Langit Biru Harapan Baru untuk NegeriKU
Kontribusi Pemerintah dalam Mengurangi Terjadinya Efek Gas Rumah Kaca?
Gambar 1. Kontribusi Indonesia terhadap Efek Rumah Kaca
(Sumber: https://wwwsarahmaulida.blogspot.co.id/.2017)
Salah satu penyebab gas rumah kaca adalah pemakaian bahan bakar fosil. Kita ketahui Pertamina adalah perusahaan oil and gas milik pemerintah Indonesia, sebagai produsen dan pengolah oil dan gas di Indonesia. Kontribusi Pemerintah Indonesia melalui Pertamina telah berupaya mengurangi dampak efek rumah kaca yaitu salah satunya dengan adanya Proyek Langit Biru yang dilakukan di PT. Pertamina Cilacap atau biasa disebut Proyek Langit Biru Cilacap.
Penyebab Peningkatan Gas Rumah Kaca?
Efek rumah kaca di sebabkan karena naiknya kosentrasi gas karbondioksida dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini terjadi akibat kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang dapat melampaui organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan dan laut untuk mengabrosi hasil pembakaran tadi. Jika hutan semakin gundul, maka panas di bumi akan semakin naik. Energi yang di absorsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah tersebut oleh awan dan permukaan bumi.
Peningatan konsetrasi gas karbondioksida dan gas lain di atmosfir maka akan menyebabkan semakin banyak pula gelombang panas yang dipantulkan bumi dan di serap atmosfir, semakin banyak panas matahari uang tertangkap di permukaan bumi akibatnya suhu permukaan bumi akan naik, efek rumah kaca terjadi karena emisi gas permukaan bumi naik.
Gambar 2. Skema Peenyebab Gas Rumah Kaca
(Sumber: https://wwwsarahmaulida.blogspot.co.id/.2017)
Berdasarkan ilustrasi Gambar 1 diatas dapat dijelaskan bahwa peningkat gas rumah kaca disebabkan adanya hal sebagai berikut ini:
1. Penggunaan bahan bakar fosil atau gas memberi konstribusi besar terhadap naiknya efek rumah kaca.
2. Kehutanan salah satu fungsi dari adanya penyerap emisi gas rumah kaca, karena hutan dapat mengubah karbondioksida menjadi oksigen.
3. Peternakan dan pertanian di sektor gas rumah kaca dihasilkan dari pemanfaatan pupuk.
4. Sampah-sampah sebagai salah satu kontributor terbesar bagi terbentuknya gas metan karena aktifitas manusia sehari-hari yang kurang terkendali.
Gambar 3. Dampak Efek Rumah Kaca
(Sumber: https://wwwsarahmaulida.blogspot.co.id/.2017)
Berdasarkan ilustrasi Gambar 2 diatas dapat dijelaskan beberapa dampak buruk yang terjadi akibat adanya efek rumah kaca ialah:
1. Peningkatan Permukaan Laut Karena Es di Kutub Mencair
Perubahan dalam 12 tahun terakhir yang paling mengkhawatirkan para ilmuwan adalah yang terjadi di Artik, dimana lautan es musim panasnya lumer, dan hilangnya massa es beralas daratan pada lokasi-lokasi kunci di seluruh dunia. Semuanya terjadi jauh lebih cepat dari perkiraan (Wahono, 2011)
Karena panas yang tinggi (global warming) akibat efek rumah kaca, maka uap air yang berada di udara bertambah. Artinya udara akan semakin lembab dan hujan akan sering terjadi.Peningkatan hujan ini telah terjadi sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1% dalam seratus tahun terakhir ini.
Suhu global meningkat, atau dikenal dengan Global Warming. Dampak global warning Lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam.
Hewan, tumbuhan dan makhluk hidup lainnya terancam mati ketika terjadi pemanasan global, hewan cenderung bermigrasi ke arah kutub atau ke wilayah pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah tumbuhnya, mencari daerah-daerah baru karena habitatnya yang lama menjadi terlalu panas.
Proyek Langit Biru Cilacap?
Gambar 4. Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC)
(Sumber: https://wwwsarahmaulida.blogspot.co.id/.2017)
PT Pertamina (Persero) menetapkan JGC Corporation sebagai kontraktor engineering, procurement, and construction Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC) dengan nilai investasi senilai US$392 juta yang memungkinkan produksi gasoline dari Refinery Unit IV Cilacap 100% memiliki RON 92 dengan total kapasitas 91.000 barel per hari.
Penandatanganan penetapan kontrak dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, Chairman Emeritus JGC Corporation Yoshihiro Shigehisa, dan Presiden Direktur PT Encona Inti Industri Y.B. Haryono serta disaksikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan jajaran menteri Kabinet Kerja di Cilacap pada 26 November 2015.
Proyek Langit Biru Cilacap, atau Cilacap Blue Sky Project merupakan salah satu proyek peningkatan spesifikasi gasoline dari semula RON 88 menjadi RON 92. Proyek ini adalah kelanjutan dari kelanjutan dari Residual Fluid Catalytic Cracking yang telah tuntas dan beroperasi sejak Oktober 2015.
