebuah upaya untuk mendominasi umat pilihan Tuhan untuk selamanya. Inilah akar penyebab mengapa para penatua dan pengkhotbah tidak mencari tahu atau menyelidiki pekerjaan Tuhan yang Mahakuasa dan mengapa mereka dengan gila-gilaan menentang dan mengutuk Tuhan Yang Mahakuasa. Dapat dilihat dalam perbuatan jahat para pengkhotbah dan penatua yang menentang Tuhan bahwa mereka adalah orang-orang Farisi pada zaman kita, dan bahwa mereka adalah penghalang dan batu sandungan yang mencegah orang-orang percaya menerima jalan yang benar dan diangkat ke dalam kerajaan surgawi. Mereka adalah antikristus, yang menentang Tuhan dan menjadikan Tuhan musuh mereka, dan yang telah dinyatakan oleh pekerjaan Tuhan pada akhir zaman."
Setelah mendengar firman Tuhan Yang Mahakuasa dan apa yang dipersekutukan oleh para saudari, aku membandingkannya dengan apa yang dikatakan dan dilakukan oleh para pendeta dan penatua. Aku melihat bahwa firman Tuhan Yang Mahakuasa diucapkan dengan cara yang sangat praktis dan bahwa, meskipun pendeta dan penatua fasih dalam hal Alkitab dan dapat menjelaskan Alkitab, itu tetap tidak berarti bahwa mereka memiliki pengetahuan tentang Tuhan. Mereka mengandalkan bakat dan pengetahuan alami dalam pekerjaan mereka untuk mengangkat diri mereka sendiri sehingga orang lain akan menyembah mereka dan mengikuti mereka. Di permukaan, mereka tampaknya melayani Tuhan, tetapi dalam kenyataannya, apa yang mereka layani adalah gagasan dan khayalan mereka sendiri, status dan mata pencaharian mereka sendiri. Melalui pendeta dan penatua yang berulang-ulang melecehkan dan menghalangiku, aku dapat memahami siapa mereka sebenarnya. Mereka adalah antikristus yang percaya kepada Tuhan tetapi tidak mencari kebenaran, dan yang melayani Tuhan tetapi menentang-Nya. Meskipun pendeta dan penatua belum menyerah melecehkanku sampai hari ini, aku telah melihat dengan jelas esensi antikristus sejati berupa permusuhan terhadap kebenaran dan penentangan kepada Tuhan. Aku tidak akan lagi membiarkan diriku dilecehkan atau dikendalikan oleh mereka, dan aku sepenuhnya yakin bahwa pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa pada akhir zaman adalah benar. Aku ingin mengikuti Tuhan Yang Mahakuasa sampai akhir, dan tidak pernah menyerah! Amin!
Kejadian 3 : 15
“Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu dan engkau akan meremukan tumitnya”
Pertanyaan Pembimbing :
1. Setelah adam dan hawa jatuh dalam dosa, Allah mengutuk ular dan mengadakan permusuhan dengan ular itu. Apa yang dimaksud dengan “Keturunannya”?