Perjalanan Hidup
Part 1
Pernahkah kau merasa kenapa kita ditempatkan di tempat ini? Kenapa kita mengenal si A, si B, si C, dan yang lainnya?
Pernahkah berfikir demikian?
Berulang kali aku memikirkan itu...
Tahukah kau, kenapa Allah seringkali menguji kita? Seringkali membuat kita harus mengalami keadaan yang orang lain tidak mengalaminya? Seringkali membuat kita bertanya-tanya, kenapa Allah ngasih ini, itu, dan yang lainnya? Pernahkah kau berfikir demikian?
Tulisan ini sebenarnya didasari atas setiap pertanyaan-pertanyaan itu.
Aku rasa, bukan hanya aku yang merasakan hal-hal serupa. Hal-hal yang kadang kita tidak mengerti, kenapa hanya kita yang mengalaminya. Sesuatu yang membuat kita merasakan nikmatnya menuju-Nya, indahnya bersama orang-orang yang selalu menggenggam kita untuk ke jalan-Nya... :’)
Seringkali aku tak mengerti atas setiap apa yang aku alami, aku hadapi, dan aku rasakan. Namun, di saat itu pula aku selalu merenung atas segala sesuatu yang pernah aku lewati sebelumnya, selalu muhasabah diri, kenapa hal ini terjadi.
Perjalanan hidupku mungkin tidaklah sama denganmu, juga dengan orang lain. Namun, banyak hal yang aku pelajari dari perjalanan hidupku dari waktu ke waktu. Banyak hal yang membuat ku semakin yakin akan kasih-sayang-Nya melebihi apapun. Walaupun aku sering lalai.
Jika aku harus mengulang waktu, diijinkan untuk mengulang waktu kembali, aku tetap ingin berada di ‘titik’ saat ini. Aku tak menyesalinya. Bahkan jika harus memilih, di part mana kamu ingin jalani hidup, aku rasa... sekarang adalah sebaik-baiknya part. Dibandingkan dulu, saat inilah diri ini selalu mengandalkan-Nya, selalu mempercayakan-Nya, dan selalu menyerahkan semuanya pada-Nya. Bukankah Dia senang dengan hamba yang selalu menuju-Nya? :’)
Pada pembahasan sebelumnya “Flashback” aku pernah bilang, kalau aku tak tau kenapa ditempatkan di tempat seperti itu.
Tahukah kau?
Setiap orang yang hadir dalam hidupku, selalu membawa pelajaran berarti untukku. Selalu memberikan warna dalam hidupku. Entah ia akan tetap bersamaku, atau akan memudar seiring berjalannya waktu. Namun, semua itu cukup untuk memberikan pelajaran hidup yang berarti untukku. Terimakasih.
Dulu... aku sangat menginginkan masuk di Universitas Negeri yang ada di Bandung dengan jurusan yang memang menurutku itu passion ku. Jika dilihat dari kemampuanku saat itu, aku percaya akan masuk, karena nilai-nilaiku di mata pelajaran itu dan juga di mata pelajaran lainnya memenuhi. Namun, Allah berkata lain.... :’)
Allah memberikan ujian padaku untuk bersabar... “Sabar hamba-Ku, bukan itu yang kamu butuhkan.Ada hal lain yang lebih baik untukmu”. Seakan kalimat itu yang ingin Dia sampaikan.
Akhirnya... aku masuk Universitas Negeri yang sama sekali tidak aku harapkan, tidak aku bayangkan untuk memasukinya, begitupun dengan jurusannya.
Aku tak pernah membayangkan, bahkan memikirkan untuk masuk jurusan tersebut. Terlebih lagi, jurusan tersebut tidak linear dengan jurusan ku waktu SMA.
Saat itu, memang ada dua pilihan. 1. Tetap mempertahankan jurusan yang memang passion ku, tapi terpaksa tidak bisa masuk Universitas Negeri, atau 2. Beralih haluan dengan memilih jurusan lain, tapi kemungkinan besar bisa masuk Universitas Negeri.
Gimana pilihan mu saat ada di posisi ku? :’)
Yaa... pada akhirnya, aku memilih pilihan kedua. Banyak pertimbangan waktu itu. Tapi yang paling penting adalah, saat itu aku berfikir tentang SPP-nya. Tentu SPP di Universitas Negeri jauh lebih murah (kala itu). Walaupun aku ngga tau biaya hidup di kota tersebut.
Tapi apa yang aku dapat?
Allah memberikan berlipat ganda apa yang telah Ia ambil dari ku. Allah menempatkan ku di kota yang banyak mengajariku. Untuk selalu kuat, untuk selalu mandiri, untuk tidak bergantung pada orang lain, dan untuk selalu memanfaatkan waktu.
And... yang paling berharga adalah mengenal kalian semua :’)
Walaupun pada awalnya aku kaget. Wajar kan kalau masih adaptasi dengan karakter baru, ‘bahasa’ baru, dan banyak hal-hal baru lainnya :’)
Tapi... kalau dipikir-pikir, kalian yang terbaik, yang banyak mengajariku sesuatu. Mungkin ngga terasa, namun untuk tipe orang sepertiku, aku selalu belajar dari setiap karakter seseorang, bahkan selalu ingin memahami suatu karakter tertentu. hehe.. mungkin harusnya aku masuk psikologi :’)
Kau tau?
Sebenarnya banyak hal yang aku pelajari selama 4 tahun hidup di kota itu. Mulai dari pola pikir ku yang jauh berbeda dari sebelumnya, karakterku juga yang berbeda jauh dari sebelumnya, dan penampilanku yang tidaklah sama seperti dulu... :’)
Aku pikir, Allah mengirimkan ku ke suatu tempat dan memberiku banyak kenalan di situ, untuk mengajariku suatu hal. Untuk mendidikku menjadi pribadi baru, pribadi yang tidak bisa kau temukan di masa lalu. Ya, aku selalu berfikir demikian.
Tahukah kau?
Semua itu benar adanya :’)
Tidaklah mungkin aku menjadi pribadi yang sekarang ini tanpa “segala sesuatu” yang pernah aku lewati, yang hadir dan pergi dalam hidupku :’)
Terimakasih untuk itu...
Terimakasi untuk selalu memberikan inspirasi, motivasi, dan banyak hal dalam hidupku, sahabat :’) aku sayang kalian semua :* Kita tidak pernah tau akan seperti apa di masa depan, namun kita bisa memilih, siapa saja yang akan kita pertahankan untuk ada di hidup kita. Maaf jika diri ini masih egois, maaf jika banyak yang kalian tidak mengerti atas diri ini. Tapi, satu hal yang pasti, aku menyukai persahabatan ini. Walaupun masing-masing dari kita memiliki karakter yang sangat berbeda, tapi itu yang menjadi pelengkap untuk kita. Terimakasih..
Terimakasih untuk orang-orang yang pernah menyakiti, yang pernah memberikan luka mendalam di hidupku. Tanpa kalian, mungkin aku tidak bisa mencapai posisi sekarang. Tanpa kalian, mungkin aku tidak pernah bisa berubah seperti saat ini, dan tanpa kalian mungkin aku masih berada pada jalan yang salah. Terimakasih. Aku tidak menyesalinya. Aku pun tidak pernah menaruh benci pada siapapun, karena semua orang barhak bahagia dengan caranya sendiri, dan hal yang membuatku bahagia adalah memaafkan setiap orang yang pernah melukaiku. Tanpa orang-orang tersebut, aku tidak mungkin belajar bagaimana caranya untuk tidak melukai orang lain :’)
-IRM









