Sebuah studi oleh ilmuwan kelautan telah memberikan dukungan yang kuat untuk kampanye “masa depan perikanan dunia terletak pada pengelolaan bersama oleh pemerintah, masyarakat setempat dan nelayan”. Hasil studi itu diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nature. Para peneliti mengatakan bahwa pendekatan tradisional “topdown” yaitu pemberian kuota trawl dan diawasi oleh otoritas pusat telah gagal, aturan-aturan perikanan sering diimplementasikan dengan buruk atau dilecehkan. Pengelolaan perikanan yang terbaik adalah mereka yang mempertemukan wakil-wakil lokal dan nelayan yang ikut menentukan bagaimana sumber daya harus dikelola dan menegakkan keputusan secara efektif.









