#Pesanfren Memuliakan Kesempatan (Episode: - ) #Sedekah (Promotional Mode) Siang itu, setelah bermain, Dimas dan Yoga berjalan pulang. Dalam perjalanan pulang, di tempat yang mereka sering lewati, mereka melihat seorang Pengemis sedang duduk malang di trotoar yang searah dengan jalur mereka pulang. Dia kenal sekali sosok Pengemis itu, bukan tentang nama, melainkan kondisinya. Tadi pagi ketika mereka berangkat melalui jalan ini pula, mereka menyaksikan sendiri bahwa sosok Pengemis itu tidaklah semalang itu, dia segar bugar, dengan pakaian yang pantas, dan terlihat ceria saat duduk-duduk bersama kawan-kawannya di kedai kopi dekat Pengemis itu duduk saat ini. Rasa-rasanya, Pengemis itu sedang berpura-pura, bisa kelihatan dari senyuman jahat yang dia sembunyikan dari kemalangan wajahnya. Dimas dan Yoga tahu sekali tentang keadaan ini, tapi, mereka pura-pura tidak tahu. Karena tentu akan membuang-buang waktu bila harus membahas hal yang menjengkelkan itu. ... Ketika mereka berpapasan dengan Pengemis itu, Yoga masih santai melewatinya, acuh, tapi tidak dengan Dimas, dia terlihat cemas. Dan setelah beberapa meter mereka melewati sosok Pengemis itu, Dimas merogoh kantong, kemudian, dengan segera ia mendatangi Pengemis tadi. Yoga yang merasa ditinggalkan begitu saja, merasa heran, apa lagi saat ia melihat Dimas dengan repot-repot merogoh kantongnya, mengambil uang, yang kemudian, diberikan kepada Pengemis itu, dan lebih menjengkelkan lagi, Pengemis itu menyambut uang yang diberikan Yoga dengan penuh semangat. ... Beberapa saat kemudian, Dimas datang dengan wajah tak bersalah, dengan wajah lega yang terlihat sangat-tidak-sesuai dengan mood-nya Yoga. Sontak itu membuat Yoga bertanya, kepadanya: Yoga: "Mas, kamu pasti tahu khan, tuh orang seperti apa kondisinya tadi pagi? Masa, kamu malah.." Dimas: "Iya, tahu kok, lagipula aku merasa itu gak ada salahnya." lanjutnya, "Udah yuk, kita buruan pulang, udah mau Dzuhur nih." Yoga: "Yee, bukan gitu, kamu sedekah ke sembarang orang, sama aja membiarkan orang-orang itu jadi males, karena kerjanya cuman minta-minta doang." (Lanjut di komentar)