Proyek yang ditargetkan tuntas dalam waktu 34 bulan sejak penandatanganan kontrak tersebut akan terdiri dari tiga kegiatan utama,
1. Melakukan revamping dengan mengubah pola operasi Unit Platforming I dari fix bed catalyst menjadi continuous catalyst regeneration yang memungkinkan kadar oktan dari gasoline yang diproduksi lebih tinggi,
2. Membangun unit baru berupa Light Naphtha Hydro treating dan Isomerization dengan kapasitas 21.500 barel per hari,
3. Pembangunan unit baru berupa utilitas dan offisite.
Kendala Proyek Langit Biru Cilacap?
Gambar 5. Kendala Proyek Langit Biru Cilacap
(Sumber: https://wwwsarahmaulida.blogspot.co.id/.2017)
Implemetasikan dari Gambar 5 merupakan kendala dalam pelaksanaan PLBC, baik kendala teknis maupun non teknis. Kendala teknis yang terjadi diantaranya:
1. Rembesan air di area pengerjaan pondasi akibat diduga kebocoran dari pipa di kilang eksisting yang mengalir sampai area proyek.
2. Pertamina diketahui menaikkan tingkat pengembalian modal atau interest rate of return (IRR) lelang PLBC dari 10% menjadi 14% untuk meningkatkan efisiensi proyek. Sesuai dokumen yang diperoleh, perubahan IRR itu menyebabkan harga perkiraan sendiri (HPS) proyek menjadi turun dari US$ 338 juta menjadi US$ 266 juta.
Kendala non-teknis pelaksanaan PLBC diantaranya:
1. Terjadinya “Perang Internal” perbedaan pendapat anata Afdal (Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina) dan Chrisna (Direktur Pengolahan Pertamina) rupanya membuat proyek PLBC terbengkalai.
Untuk mencapai skala keekonomian yang baik dari proyek kilang Langit Biru Cilacap tersebut, maka IRR yang baik adalah 14% dengan jangka waktu pengembalian modal selama 10 tahun. (Afdal Bahaudin.2015).
IRR yang ideal untuk proyek pembangunan kilang minyak adalah 12 %. Di seluruh dunia tidak ada proyek kilang yang IRR-nya 14%. Kalau berpikirnya seperti itu, tidak akan pernah ada kilang minyak milik Pertamina yang bisa dibangun. (Chrisna Damayanto. 2015)
2. PLBC menggunakan pekerja asal cialacap hanya sekitar 65 persen, sedangkan pemerintah
3. selalu menekankan kepada perusahaan-perusahaan yang akan melakukan pembangunan proyek, yang mampu menyerap pekerja asal Cilacap sebesar 70-80 % (Kosasih. 2017)
Pohon yang ditebang tersebut didata jumlahnya dengan tujuan untuk dilakukan penanaman pohon kembali sesuai jumlah pohon yang ditebang. Dan batang pohon yang ditebang disumbangkan di komunitas ataupun masyarakat yang tinggal di sekitar kilang. Hal ini merupakan komitmen Pertamina terhadap kepedulian dan kelestarian lingkungan.
Gambar 6. Tanggung jawab lingkungan Proyek Langit Biru Cilacap
(Sumber: https://wwwsarahmaulida.blogspot.co.id/.2017)
A. RON 92 Ramah Lingkungan
Gambar 7. Perbandingan RON 88 dan RON 92
(Sumber: https://wwwsarahmaulida.blogspot.co.id/.2017)
B. Menyerap 2000 tenaga kerja
Gambar 8. Proyek Langit Biru Cilacap Menyerap 2000 Tenaga Kerja
(Sumber: https://wwwsarahmaulida.blogspot.co.id/.2017)
Gambar 9. Proyek Langit Biru Cilacap Mengurangi Impor BBM
(Sumber: https://wwwsarahmaulida.blogspot.co.id/.2017
Langit biru merupakan sebuah harapan baru.
Gambar 10. Makna Langit Biru
(Sumber: https://wwwsarahmaulida.blogspot.co.id/.2017
Jangalah Langit tetap biru agar tak lekang oleh waktu. Sebarkan semangat dalam diri untuk semua orang disekeliling kita agar peduli lingkungan. Hidup dengan udara bersih, lingkungan yang nyaman akan membuat diri kita tentram.
Berlaku bijak dalam menggunakan bahan bakar untuk kendaraan bermotor Anda, untuk mengurangi pencemaran udara ada baiknya gunakanlah tranportasi umum. Di negara-negara maju selalu mengutamakan transpotrasi umum atau bahkan bersepeda untuk bepergian kemana pun.
“Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau tidak sekarang kapan lagi?”
Ayo bersama Pertamina kita kobarkan semangat Langit Biru disetiap manusia agar tercipta bumi yang lebih indah dimasa depan. Langit biru mempunyai makna:
1. Meningkatkan kualitas BBM lebih ramah lingkungan
2. Kualitas udara lebih terjaga, lebih sehat
Siapa Generasi Langit Biru?
Generasi Langit Biru adalah para generasi Milenial. Let’s Join wit us #GenLangitBiru
Gambar 11. Generasi Langit Biru #GenLangitBiru
(Sumber: https://wwwsarahmaulida.blogspot.co.id/.2017